FOLLOW US:


Buat Kesalahan, PSSI Anggap Cemoohan kepada Andritany Ardhiyasa Sebagai Risiko

11-09-2019 07:41

 | Aga Deta

Buat Kesalahan, PSSI Anggap Cemoohan kepada Andritany Ardhiyasa Sebagai Risiko
Penjaga gawang Timnas Indonesia, Andritany tertunduk lesu usai gawangnya dibobol pemain Thailand pada laga Grup G Penyisihan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Indonesia kalah 0-3. © L

Bola.net - Andritany Ardhiyasa membuat kesalahan saat menghadapi Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (10/9/2019). Alhasil, kiper Persija Jakarta itu mendapat cemoohan dari suporter timnas Indonesia ketika kebobolan gol kedua.

Timnas Indonesia terpaksa mengakui kehebatan Thailand dengan tiga gol tanpa balas pada partai kedua Grup G putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.

Cemoohan kepada Andritany mulai terdengar ketika ia menekel gelandang Thailand, Supachok Sarachat, di kotak penalti. Dianggap melanggar, wasit menunjuk titik putih.

Theerathon Bunmathan, yang maju sebagai algojo, berhasil menuntaskan tugasnya dengan sempurna untuk menggenapi keunggulan Thailand menjadi 2-0.

Setelah kejadian itu, Andritany jadi bulan-bulanan kekecewaan suporter Timnas Indonesia. Setiap kali ia menyentuh bola, nada-nada sumbang terdengar dari beberapa sudut SUGBK.

Sebelum menghadapi Thailand, Andritany juga dalam sorotan. Gara-garanya, ia dinilai bermain buruk setelah kebobolan tiga gol saat melawan Malaysia.

1 dari 1

Tak Boleh Antipati

Pemainnya dicemooh oleh pendukung sendiri, PSSI tak membela. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Harian PSSI, Gusti Randa, mengatakan Andritany perlu menerima kritikan imbas kesalahan yang diperbuat.

"Saya lihat, ini konsekuensi. Kami tak boleh menyesali, antipati, ini konsekuensi karena masyarakat maunya kami bermain baik, kami bisa menang. Kalau pun tak bisa menang jangan (melakukan) kesalahan," imbuh Gusti Randa di SUGBK, Selasa (10/9/2019).

"Ini kan penonton karena melihat kesalahannya. Ada yang tidak perlu ditekel, malah ditekel, sehingga masyarakat mencemooh seperti itu," tuturnya.

Disadur dari: Bola.com/Penulis Muhammad Adiyaksa/Editor Aning Jati
Published: 11 September 2019