FFF Kirim Sinyal Positif, Timnas Indonesia Berpeluang Hadapi Prancis

FFF Kirim Sinyal Positif, Timnas Indonesia Berpeluang Hadapi Prancis
PSSI melanjutkan kerja sama internasional bersama Pemerintah Prancis dalam bidang sepak bola. (c) Fitri Apriani

Bola.net - Head of International Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), Ludovic Debru memberikan tanggapan soal peluang uji coba melawan Timnas Indonesia. Ia menyebut kemungkinan itu tetap terbuka untuk masa mendatang.

Debru hadir dalam konferensi pers bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir. Acara itu juga diikuti anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani, serta Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone.

Jumpa media tersebut digelar di Institut français d'Indonésie, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026). Tema yang diangkat adalah Empowering the Next Generation of Women's Football, From Grassroots Development to Clairefontaine.

Dalam kesempatan itu, Debru mendapat pertanyaan mengenai peluang pertemuan Prancis dan Timnas Indonesia. Ia menjelaskan agenda internasional saat ini memiliki jadwal yang padat dan tertata rapi.

"Ya, ini pertanyaan yang lazim. Kalender internasional memang sangat teratur dan tidak mudah diatur," ujar Debru.

Tetap Ada Jalan yang Bisa Ditempuh

Meski begitu, Debru menilai tetap ada jalan yang bisa ditempuh kedua federasi. Menurutnya, pertandingan pada level kelompok usia menjadi opsi yang paling memungkinkan.

"Namun, satu di antara cara terbaik, tentu saja, adalah melalui tim-tim usia muda," kata Debru.

Debru menyatakan pemain muda membutuhkan banyak pertandingan kompetitif. Pengalaman melawan negara lain dinilai penting untuk proses perkembangan mereka.

"Mereka perlu lebih banyak bermain dan bersaing. Ini sama pentingnya bagi mereka karena... tentu saja kita belajar," ucapnya.

Proses Belajar

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa proses belajar tidak hanya didapat lewat sesi latihan. Turnamen disebut memiliki peran penting dalam membentuk kualitas pemain muda.

"Kompetisi bukan segalanya, tapi kita belajar banyak dari sana," tutur Debru.

"Ada saatnya mereka perlu bersaing, dan untuk memiliki tim nasional masa depan, baik putri maupun putra, mereka harus berkompetisi. Jadi menurut saya, keduanya sama-sama sangat penting," imbuhnya.