6 Pelajaran Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2020: Kejutan Rian, Stamina Jadi Kendala

Dimas Ardi Prasetya | 10 Desember 2021 06:59
Evan Dimas merayakan golnya ke gawang Kamboja, Kamis (9/12/2021) (c) Dok. AFF Cup 2020

Bola.net - Timnas Indonesia berhasil memetik poin penuh di laga lawan Kamboja di Bishan Stadium, Kamis (09/12/2021) malam WIB.

Indonesia menjalani laga perdananya di Grup B Piala AFF 2020. Sementara bagi Kamboja ini adalah pertandingan keduanya setelah melawan Malaysia.

Skuat asuhan Shin Tae-yong tampil apik di babak pertama. Mereka mampu unggul tiga gol lebih dahulu melalui brace Rachmat Irianto dan Evan Dimas.

Kamboja sempat memperkecil ketertinggalan melalui Yue Safy. Namun Ramai Rumakiek bisa memperlebar keunggulan Indonesia dengan golnya di awal babak kedua.

Sayangnya Kamboja bisa mencetak satu gol lagi melalui Prak Mony Udom. Utungnya itu gol terakhir lawan dan Indonesia pun menang 4-2 di laga ini.

Berikut sejumlah pelajaran yang bisa dipetik dari pertandingan tersebut.

1 dari 6 halaman

Kejutan dari Rian

Jangkar Timnas Indonesia, Rachmat Iriyanto (c) Bola.net/Vitalis Yogi Trisna

Rachmat Irianto dipercaya menjadi starter di laga ini. Itu tak mengejutkan karena sebelumnya di sejumlah laga uji coba, ia memang selalu dipercaya Shin Tae-yong bermain di skuatnya sebagai gelandang bertahan.

Performa Rian, sapaan akrab Rachmat Irianto, sebelumnya sempat mendapat kritikan dari netizen. Namun pemain berusia 22 tahun tersebut mampu menjawab semua kritikan yang dialamatkan padanya dengan penampilan ciamik di laga lawan Kamboja ini.

Rian tak cuma mampu melapis lini pertahanan dengan solid. Namun ia juga memberikan kejutan dengan mencetak dua gol sekaligus bagi Timnas Indonesia.

Kedua gol itu semuanya identik. Dari sepak pojok dan disundul di tiang dekat.

Menarik untuk melihat performanya di laga-laga berikutnya di Piala AFF 2020 ini.

2 dari 6 halaman

Penampilan Ryuji

Ryuji Utomo (c) Bola.com/Vitalis Yogi Trisna

Ryuji Utomo menjadi starter di pertandingan ini. Dengan bekal pengalamannya bermain di Thailand dan Malaysia, ekspektasi tinggi tentu dialamatkan pada bek 26 tahun tersebut.

Sayangnya penampilan Ryuji terlihat kurang meyakinkan. Ia terlihat cukup kerepotan menghadapi speed penyerang Kamboja.

Ryuji juga ikut andil dalam terciptanya gol pertama Kamboja. Clearance-nya yang tak sempurna malah menghasilkan sepak pojok, yang kemudian dikonversi menjadi gol oleh Yue Safy.

Pada akhirnya, Ryuji pun ditarik keluar di awal babak kedua dan digantikan oleh Victor Igbonefo. Semoga saja ke depannya ia cepat berbenah dan bisa tampil lebih solid lagi.

3 dari 6 halaman

Masalah Set Piece

Bek Timnas Indonesia, Pratama Arhan (kanan) berduel dengan penyerang Timnas Kamboja, Sieng Chanthea (Kiri), Kamis (9/12/2021) (c) Dok.PSSI

Timnas Indonesia kebobolan dua gol di laga ini. Kedua gol itu punya satu kemiripan.

Semuanya berasal dari set piece. Namun untuk gol kedua sedikit bisa dimaklumi karena bola berbelok arah usai membentur pagar betis.

Yang perlu menjadi perhatian adalah gol pertama Kamboja. Dari sepak pojok, Yue Safy bisa leluasa untuk menanduk bola di tiang dekat tanpa kawalan.

Indonesia memang sebelumnya bermasalah dengan set piece. Masalah ini harus segera dibenahi agar nantinya tak menjadi sumber gol lawan, utamanya saat menghadapi Malaysia dan Vietnam.

4 dari 6 halaman

Start yang Menjanjikan

Evan Dimas merayakan golnya ke gawang Timnas Kamboja, Kamis (9/12/2021) (c) Dok. PSSI

Timnas Indonesia mencatatkan start yang apik di pertandingan melawan Kamboja ini. Mereka melakukan pressing tinggi.

Ini membuat Kamboja tak berkutik. Mereka jadi tak bisa menampilkan permainan seperti yang mereka tunjukkan saat melawan Malasia.

Indonesia bahkan mendapat sejumlah kans mencetak gol, selain tiga gol yang dicetak oleh Rachmat Irianto dan Evan Dimas. Sayangnya skuat Garuda tak bisa mempertahankan performanya tersebut.

Meski demikian, ini adalah sinyal yang positif. Para pemain tampaknya mulai bisa memahami taktik yang diinginkan oleh Shin Tae-yong.

Ke depannya, Timnas Indonesia kemungkinan bisa tampil lebih ciamik lagi. Namun dengan catatan Shin Tae-yong terus duduk di kursi pelatih skuat Garuda.

5 dari 6 halaman

Stamina Jadi PR

Striker Timnas Indonesia, Ezra Walian (kiri) berduel dengan Sieng Chanthea (Kanan), Kamis (9/12/2021) (c) Dok. PSSI

Seperti disebut sebelumnya, Timnas Indonesia tampil apik di babak pertama. Demikian juga dengan di awal-awal babak kedua.

Namun setelah itu performa mereka merosot. Kamboja pun bisa mengembangkan permainannya.

Hal ini tak lepas dari stamina para pemain yang tampak kedodoran. Pemain seperti Evan Dimas, Ricky Kambuaya, dan Ezra Walian mulai kesulitan melakukan pressing pada lawan.

Hal ini juga membuat passing para pemain jadi ambyar. Bola pun mudah direbut oleh lawan.

Hal ini tentu menjadi PR besar bagi Shin Tae-yong. Masalah tersebut bisa menjadi berbahaya apabila Timnas Indonesia nanti bertemu tim macam Malaysia dan Vietnam.

6 dari 6 halaman

Menunggu Egy dan Baggott

Timnas Indonesia - Ilustrasi Piala AFF, Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, Elkan Baggott, Asnawi Mangkualam, Syahrian Abimanyu. (c) Bola.com/Adreanus Titus

Di laga ini, Timnas Indonesia tak bisa memainkan beberapa pemain yang digadang-gadang menjadi pemain inti. Di antaranya adalah Egy Maulana Vikri dan Elkan Baggott.

Egy masih belum dilepas oleh FK Senica. Sementara Baggott sudah merapat ke Singapura namun masih diistirahatkan oleh Shin Tae-yong.

Hal ini tentu disayangkan. Namun bisa menjadi hal yang menguntungkan. Sebab lawan tentu tak akan bisa mengamati seperti apa permainan Indonesia nanti saat diperkuat Egy dan Baggott.

Egy sendiri kemungkinan baru akan bisa main lawan Vietnam pada 15 Desember 2021. Sementara Baggot mungkin akan bisa main melawan Laos pada 12 Desember 2021 nanti.

Timnas Indonesia sendiri menunjukkan penampilan yang menjanjikan saat melawan Kamboja. Bisa jadi dengan dengan hadirnya Egy dan Baggott, performa Skuat Garuda nanti akan lebih garang.

(Bola)

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR