Meskipun Nggak Ada Lagi Messi-Ronaldo, Ini Alasan La Liga 2022-2023 Tetap Menarik untuk Ditonton

Asad Arifin | 12 Agustus 2022 11:21
Logo La Liga (c) La Liga

Bola.net - Setelah kepergian Cristiano Ronaldo dari Real Madrid, banyak yang menilai La Liga sudah tidak menarik. Hal ini juga makin diperkuat dengan menyusulnya kepindahan Lionel Messi ke PSG.

Mereka menganggap hal yang paling menarik dari La Liga adalah rivalitas kedua pemain terbaik di dunia tersebut. Tanpa mereka, laga paling sensasional el clasico mulai kehilangan pamornya.

Bagaimana tidak, sembilan tahun sudah kita merasakan rivalitas Ronaldo-Messi saat laga el clasico. Rivalitas itu bahkan menjalar ke karier individual mereka seperti raihan Ballon d'or, penghargaan individu hingga prestasi timnas masing-masing.

Namun kehilangan Ronaldo-Messi bukan berarti menjadi akhir bagi La Liga. Pasalnya klub Spanyol sudah banyak berbenah kembali untuk meramaikan La Liga. Bibit-bibit pemain bintang juga banyak bertebaran di klub Spanyol.

La Liga musim 2022/2023 tetap menarik. Berikut alasan La Liga masih menarik untuk ditonton.

1 dari 5 halaman

Real Madrid Sudah Tunjukkan Kekuatan

Trio gelandang Real Madrid, Luka Modric, Casemiro, dan Toni Kroos saat menjuarai Piala Super Eropa 2022, Kamis (11/8/2022) (c) AP Photo

Kehadiran Ronaldo di Real Madrid memang mendatangkan banyak peningkatan. Namun kehilangan Ronaldo bukan berarti membuat Real Madrid menjadi lemah.

Gelar juara Liga Champions musim lalu menjadi bukti ketangguhan Los Blancos tanpa Ronaldo. Real Madrid kembali menambah pundi-pundi trofinya setelah mengalahkan Eintracht Frankfurt di ajang Piala Super Eropa tengah pekan lali.

Real Madrid juga mulai memperdalam skuat yang ada dengan mendatangkan pemain baru. Sejauh ini Real Madrid telah mendatangkan Antonio Rudiger mantan bek tengah Chelsea dan Aurelien Tchouameni yang masih menjadi rekor transfer musim ini sebesar 80 juta euro.

2 dari 5 halaman

Revolusi Barcelona

Skuad Barcelona merayakan gol Robert Lewandowski ke gawang Pumas, laga pramusim 2022 (c) AP Photo

Musim ini Barcelona sudah memulai revolusinya. Presiden Barcelona yang baru, Joan Laporta merombak banyak aspek pasca ditinggalkan presiden sebelumnya, Josep Maria Bartomeu.

Saat ini Barcelona yang ditangani Xavi Hernandez kembali menjadi klub yang menakutkan di Eropa. Xavi aktif mendatangkan pemain incarannya untuk mengarungi La Liga musim ini.

Sejauh ini nama-nama seperti Robert Lewandowski, Raphinha, Franck Kessie, Jules Kounde, dan Andreas Christensen sudah bergabung Barcelona. Beberapa pemain di luar rencana juga sudah hengkang dari Camp Nou. Ousmane Dembele yang sempat dikabarkan hengkang juga sudah menekan kontrak baru.

Revolusi Barcelona musim ini langsung terasa pada tur pramusim. Saat itu terdapat satu laga el clasico yang dilaksanakan di Amerika Serikat. Barcelona era Xavi mengalahkan Real Madrid lewat gol roket pemain baru, Raphinha.

3 dari 5 halaman

Atletico Madrid, Sang Pengusik Kemapanan

Striker Atletico Madrid, Alvaro Morata (c) Atletico Madrid

Berbicara La Liga tentu saja bukan hanya rivalitas antara Barcelona dan Real Madrid saja. Kota Madrid juga punya klub tak kalah hebat selain Real Madrid yakni Atletico Madrid.

Atletico Madrid bukanlah klub yang patut diremehkan di La Liga. Musim 2020/2021 Atletico bahkan keluar sebagai juara La Liga. Atletico juga menjadi klub yang konsisten berada di tiga besar La Liga.

Bahkan di musim 2017/2018 dan musim 2018/2019 Atletico berhasil mengungguli rival sekota mereka Real Madrid dengan menempati posisi kedua. Di Eropa, Atletico juga menjadi salah satu tim unggulan yang berjalan jauh di Liga Champions.

Konsistensi Atletico sebagai tim besar semakin terasa dibawah asuhan Diego Simeone. Simeone juga sedang memperkuat Atletico untuk menghadapi musim ini dengan mendatangkan pemain baru. Sementara ini nama Axel Witsel, Nahuel Molina, dan Samuel Lino sudah bergabung Atletico.

4 dari 5 halaman

Sulit Menentukan Tim di Luar Dua Besar

Skuad Real Betis merayakan gol di markas Barcelona, Sabtu (4/12/2021) (c) AP Photo

Selain rivalitas Barcelona-Real Madrid serta gangguan besar dari Atletico Madrid, La Liga juga masih memiliki banyak tim kuat lainnya. Beberapa diantaranya bahkan berkiprah baik di kompetisi Eropa.

Sevilla menjadi contoh yang pas sebagai klub kejutan La Liga. Mereka selalu konsisten membayangi tiga tim papan atas La Liga dengan berada di lima besar. Di Eropa, Sevilla juga sukses meraih empat gelar Liga Europa dalam satu dekade ke belakang.

Selain Sevilla, Villarreal juga menjadi tim penuh kejutan. Finish di posisi tujuh musim lalu, Villarreal bahkan sanggup menyingkirkan tim unggulan Liga Champions Bayern Munchen musim lalu.

Selain itu masih ada Real Betis yang kembali menemukan performa terbaiknya dengan finish di posisi lima klasemen akhir musim lalu. Valencia juga siap mengganggu dengan Gennaro Gattuso sebagai pelatih anyar mereka.

(Bola.net/Ahmad Daerobby)

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR