
Bola.net - Wonderkid, atau pemain muda dengan kemampuan spesial, kerap menjadi sorotan di sebuah turnamen. Ini juga terjadi pada Timnas Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di ajang Piala AFF.
Timnas Indonesia memiliki wonderkid pada setiap edisi Piala AFF. Kita kembali lagi pada edisi 1996, alias pagelaran pertama turnamen tersebut.
Kurniawan Dwi Yulianto yang masih berusia 20 tahun tampil menarik perhatian saat itu. Pria yang dijuluki Si Kurus itu mampu mencetak empat gol sepanjang turnamen. Bersama dengan Peri Sandria, ia menjadi top skorer Timnas Indonesia di Piala AFF 1996.
Kurniawan pun tumbuh menjadi legenda Timnas Indonesia dan legenda Piala AFF. Kurniawan mampu mencetak 13 gol di turnamen antarnegara Asia Tenggara tersebut.
Ia menjadi pemain Indonesia dengan catatan gol terbanyak pada ajang itu. Namun, selain Kurniawan Dwi Yulianto terdapat beberapa wonderkid Timnas Indonesia yang bersinar dalam sejumlah edisi Piala AFF. Berikut ini ulasannya.
Sengatan Zaenal Arief
Timnas Indonesia tak pernah kekurangan striker lokal berkelas di era 1990-an hingga 2000-an. Ketika Bambang Pamungkas dan Kurniawan Dwi Yulianto masih pada era keemasan, muncul sosok Zaenal Arief di Piala AFF 2002.
Saat itu, Arief masih berusia 21 tahun. Ia menunjukkan potensi sengatan yang luar biasa. Total enam gol berhasil dicetak pemain asal Garut, Jawa Barat itu di Piala AFF 2002.
Zenal Arief dibekali skill yang mumpuni. Instingnya dalam mencetak gol pun sudah terasah sejak muda.
Sayangnya, Zaenal Arief gagal tampil konsisten. Ia hanya memiliki 23 caps di Timnas Indonesia dengan 14 gol sepanjang kariernya.
Kejutan Boaz
Berbicara mengenai wonderkid sepak bola Indonesia, rasa-rasanya masih sulit untuk bisa menyaingi cerita Boaz Solossa. Pemain satu ini begitu fenomenal.
Peter Withe tiba-tiba memanggil Boaz ke skuad Piala AFF 2004. Saat itu Boaz bahkan belum lulus SMA dan belum memiliki klub profesional.
Namun, Boaz Solossa menampilkan permainan yang luar biasa. Empat gol berhasil dicetak pemain kelahiran, Sorong, Papua Barat itu.
Jika saja Boaz tidak mendapatkan tekel kejam dari Baihakki Khaizan pada leg pertama partai final, cerita Timnas Indonesia di Piala AFF 2004 sepertinya akan berbeda.
Okto yang Layu Sebelum Berkembang
Okto Maniani menjaga tradisi pemain Papua di Timnas Indonesia pada Piala AFF 2010. Okto yang ketika itu masih berusia 20 tahun tampil begitu apik.
Pemain yang identik dengan kepala plontos itu punya kecepatan. Skill yang ia miliki pun di atas rata-rata.
Namun, Okto layu sebelum berkembang. Ia justru meredup ketika memasuki usia emas sebagai pesepak bola.
Selain itu, Okto pun kerap bermasalah di luar lapangan. Sesuatu yang sangat berkontribusi menghambat perkembangan kariernya.
Evan Dimas Menjanjikan
Piala AFF 2014 akan diingat sebagai satu di antara penampilan terburuk Timnas Indonesia. Skuad Garuda yang berisi banyak nama besar gagal lolos dari fase grup saat itu.
Padahal di Timnas Indonesia ada para pemain bintang seperti Cristian Gonzales, Sergio Van Dijk, Firman Utina, Kurnia Meiga, dan banyak nama lain.
Dari deretan bintang itu, muncul satu pemuda dengan penampilan menjanjikan. Pemuda yang dimaksud adalah Evan Dimas yang saat itu masih berusia 19 tahun.
Evan mencetak satu gol di Piala AFF 2014. Saat ini, Evan masih bermain di level tertinggi sepak bola Indonesia. Meski ia tampak harus bekerja lebih keras lagi untuk bisa kembali ke Timnas Indonesia.
Witan Semakin Komplet
Timnas Indonesia memiliki banyak pemain muda pada Piala AFF 2020. Rataan usia skuad Garuda saat itu bahkan tidak sampai menyentuh angka 24 tahun.
