
Kedua negara Asia ini memiliki prestasi yang tak terlalu menonjol. Oman, peringkat 79 dunia dan 8 di Asia mencatat dua kali partisipasi di putaran final Piala Asia, masing-masing pada 2004 dan 2007 di mana langkah Oman terhenti di putaran pertama. Dari keikutsertaan di Piala Asia tersebut Oman mengemas rekor 1 menang, 3 hasil imbang dan 2 kali kalah dengan rasio gol 5-6.
Sementara timnas Indonesia berada di peringkat 120 dunia serta 19 di Asia, mencatat penampilan lebih banyak di Piala Asia dengan 4 kali tampil di putaran final yakni pada 1996, 2000, 2004 dan 2007, semuanya berakhir di putaran pertama. Rekor Indonesia tidak jauh lebih baik dengan hasil 2 kali menang, 2 hasil imbang serta 8 kali kalah dan rasio gol 10-28.
Tanpa bermaksud mengecilkan arti laga yang menentukan langkah Indonesia ini, kedua tim tampaknya harus menunggu lebih lama sebelum bisa menunjukkan taring mereka di turnamen 4 tahunan negara Asia tersebut.
Terlepas dari statistik di atas, baik Indonesia maupun Oman harusnya menampilkan permainan yang penuh motivasi meski peluang kedua kubu juga ditentukan oleh hasil pertandingan lain antara Kuwait dan Australia.
Dari sejarah pertemuan, wajar jika tim Indonesia maupun Oman tidak mengetahui kekuatan satu sama lain dengan gamblang mengingat riwayat pertemuan keduanya amat minim.
Di level senior, tim Merah Putih hanya bertemu Oman sebanyak dua kali, pertemuan pertama terjadi di Jakarta, 24 Juni 2007 silam dalam laga persahabatan yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Oman lewat gol Ahmed Almukhain. Sementara pertemuan kedua adalah dalam partai kualifikasi Piala Asia 2011 leg pertama yang dilangsungkan di Muscat di mana Indonesia bisa menahan imbang tuan rumah 0-0.
Namun sejak pertemuan tersebut, Oman dengan kekuatan finansialnya mampu mengorganisir pertandingan pemanasan dengan tim-tim kuat yang secara otomatis meningkatkan kapasitas dan mental tanding mereka. Oman pernah bermain melawan timnas Brasil yang memberi mereka pelajaran berharga dengan kemenangan Selecao 2-0, 17 November 2009 silam.
Berkat pertandingan tersebut kekuatan Oman bisa disebut meningkat pesat, terbukti dengan hasil terakhir yang mereka torehkan dalam laga persahabatan melawan tim kuat di Asia Tenggara, Singapura. Pertama mereka menahan imbang tuan rumah 0-0 pada 28 Desember 2009 sebelum menang telak 4-1 di laga kedua tiga hari berikutnya.
Sementara timnas Indonesia justru ditekuk Singapura 3-1 juga dalam laga persahabatan 4 November 2009 lalu. Dengan hasil tersebut Indonesia patut mewaspadai kekuatan Oman dan tidak menganggap enteng kekuatan lawan.
Bermain di kandang sendiri bukan jaminan Indonesia bisa menangguk poin dengan mudah, hal yang sudah terbukti kala ditahan imbang 1-1 oleh Kuwait 18 November 2009. Hasil tersebut sekaligus memperpanjang rekor Indonesia yang tak pernah meraih kemenangan sejak kali terakhir melibas Myanmar 3-0 pada 5 Desember 2008 silam.
Berkaca pada progress impresif yang dicatat Oman tersebut, Indonesia harus lebih waspada dengan permainan Oman. Kelebihan skill individu pemain Oman bisa dibendung dengan organisasi permainan yang kolektif, pressing ketat pada setiap pemain yang membawa bola dan tak kalah penting adalah motivasi dan semangat untuk mempersembahkan yang terbaik demi bangsa dan negara, tanpa mempedulikan hasil laga lain.
Bravo, Merah Putih! (bola/row)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Otomotif 5 April 2026 09:29 -
Bola Dunia Lainnya 5 April 2026 09:22 -
Otomotif 5 April 2026 09:20 -
Liga Spanyol 5 April 2026 09:15 -
Voli 5 April 2026 08:56 -
Voli 5 April 2026 08:46
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 4 April 2026 18:04 -
tim nasional 4 April 2026 13:12 -
tim nasional 4 April 2026 11:43 -
tim nasional 4 April 2026 09:44 -
tim nasional 3 April 2026 20:56 -
tim nasional 3 April 2026 19:56
MOST VIEWED
- Titik Terang Paspoortgate: Justin Hubner dan Nathan Tjoe-A-On Segera Bisa Main Lagi di Belanda?
- Radja Nainggolan Hanya Bisa Menyesal, Kalau Waktu Bisa Diputar Ia Ingin Membela Timnas Indonesia ketimbang Belgia
- Erick Thohir: John Herdman Bakal Persiapkan Timnas Indonesia ke FIFA Matchday Juni dan yang Ditunggu-tunggu Piala AFF 2026
- PSSI Pastikan Kasus 4 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Bukan Terkait Paspor WNI
HIGHLIGHT
- 6 Pencetak Gol Termuda Premier League: Dari Magis ...
- 5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri da...
- 10 Rekor Liga Champions yang Mungkin Tak Akan Pern...
- 5 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...












:strip_icc()/kly-media-production/medias/3017478/original/046853000_1578564285-20200109-Waspadai-Gelombang-Tinggi-dan-Banjir-Rob-IMAM-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5538673/original/073262100_1774572336-MPL_ID_S17_02.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546504/original/053466800_1775310466-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4019602/original/055672200_1652264923-polri_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546445/original/031542400_1775302089-WhatsApp_Image_2026-04-04_at_18.23.24.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4706409/original/091051700_1704368320-20240104-Cuaca_Ekstrim-ANG_5.jpg)
