Jejak Karier Bima Sakti Sebagai Pelatih Timnas Indonesia: Bakal Capai Klimaks dengan Juara Piala AFF U-16 2022?

Bola.net - Bima Sakti tinggal selangkah lagi menorehkan tinta emas di sepak bola Tanah Air. Syaratnya, Timnas Indonesia U-16 asuhannya harus menjadi juara Piala AFF U-16 2022.
Timnas Indonesia U-16 akan berlaga di partai final menghadapi Vietnam di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada Jumat (12/8/2022) WIB malam nanti.
Perjalanan tim asuhan Bima Sakti ini memang cukup menarik di Piala AFF U-16. Dari ujian yang mudah sampai yang sulit harus dilalui dari fase grup hingga semifinal.
Kemenangan 2-0 atas Singapura, yang berlanjut dengan kemenangan telak 9-0 atas Singapura, kemudian menutup fase Grup A Piala AFF U-16 dengan kemenangan tipis 2-1 atas Vietnam membuat Tim Garuda Asia punya catatan sempurna di kejuaraan ini.
Bahkan mereka harus melewati ujian yang berat di laga semifinal, bermain imbang 1-1 dengan Myanmar dan berhasil memastikan diri melangkah ke final lewat drama adu penalti.
Keberhasilan Timnas Indonesia U-16 melangkah hingga final Piala AFF U-16 2022 dan di ambang menjadi juara tak lepas dari peran penting Bima Sakti sebagai pelatih yang dalam lima tahun terakhir memperlihatkan perkembangan yang luar biasa.
Berawal dari Asisten Luis Milla

Siapa yang tidak kenal dengan Bima Sakti, legenda Timnas Indonesia era 1990-an hingga awal 2000-an. Kemampuannya sebagai seorang gelandang tak perlu diragukan lagi, di mana medali perak SEA Games 1997 menjadi satu prestasinya bersama Tim Garuda.
Namun, bicara soal karier kepelatihan, Bima Sakti mengawalinya dengan mendampingi Luis Milla Aspas, pelatih asal Spanyol yang ditunjuk PSSI menangani Timnas Indonesia U-22 dan senior pada 2017 silam.
Kala itu, Bima Sakti mendampingi Luis Milla, belajar banyak dari sang entrenador, dan membawa Timnas Indonesia U-22 meraih medali perunggu SEA Games 2017 dan mencapai 16 besar Asian Games 2018.
Bima Sakti tak hanya menjadi seorang asisten dari Luis Milla. Ia seperti menjadi ayah bagi para pemain Tim Garuda Muda kala itu, juga sebagai rekan berlatih di lapangan hijau.
Bima Sakti kerap ikut ambil bagian dalam sesi latihan ketika ada pemain yang cedera sehingga kekurangan jumlah pemain untuk menjalani mini game. Pemandangan yang kala itu membuat seakan tak ada jarak antara para pelatih dengan para pemainnya.
Jadi Pelatih Kepala Setelah Luis Milla Pergi, Gagal di Piala AFF 2018

Setelah PSSI memutuskan tidak memperpanjang kontrak Luis Milla setelah Asian Games 2018 berakhir membuat Bima Sakti naik pangkat menjadi pelatih kepala saat itu. Federasi sepak bola Indonesia itu memang tidak punya banyak waktu mencari pelatih baru karena Piala AFF 2018 sudah di depan mata.
Dengan berbekal pemain muda yang diasuhnya sejak SEA Games 2017, serta beberapa pemain senior tambahan, Bima Sakti memimpin tim yang berlaga di Piala AFF 2018.
Menjalani debut sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia di sebuah kejuaraan yang dianggap sangat penting di negeri ini, di mana belum sekalipun gelar juara Piala AFF diraih oleh Tim Garuda, seakan terlalu cepat bagi Bima Sakti.
Hasilnya, Timnas Indonesia gagal! Tim Garuda tak berhasil melangkah ke semifinal setelah hanya meraih satu kemenangan dari empat laga di fase grup. PSSI pun mencari pelatih baru dan mencopot Bima Sakti dari kursi kepelatihan selepas turnamen tersebut.
Meniti Karier Lagi dari Timnas Indonesia U-16