Ada satu pemain muda yang menarik perhatian. Sosok yang dimaksud adalah Witan Sulaeman. Witan tampil apik di sepanjang turnamen dengan mencetak tiga gol.
Witan yang saat itu masih berusia 19 tahun tampil begitu dewasa. Ia berani dan mampu mengambil peran sebagai kreator serangan utama Skuad Garuda.
Witan Sulaeman kembali masuk ke Timnas Indonesia pada Piala AFF 2022. Peran serupa diharapkan kembali hadir dari pemain kelahiran Sulawesi Tengah ini.
Daftar Wonderkid Timnas Indonesia di Setiap Edisi Piala AFF
- Piala AFF 1996: Kurniawan Dwi Yulianto (20 tahun)
- Piala AFF 1998: Uston Nawawi (20 tahun)
- Piala AFF 2000: Bambang Pamungkas (20 tahun)
- Piala AFF 2002: Zaenal Arief (21 tahun)
- Piala AFF 2004: Boaz Solossa (18 tahun)
- Piala AFF 2007: Atep Rizal (21 tahun)
- Piala AFF 2008: Muhammad Roby (23 tahun)
- Piala AFF 2010: Okto Maniani (20 tahun)
- Piala AFF 2012: Andik Vermansyah (21 tahun)
- Piala AFF 2014: Evan Dimas (19 tahun)
- Piala AFF 2016: Hansami Yama (21 tahun)
- Piala AFF 2018: Irfan Jaya (22 tahun)
- Piala AFF 2020: Witan Sulaeman (19 tahun).
Disadur dari: Bola.com/Hery Kurniawan/Rizki Hidayat, 8 Desember 2022
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- 4 Pemain Timnas Indonesia Paling Sering Tampil di Piala AFF: Rekor Fachruddin Aryanto Ngeri!
- Jadwal Lengkap Piala AFF 2022
- Daftar Lengkap Negara Peserta Piala AFF 2022
- 4 Pelatih BRI Liga 1 'Keroyok' Shin Tae-yong, Kompak Protes Pemanggilan Pemain ke Timnas Indonesia!
- Usia Hanyalah Angka, 2 Striker Veteran Ini Masih Layak Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2022
- 3 Pemain yang Bisa Gantikan Sandy Walsh di Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2022
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 22 April 2026 13:38Profil Timnas Belgia di Piala Dunia 2026: Era Terakhir Generasi Emas
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 23 April 2026 05:32 -
Bola Indonesia 23 April 2026 05:22 -
Liga Italia 23 April 2026 05:20 -
Bola Indonesia 23 April 2026 05:11 -
Liga Spanyol 23 April 2026 05:05 -
Liga Eropa Lain 23 April 2026 04:40
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 22 April 2026 12:37 -
tim nasional 22 April 2026 09:48 -
tim nasional 21 April 2026 17:20 -
tim nasional 21 April 2026 13:49 -
tim nasional 21 April 2026 13:31 -
tim nasional 20 April 2026 12:58
MOST VIEWED
- Nova Arianto Soal Tendangan Kungfu Fadly Alberto: Pasti Ada Konsekuensi, Sudah Seharusnya Berikan Contoh yang Baik
- Kurniawan Dwi Yulianto Pastikan Timnas Indonesia U-17 Ketambahan 3 Pemain Diaspora di Piala Asia U-17 2026
- Deretan Penggawa Timnas Indonesia yang Ikut Geram Ricky Kambuaya Jadi Korban Aksi Rasis di Laga Dewa United vs Persib: Ada Kevin Diks
- Timnas Indonesia U-17 Gagal ke Semifinal Piala AFF U-17, Kurniawan Dwi Yulianto: Saya Mohon Maaf
HIGHLIGHT
- 9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Mele...
- 5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Ma...
- Beban Finansial Menggunung! 6 Kontrak Terburuk Man...
- 5 Kiper Pengganti Potensial untuk Chelsea, Solusi ...
- Cedera Jadi Mimpi Buruk! 6 Bintang Ini Terancam Ab...
- 3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona ...
- 5 Pencapaian Luar Biasa Mohamed Salah di Liverpool...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/3155174/original/002379100_1592381992-IMG_20200617_154821.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562099/original/048442100_1776779773-IMG-20260421-WA0055.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5563384/original/019024800_1776860945-Screenshot_20260422_185216_Instagram.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5563234/original/075044000_1776851119-Persis_Solo_vs_Bhayangkara_FC.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5506518/original/000454300_1771470864-WhatsApp_Image_2026-02-19_at_10.12.38.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5563151/original/015398300_1776848815-d31552b2-ccbe-44e0-9b3e-6741b552ed09.jpg)
