FOLLOW US:


Final ke-9 Sebagai Pelatih Madrid, Bagaimana Perasaan Zidane?

11-01-2020 20:27

 | Gia Yuda Pradana

Final ke-9 Sebagai Pelatih Madrid, Bagaimana Perasaan Zidane?
Zinedine Zidane dan trofi Liga Champions © UEFA

Bola.net - Real Madrid akan berhadapan dengan sang rival sekota Atletico Madrid di final Supercopa de Espana 2019/20, Senin (13/1/2020). Laga ini akan digelar di King Abdullah Sports City, Jeddah. Ini akan menjadi final ke-9 Zinedine Zidane sebagai pelatih Madrid.

Bagaimana perasaan Zidane setelah lagi-lagi sukses membawa Madrid ke partai final? Menurutnya, tak ada yang berubah.

Bagi Zidane, ini adalah kesempatan lain untuk kembali mengangkat trofi juara. Dia tak ingin menyia-nyiakannya.

"Tak ada yang berubah," kata Zidane, ketika ditanya tentang perasaannya menatap final ke-9 sebagai pelatih Madrid, seperti dikutip Marca.

"Saya senang tampil di final lagi. Real Madrid ada untuk laga-laga seperti ini, dan sekarang kami di sini."

1 dari 2

Zidane dan Final

Zidane belum pernah merasakan kekalahan di partai final, dengan kemenangan sempurna pada delapan final bersama Los Blancos. Artinya, Zidane adalah jagonya membawa Madrid menjuarai kompetisi, entah Liga Champions atau Supercopa.

Di era pertamanya melatih Madrid, Zidane meraih dua trofi pada musim 2016/17 dan pernah menjuarai Liga Champions dalam tiga musim beruntun selama dua setengah tahun.

Ketika kembali ke Madrid musim lalu, Zidane menerima segudang masalah. Kini, dia berhasil mengembalikan kepercayaan diri dan performa terbaik Sergio Ramos dkk.

Zidane tahu cara terbaik mengeluarkan kekuatan Madrid, bahkan sejak ditinggal Cristiano Ronaldo.

2 dari 2

Tekanan di final?

Zidane sudah membawa Madrid memenangi final Supercopa de Espana 2017, Liga Champions 2015/16, 2016/17, 2017/18, UEFA Super Cup 2016 dan 2017, serta Piala Dunia Antarklub FIFA 2016 dan 2017.

"Tak ada tekanan yang lebih besar dibandingkan final-final lainnya, tapi kami datang ke sini untuk menang," tegas Zidane.

Sumber: Marca

Menurut Bolaneters, akankah Zidane kembali membawa Madrid juara di final? Suarakan pendapat kalian lewat kolom komentar di bawah ini.