
Bola.net - Media Spanyol baru-baru ini dihebohkan dengan kontroversi yang menyangkut nama bek Barcelona, Gerard Pique. Diduga, perusahaan Pique meraup untung besar dengan membawa Supercopa de Espana ke Arab Saudi.
Perkembangan Supercopa beberapa tahun terakhir memang mengundang tanda tanya besar. Pada tahun 2020, turnamen antara para juara Spanyol ini justru dimainkan di negara lain, tepatnya di Arab Saudi.
Format turnamen juga berubah. Sebelumnya hanya mempertemukan juara La Liga dengan juara Copa del Rey di musim sebelumnya, kini diikuti oleh empat tim dengan format semifinal.
Tentu perubahan format ini dilakukan hanya demi uang dan pada akhirnya justru para pemain yang dirugikan. Lantas, kenapa nama Pique disebut-sebut?
Bocoran dari El Confidencial
Media Spanyol, El Confidencial, baru saja merilis sejumlah dokumen dan file audio yang diklaim sebagai rekaman diskusi antara Pique dengan presiden federasi sepak bola Spanyol, Luis Rubiales.
Dua nama top itu diduga sudah mulai berdiskusi sepanjang tahun 2019 untuk mengupayakan agar Supercopa bisa dimainkan di Arab Saudi. Tanpa kendala berarti, kesepakatan ini akhirnya dicapai pada 15 September 2019.
Salah satu rekaman audio yang dirilis El Confidencial diduga sebagai suara Rubiales yang menelepon Pique, yaitu:
"Geri [Pique], selamat. Dan saya tidak mengacu pada pertandingan kemarin atau gol Anda [Pique membantu Barca mengalahkan Valencia]. Maksud saya, ini sudah lewat jam 12 malam dan dengan demikian kesepakatan dengan Arab Saudi sudah tuntas. Terima kasih untuk semuanya saya di sini untuk apa pun yang kau butuhkan."
Perusahaan Pique dapat keuntungan

Mengutip Mirror, ternyata Pique ikut berperan melalui perusahaannya, Kosmos Holding. Bek Barcelona itu menjabat sebagai presiden perusahaan.
Diduga Kosmos membantu membawa Supercopa ke Arab Saudi. Menurut laporan El Confidencial, Rubiales memberi lampu hijau untuk format baru kompetisi dan mengizinkan Pique untuk mencari sponsor yang mau membiayai kompetisi.
Pique lalu berinisiatif mengajukan Arab Saudi kepada Rubiales. Arab Saudi siap membayar mahal asal pertandingan bisa dimainkan di negara mereka.
Awalnya Real Madrid menolak proposal tersebut karena harus bermain di Arab Saudi. Los Blancos lebih tertarik bermain Di Amerika Serikat karena punya basis fans besar di sana.
Rayuan dan keuntungan Pique
Penolakan awal Real Madrid itu tidak membuat Pique menyerah. Masih menurut laporan yang sama, Pique ternyata berulang kali bernegosiasi untuk mendapatkan persetujuan Madrid.
Federasi sepak bola Spanyol lantas mencapai kesepakatan dengan promotor Arab Saudi untuk menyelenggarakan Supercopa di negara tersebut selama enam tahun
Diduga federasi sepak bola Spanyol mendapatkan suntikan dana 40 juta euro per tahun selama enam tahun. Perusahaan Pique, Kosmos, mendapatkan bonus 4 juta euro per tahun atau total 24 juta euro (370 miliar rupiah).
Jika laporan ini terbukti benar, nama baik Pique bisa tercoreng. Dia berulang kali memprotes liga karena jadwal yang tidak masuk akal dan membuat pemain bepergian untuk kompetisi, tapi ternyata perusahaannya ikut bermain di balik layar.
Sumber: El Confidencial, Marca, Mirror
Jangan lewatkan ini Bolaneters!
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 7 Juni 2026 20:03Klasemen Pembalap MotoGP 2026
-
Otomotif 7 Juni 2026 20:03Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
spanyol 6 Juni 2026 16:05Lamine Yamal Raih Pemain Terbaik La Liga 2025/2026
-
spanyol 6 Juni 2026 16:00Agen Jurgen Klopp Buka Suara soal Rumor ke Real Madrid
SOROT
-
Liputan6 7 Juni 2026 19:39Orang Tua Siswi Sekolah Rakyat Menangis di Hadapan Prabowo
-
Liputan6 7 Juni 2026 17:00Cita-Cita Siswa Sekolah Rakyat Ingin jadi Menteri Pendidikan
-
Liputan6 7 Juni 2026 15:22Prabowo Beri Arahan Khusus ke Seskab Teddy soal Sekolah Rakyat
-
Liputan6 7 Juni 2026 15:00Prabowo: Banyak Orang Berhasil Berasal dari Keluarga Miskin
MOST VIEWED
Setelah Konate dan Dumfries, Jose Mourinho Bidik Bek Arsenal untuk Lengkapi Revolusi Lini Pertahanan Real Madrid
Revolusi Real Madrid: Rencana Besar Setelah Musim Bencana
Gelandang Barcelona 95 Persen ke Monaco, Transfer bakal Rampung Pekan Ini
Real Madrid Segera Resmikan Dumfries, tapi Belum Selesai Belanja: 3 Nama Ini Layak Jadi Prioritas
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7997408/original/031230300_1780835969-IMG-20260607-WA0121.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7995288/original/048154000_1780833479-IMG-20260607-WA0119.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7988291/original/010365700_1780826023-Siswa_Prabowo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7980310/original/037480300_1780817497-Prabowo_Pidato_Tabanan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7969192/original/061629100_1780806063-Prabowo_Sekolah_Bali.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7980275/original/000029900_1780817477-Prabowo_Tabanan.jpeg)
