Kontroversi Real Madrid vs Girona: Komite Wasit Akui Kesalahan, Sebut Mbappe Harusnya Dapat Penalti, tapi Bela Keputusan VAR

Bola.net - Komite Teknis Wasit (CTA) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait insiden yang melibatkan Kylian Mbappe di laga Real Madrid vs Girona. Saat itu, Mbappe yang sedang merangsek di kotak penalti terjatuh setelah terlibat kontak dengan bek Girona, Sabtu 11 April 2026.
Banyak pihak merasa pelanggaran Victor Reis terhadap bintang Prancis itu seharusnya berbuah tendangan dari titik putih. Namun, wasit Javier Alberola Rojas memilih untuk melanjutkan jalannya pertandingan tanpa adanya intervensi.
Melalui program 'Tiempo de Revision', CTA mengakui adanya kesalahan dalam penilaian di atas lapangan hijau tersebut. Namun, pengakuan ini disertai dengan catatan khusus yang cukup menarik untuk dibahas lebih lanjut bagi para penggemar.
Penjelasan ini bertujuan untuk meredakan suasana yang sempat memanas di kalangan pendukung Los Blancos belakangan ini. Mereka merasa dirugikan oleh keputusan wasit yang dianggap tidak konsisten selama jalannya laga yang sangat krusial tersebut.
Pengakuan Kesalahan dengan Catatan Khusus
📺 Tiempo de Revisión
— RFEF (@rfef) April 14, 2026
🎬 𝗣𝗿𝗼𝗴𝗿𝗮𝗺𝗮 𝟮𝟴
ℹ️ https://t.co/VHx8W3pLnE#ArbitrajeRFEF | @CTARFEF pic.twitter.com/pyVn2vrlz9
CTA secara terbuka menyatakan bahwa insiden tersebut memang sangat layak berbuah tendangan penalti. Kontak fisik Victor Reis sudah memenuhi kriteria pelanggaran nyata. Peninjauan ulang dilakukan melalui rekaman video yang sangat mendalam dari berbagai sudut pandang kamera.
Meski mengakui kesalahan, komite wasit memberikan pembelaan terhadap posisi awal wasit utama yang memimpin laga. Mereka menilai keputusan tersebut masih berada dalam ranah interpretasi subjektif seorang pengadil saat sedang berada di lapangan.
"CTA menganggap tindakan tersebut dapat dipahami sebagai kecerobohan karena lengan bek akhirnya membentur wajah penyerang dalam duel tersebut," tulis pernyataan resmi Komite Teknis Wasit.
"Bek memukul wajah pemain secara tidak sengaja demi memenangkan ruang, sehingga menurut pendapat kami tindakan ini bisa dihukum penalti," tambah pihak CTA dalam penjelasannya.
Alasan VAR Tidak Melakukan Intervensi

Salah satu hal yang paling dipertanyakan adalah mengapa petugas VAR tidak memanggil wasit ke layar monitor. Publik merasa teknologi tersebut seharusnya bisa memperbaiki keputusan keliru yang diambil secara langsung di depan mata.
Komite wasit menjelaskan bahwa protokol VAR memiliki batasan ketat dalam mengubah keputusan wasit di atas lapangan. Intervensi hanya boleh dilakukan jika terjadi kesalahan yang sangat nyata dan juga tidak terbantahkan oleh bukti apa pun.
"Karena ini merupakan tindakan interpretatif di mana tidak terlihat kesalahan yang jelas dan nyata, VAR bertindak dengan benar dengan tidak melakukan intervensi," jelas CTA.
"Sesuai protokol, tinjauan hanya dilakukan jika terdapat bukti tak terbantahkan yang memungkinkan koreksi atas keputusan yang jelas-jelas salah," tegas pernyataan tersebut.
Penjelasan Sederhana CTA Mengenai Insiden Mbappe

