Debut Arbeloa Berujung Petaka, Real Madrid Tersingkir dari Copa del Rey

Debut Arbeloa Berujung Petaka, Real Madrid Tersingkir dari Copa del Rey
Vinicius Junior berduel memperebutkan bola dengan Daniel Bernabeu dalam laga babak 16 besar Copa del Rey antara Albacete vs Real Madrid, 15 Januari 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Bola.net - Langkah Real Madrid di Copa del Rey terhenti secara mengejutkan. Los Blancos tersingkir setelah kalah dari Albacete, klub kasta kedua Spanyol, dalam laga yang menjadi debut Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala.

Pertandingan tersebut digelar di Estadio Carlos Belmonte dan berlangsung dramatis hingga menit-menit akhir. Madrid sempat bangkit dari ketertinggalan, tetapi gagal mempertahankan momentum.

Gol-gol Albacete dicetak oleh Javi Villar (42') dan brace Jefte Betancor (82', 90+4'). Sementara Madrid sempat membalas melalui Franco Mastantuono (45+3') dan Gonzalo Garcia (90+1').

Kekalahan ini datang hanya beberapa hari setelah Madrid kalah dari Barcelona di Piala Super Spanyol, memperpanjang periode sulit yang mengiringi awal kepemimpinan Arbeloa.

1 dari 3 halaman

Gol Balasan Tak Cukup Selamatkan Madrid

Gol Balasan Tak Cukup Selamatkan Madrid

Fran Garcia berebut bola dengan Lorenzo Aguado dalam laga babak 16 besar Copa del Rey antara Albacete vs Real Madrid, 15 Januari 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Albacete membuka keunggulan pada menit ke-42 melalui sundulan bek Javi Villar, yang menyambut sepak pojok Jose Lazo dan menaklukkan kiper Andriy Lunin.

Real Madrid merespons cepat di masa tambahan waktu babak pertama. Gol penyama kedudukan dicetak Franco Mastantuono, pemain berusia 18 tahun, yang memanfaatkan kesalahan kiper Raul Lizoain dari jarak dekat.

Meski menguasai hampir 80 persen penguasaan bola dan melepaskan lima tembakan dalam 42 menit pertama, Madrid justru menutup babak pertama dalam posisi imbang. Dominasi tersebut tidak cukup untuk memberi keunggulan nyata.

Babak kedua berjalan lebih seimbang. Arbeloa mencoba mengubah arah pertandingan dengan memasukkan sejumlah pemain berpengalaman demi mengejar gol kemenangan.

2 dari 3 halaman

Pergantian Pemain Berujung Petaka

Pergantian Pemain Berujung Petaka

Reaksi kecewa skuad Real Madrid dalam laga babak 16 besar Copa del Rey antara Albacete vs Real Madrid, 15 Januari 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Di paruh kedua, Alvaro Arbeloa memasukkan empat pemain pengganti, termasuk David Alaba, Eduardo Camavinga, dan Daniel Carvajal. Madrid berupaya menekan demi mencetak gol penentu.

Namun keputusan paling menentukan justru datang dari kubu tuan rumah. Pelatih Albacete, Alberto Gonzalez, melihat dampak langsung dari pergantian pemainnya.

Penyerang pengganti Jefte Betancor mencetak dua gol dalam delapan menit terakhir pertandingan. Gol-gol tersebut mengapit gol penyama dari Gonzalo Garcia, memastikan kemenangan bersejarah Albacete dan tiket ke perempat final.

Kekalahan ini terasa semakin menyakitkan bagi Madrid. Albacete saat ini berada di posisi ke-17 Segunda Division, dan kemenangan ini menjadi yang pertama bagi mereka atas klub peraih 15 gelar Liga Champions tersebut.

3 dari 3 halaman

Awal Era Arbeloa Penuh Tanda Tanya

Arbeloa ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid setelah kepergian Xabi Alonso pada Senin lalu. Pada laga ini, ia harus bermain tanpa Kylian Mbappe, Rodrygo, dan gelandang Inggris Jude Bellingham.

Meski demikian, hasil ini tetap dianggap sebagai pukulan berat. Kekalahan dari tim papan bawah kasta kedua dinilai sangat mencolok dan memperbesar sorotan terhadap keputusan klub menunjuk Arbeloa.

Sebagian fans disebut merasa bingung sejak awal dengan penunjukan tersebut, terutama terkait minimnya pengalaman kepelatihan senior. Kekalahan ini disebut hanya memperkuat keraguan tersebut.

Alih-alih membuka era barunya dengan hasil positif, masa kepemimpinan Arbeloa dimulai dengan kebingungan dan frustrasi. Kesabaran yang mungkin diharapkannya dari para pendukung Madrid disebut langsung terkikis oleh hasil ini.