Meski dicopot dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia, Bima Sakti tetap mendapatkan kepercayaan dari PSSI.
Mantan gelandang itu diberikan kepercayaan menangani Timnas Indonesia U-16 sejak 2019, di mana PSSI tak lagi melanjutkan kerja sama dengan Fakhri Husaini yang sebelumnya sempat membawa Tim Garuda Asia menjuarai Piala AFF U-16 pada 2018.
Keputusan PSSI menunjuk Bima Sakti cukup tepat, terutama mengingat bagaimana idola dari banyak pemain muda Timnas Indonesia ini memang cukup mudah akrab dengan anak-anak asuhnya sejak menjadi asisten Luis Milla di Timnas Indonesia U-22.
Sebagai langkah awal, Bima Sakti membawa Timnas Indonesia U-16 melangkah hingga semifinal Piala AFF U-16 2019. Tak terkalahkan di fase grup, Tim Garuda Asia saat itu harus menyerah 0-2 dari Thailand di semifinal.
Final Piala AFF U-16 2022, Momen Penebusan

Dua tahun Piala AFF U-16 tidak digelar lantaran pandemi COVID-19 yang menyerang dunia, Bima Sakti kembali memimpin Timnas Indonesia U-16 di kejuaraan Asia Tenggara itu pada 2022.
Bima Sakti pun memperlihatkan kematangannya sebagai pelatih dengan membawa anak-anak muda yang menjadi masa depan Timnas Indonesia itu melangkah pasti hingga final Piala AFF U-16 2022.
Setelah meraih tiga kemenangan di fase grup dengan catatan 13 gol dan 1 kali kebobolan, Timnas Indonesia U-16 memastikan tempat di laga final setelah bermain imbang 1-1 dengan Myanmar di semifinal dan melangkah ke laga puncak lewat drama adu penalti.
Kini, tinggal Vietnam yang perlu dihadapi oleh Timnas Indonesia U-16 untuk merebut gelar juara, dan ini akan menjadi momen bagi Bima Sakti untuk meraih prestasi pertamanya bersama Timnas Indonesia sebagai seorang pelatih.
Disadur dari: Bola.com (Benediktus Gerendo Pradigdo) 12 Agustus 2022
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 7 Maret 2026 05:16 -
Liga Spanyol 7 Maret 2026 05:15 -
Liga Inggris 7 Maret 2026 05:04 -
Bundesliga 7 Maret 2026 04:57 -
Liga Eropa Lain 7 Maret 2026 04:50 -
Liga Italia 7 Maret 2026 04:47
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 6 Maret 2026 22:40 -
tim nasional 6 Maret 2026 21:33 -
tim nasional 6 Maret 2026 20:17 -
tim nasional 6 Maret 2026 19:47 -
tim nasional 6 Maret 2026 19:35 -
tim nasional 6 Maret 2026 17:00
MOST VIEWED
- Resmi! Daftar 28 Pemain Pilihan Nova Arianto ke Timnas Indonesia U-20 untuk Piala AFF U-19 2026 dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027
- Rapor 10 Eks Pemain Diaspora Timnas Indonesia di BRI Super League 2025/2026: Hanya 3 yang Bermain Reguler?
- Misi Senyap John Herdman: Timnas Indonesia Berpotensi Kedatangan 2 Pemain Diaspora dari Eropa
- Jay Idzes Ukir Rekor Baru, Resmi Jadi Pemain Termahal Indonesia dengan Nilai Rp230 Miliar
HIGHLIGHT
- 6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, ...
- 5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemi...
- 10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Men...
- 6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: S...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)

