
Bola.net - - Timnas Indonesia U-23 memiliki deretan pemain hebat baik pada tim inti dan pada tim pelapis. Ini menjadi keuntungan bagi Luis Milla sebagai pelatih tim tersebut.
Di sisi lain, banyaknya pilihan membuat Luis Milla merasa dilema. Sebab, banyak pemain berkualitas yang sejatinya layak menghuni tim inti malah dijadikan pemain serep Garuda Muda.
Pemain-pemain serep ini sebenarnya memiliki potensi yang bahkan lebih baik dari pilihan Luis Milla. Indikatornya adalah penampilan mereka di klubnya masing-masing.
Lalu, siapa sajakah pemain serep di Timnas Indonesia U-23 yang sejatinya merupakan aset berharga? Menurut kami, setidaknya ada tiga pemain cadangan di Tim Merah-Putih yang kerap jadi supersub, memberi dampak pada performa Timnas Indonesia U-23.
Mereka adalah Ricky Fajrin (Bali United), Gavin Kwan (Barito Putera), Saddil Ramdani (Persela Lamongan).
Ricky Fajrin

Ricky Fajrin sejatinya merupakan pemain berharga yang pantas mendapatkan kesempatan bermain lebih sering di Timnas Indonesia U-23. Bek Bali United itu merupakan pemain serba bisa yang fasih digunakan di bek tengah maupun bek kiri.
Kualitas Ricky Fajrin pun tak perlu dibuktikan lagi. Pemain berusia 22 tahun itu sukses menjadi pemain inti di klub asuhan Widodo Cahyono Putro dengan mencatatkan 11 penampilan.
Gavin Kwan

Serupa dengan Ricky Fajrin, situasi Gavin Kwan di Timnas Indonesia U-23 pun tak jauh berbeda. Pemain Barito Putera itu hanya sebagai pemain pelapis dalam skuat Luis Milla.
Padahal, Gavin Kwan sejatinya memiliki potensi yang melimpah. Pemain berusia 22 tahun itu bisa bermain di tiga posisi yakni bek kanan, gelandang kanan, hingga penyerang.
Saddil Ramdani

Nama terakhir yang sejatinya layak mendapatkan kesempatan adalah Saddil Ramdani. Penyerang sayap Persela adalah pemain promosi dari Timnas Indonesia U-23 yang kerap diberdayakan Milla saat Timnas Indonesia U-23. dalam posisi ketinggalan skor atau ingin meningkatkan intensitas permainan ofensif.
Selain punya kecepatan dan kemampuan dribel yang oke, tendangan jarak jauh Saddil amat bagus. Ia kerap menjadi pemain pemecah kebuntuan lewat gol-gol indah tendangan keras dari luar area penalti
Melihat kelebihan dan potensi yang dimiliki pemain-pemain di atas, sayang rasanya jika mereka terus-menerus jadi spesialis serep. Faktanya walau tidak bermain full, ketiganya terbukti kerap membawa dampak positif bagi Tim Garuda Muda.
Dalam waktu dekat ini, Timnas Indonesia U-23 akan menjalani laga ujicoba menghadapi Korea Selatan U-23. Pada laga tersebut, dapat dilihat bagaimana kualitas tiga pemain tersebut jika Luis Milla memberinya kesempatan bermain.
Sumber: Bola.com
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 7 Juni 2026 00:40Manchester United Kejar Tonali, Newcastle Minta 115 Juta Euro
-
Liga Inggris 6 Juni 2026 23:40MU Sudah Kelarkan Transfer Ederson, Tapi Belum Bisa Disahkan?
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
MOST VIEWED
Nonton Live Streaming FIFA Matchday 2026: Indonesia vs Oman
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday
Nonton Live Streaming Timnas Indonesia vs Oman di SCTV dan Indosiar - FIFA Matchday
Jadwal Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 2026, Siaran Langsung Indosiar dan SCTV, Live Streaming Vidio
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)