Secara sederhana, komite menjelaskan bahwa bek Girona memang ceroboh karena tangannya mengenai wajah Mbappe saat berebut bola. Kejadian itu membuat Mbappe terjatuh dan kehilangan kesempatan emas untuk mencetak gol ke gawang lawan. Gerakan tangan tersebut dianggap menghalangi laju pemain yang sedang menguasai bola di area penalti.
Namun karena wasit di lapangan sudah melihat langsung dan menganggap itu cuma tabrakan biasa, VAR dilarang ikut campur. Aturan menyatakan VAR hanya boleh protes kalau wasit benar-benar melakukan kesalahan yang sangat memalukan atau fatal. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa monitor di pinggir lapangan tidak digunakan sama sekali.
Meski ada kesalahan yang diakui, Javier Alberola Rojas tetap dipercaya memimpin laga final Copa del Rey akhir pekan ini. Penunjukan tersebut adalah bentuk apresiasi atas performa apiknya sepanjang musim ini di kompetisi Liga Spanyol. Pihak komite menganggap kesalahan pada laga Madrid tidak masuk kategori pelanggaran berat yang harus dihukum.
Laga final antara Real Sociedad melawan Atletico Madrid akan menjadi pembuktian besar bagi integritas sang pengadil. Semua mata tentu akan tertuju pada setiap keputusan yang diambil oleh wasit asal Castilla-La Mancha tersebut nanti. Harapannya, pertandingan besar di La Cartuja tersebut bisa berjalan dengan adil tanpa adanya kontroversi tambahan yang merugikan.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 12 September 2026 13:00Raphinha Ingin Bertahan di Barcelona dan Bawa Klub Raih Kesuksesan Lebih Besar
-
Liga Spanyol 12 September 2026 08:55Jose Mourinho Bela Vinicius Junior usai Dicemooh Fans Real Madrid
-
Liga Spanyol 12 September 2026 06:35Lamine Yamal Cetak Sejarah, Jadi Kapten Termuda Barcelona
-
Liga Spanyol 12 September 2026 06:05Gacor di Barcelona, Raphinha Terpilih sebagai Pemain Terbaik La Liga Agustus 2026
-
Liga Spanyol 12 September 2026 04:30Kylian Mbappe Kritik Meme Dirinya sebagai Diktator
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 12 September 2026 13:00Raphinha Ingin Bertahan di Barcelona dan Bawa Klub Raih Kesuksesan Lebih Besar
-
Liga Inggris 12 September 2026 12:28Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 12-15 September 2026
-
Liga Inggris 12 September 2026 12:25Man Utd vs Man City: 6 Hal yang Bisa Menentukan Hasil Manchester Derby
-
Liga Inggris 12 September 2026 11:50Michael Carrick Beri Kabar Terbaru Kondisi Luke Shaw Jelang Derby Manchester
-
Liga Italia 12 September 2026 11:15Ruben Amorim Pastikan Christian Pulisic Kembali Bela AC Milan Lawan Lazio
-
Liga Inggris 12 September 2026 10:40Elliot Anderson Klaim Man City Raja Manchester, Begini Jawaban Michael Carrick
BERITA LAINNYA
-
spanyol 12 September 2026 13:00Raphinha Ingin Bertahan di Barcelona dan Bawa Klub Raih Kesuksesan Lebih Besar
-
spanyol 12 September 2026 08:55Jose Mourinho Bela Vinicius Junior usai Dicemooh Fans Real Madrid
-
spanyol 12 September 2026 06:35Lamine Yamal Cetak Sejarah, Jadi Kapten Termuda Barcelona
-
spanyol 12 September 2026 06:05Gacor di Barcelona, Raphinha Terpilih sebagai Pemain Terbaik La Liga Agustus 2026
-
spanyol 12 September 2026 04:30Kylian Mbappe Kritik Meme Dirinya sebagai Diktator
-
spanyol 11 September 2026 23:11Barcelona Belum Siapkan Laga Penghormatan untuk Lionel Messi, Hubungan Masih Retak
SOROT
-
Liputan6 12 September 2026 11:55Kasus Siswa Pati Tumbang Usai Santap MBG, Pengelola Dapur Diperiksa
-
Liputan6 12 September 2026 09:26Menko Airlangga Dampingi Presiden Prabowo Hadiri KTT ke-18 BRICS
-
Liputan6 12 September 2026 09:11Prabowo Tiba di India, Bawa Agenda Strategis di BRICS
-
Liputan6 12 September 2026 06:00Kemenkes: Siswa yang Diduga Gangguan Ingatan Usai Makan MBG Dirujuk ke RSCM
-
Liputan6 12 September 2026 00:58Nyala Lilin dan Harapan untuk 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda
-
Liputan6 12 September 2026 00:52Makam Warga Jadi Rawa Limbah, Akses TPA Cikundul Diblokir
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344144/original/083612300_1788937180-IMG-20260909-WA0063_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346546/original/018136700_1789179406-Presiden_Prabowo_hadiri_BRICS_2026-12_September_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346544/original/042345300_1789178968-1fca3f28-7271-498b-818d-6406418694a6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4359647/original/055112700_1678885951-olga-kononenko-98__MsKaUsI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346490/original/051079400_1789149545-455247.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346483/original/048811000_1789149137-454956.jpg)

