FOLLOW US:


Ada Lilipaly, Ini 5 Pemain Naturalisasi yang Diabaikan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

28-07-2020 08:56

 | Aga Deta

Ada Lilipaly, Ini 5 Pemain Naturalisasi yang Diabaikan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia
Stefano Lilipaly © Bola.com/Vitalis Yogi Trisna

Bola.net - Pemain naturalisasi sekarang tidak banyak mendapat tempat di Timnas Indonesia. Di era pelatih Shin Tae-yong, jumlahnya kini hanya tersisa satu nama saja.

Adalah Ilija Spasojevic, pemain naturalisasi yang masih mampu memukau Shin Tae-yong. Penyerang asal Montenegro tersebut menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada pertengahan 2017.

Shin Tae-yong memanggil Spaso, panggilan karib Spasojevic, untuk pemusatan latihan Timnas Indonesia di Jakarta pada 1 Agustus 2020.

Pada pemusatan latihan sebelumnya, Februari 2020, atau pada kesempatan pertamanya melatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong sempat mencantumkan Stefano Lilipaly. Namun, gelandang Bali United tersebut diabaikannya untuk TC kali ini.

Padahal, setahun belakangan, pesona pemain naturalisasi begitu mewarnai Timnas Indonesia. Terutama di era Simon McMenemy sebagai pelatih.

Pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia yang berlangsung pada tahun lalu saja, Simon McMenemy memanggil enam pemain naturalisasi. Keenamnya adalah Alberto Goncalves, Osas Saha, Greg Nwokolo, Stefano Lilipaly, Otavio Dutra, dan Victor Igbonefo.

Siapa saja para pemain naturalisasi menjanjikan yang diabaikan Shin Tae-yong untuk skuad Timnas Indonesia saat ini? Berikut lima di antaranya:

1 dari 5

Stefano Lilipaly

Siapa pun pelatihnya, Stefano Lilipaly adalah pemain nomor 10 Timnas Indonesia. Tradisi ini telah berlaku sejak gelandang berusia 30 tahun itu masih beredar di Belanda pada 2016 dan kembali ke Tanah Air untuk bergabung dengan Bali United pada pertengahan 2017.

Entah sebagai gelandang serang atau penyerang lubang, Lilipaly hampir selalu menghiasi starting XI Timnas Indonesia.

Bahkan ketika Shin Tae-yong menggelar TC pertamanya dengan Timnas Indonesia pada Februari 2020, sosok Lilipaly masih nongol.

Keputusan Shin Tae-yong menepikan pemain kelahiran Arnhem, Belanda, itu dalam TC kali ini terbilang mengejutkan. Performa gelandang naturalisasi asal Belanda itu tidak jelek-jelek amat selama berseragam Timnas Indonesia. Pemain naturalisasi asal Belanda itu tampil dalam 27 pertandingan sejak 2016 dengan mengukir tujuh gol.

Namun, mengacu dari karakter gelandang yang dipanggil ke TC Timnas Indonesia, Shin Tae-yong terlihat tidak membutuhkan tenaga Lilipaly, yang kerap berperan sebagai gelandang serang, winger maupun penyerang lubang. Sebab, di posisi itu, telah diisi oleh pemain yang lebih segar semodel Adam Alis dan Egy Maulana Vikri.

Lilipaly telah lama menanggalkan paspor Belanda untuk menjadi WNI. Pemain kelahiran Arnhem, Belanda, itu resmi dinaturalisasi sejak Oktober 2011.

2 dari 5

Alberto Goncalves

Benarkah pintu Timnas Indonesia sudah tertutup bagi Alberto Goncalves? Selama dilatih oleh Shin Tae-yong, jawabannya adalah ya.

Sejak Shin Tae-yong mengambil alih Timnas Indonesia pada Desember 2019, Beto, panggilan Alberto, tidak pernah lagi masuk ke skuat. Padahal, penyerang Madura United ini berstatus pemain tersubur Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 dengan dua gol.

Pada usia yang akan menginjak kepala empat pada tahun ini, penyerang asal Belem, Brasil, ini masih menggigit. Dalam 30 penampilan untuk Madura United selama dua musim belakangan, pemain naturalisasi asal Brasil itu mampu mengukir 21 gol.

Untuk Shopee Liga 1 musim ini, Beto tercatat sebagai pemain yang garang. Mantan pemain Sriwijaya FC ini membukukan tiga gol, hanya tertinggal satu gol dari top scorer sementara, Wander Luiz.

Beto menjadi WNI pada Februari 2018 setelah bermukim di Tanah Air sejak 2009.

3 dari 5

Ezra Walian

Polemik status kewarganegaraan Ezra Walian di FIFA seolah tak berujung. Penyerang naturalisasi berdarah Belanda itu masih dilarang bertanding di kancah internasional.

Awal kasus Ezra Walian bermula ketika sang pemain tidak bisa didaftarkan Timnas Indonesia U-23 di Kualifikasi Piala AFC U-23 2020 pada Maret 2019.

Dalam data FIFA, pemain berusia 22 tahun itu masih terbentur regulasi lantaran pernah membela Belanda U-15, U-16, dan U-17 sebelum mengubah kewarganegaraanya menjadi Indonesia.

Saat akan didaftarkan Timnas Indonesia U-23 di Kualifikasi Piala AFC U-23 2020, FIFA menerima memorandum dari Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) karena pernah berkostum Belanda level usia.

Alhasil, penyerang PSM Makassar untuk sementara tidak dapat memperkuat Timnas Indonesia, baik senior maupun U-22. Namun, Ezra dapat tampil di Shopee Liga 1.

Ezra lahir di Amsterdam, Belanda. Jebolan Jong Ajax tersebut memilih menjadi WNI pada 2017.

4 dari 5

Greg Nwokolo

Greg Nwokolo masih dapat kesempatan membela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022, tahun lalu. Penyerang Madura United itu dipanggil Simon untuk melawan Malaysia dan Thailand.

Greg, yang lahir di Onitsha, Nigeria, pada 3 Januari 1986, mengantungi paspor Indonesia pada Oktober 2011. Mantan pemain Persija Jakarta ini telah berkiprah di Tanah Air sejak 2006.

Pintu Timnas Indonesia sepertinya telah tertutup untuk Greg. Pasalnya, Shin Tae-yong lebih menyukai wajah segar di posisinya. Sebagai winger, penampilan Greg yang telah berusia 34 tahun, mulai menurun.

5 dari 5

Victor Igbonefo

Nama Victor Igbonefo masih menghiasi daftar nama Timnas Indonesia pada tahun lalu. Namun, bek berusia 34 tahun tersebut tidak dilirik oleh Shin Tae-yong.

Dua kali Shin Tae-yong menggelar pemusatan latihan, dua kali pula pemain kelahiran Enugu, Nigeria, ini diabaikan oleh pelatih asal Korea Selatan itu.

Igbonefo mendapatkan pasposr Indonesia pada Oktober 2011. Namun, jumlah penampilannya bersama Timnas Indonesia dapat dihitung dengan jari.

Menurut catatan Soccerway, bek Persib Bandung ini baru mencatatkan sembilan laga bersama Timnas Indonesia level senior.

Disadur dari: Bola.com/Penulis Muhammad Adiyaksa/Editor Benediktus Gerendo Pradigdo

Published: 28 Juli 2020