
Bola.net - Timnas Indonesia tumbang dengan skor 2-3 saat menghadapi Arab Saudi dalam pertandingan perdana ronde keempat Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertandingan di Jeddah berlangsung sengit, dihiasi tiga eksekusi penalti dan satu pengusiran yang menambah dramatisasi hingga peluit panjang.
Posisi Patrick Kluivert kini berada di titik krusial setelah hasil tersebut. Sejumlah pilihan taktis dan susunan pemain perdana yang tidak lazim diambil sang pelatih.
Percobaan itu justru memunculkan ketidakkonsistenan dalam irama permainan serta penguasaan ruang, khususnya pada paruh pertama. Tim sempat menunjukkan kebangkitan, tetapi kemenangan lepas akibat detail-detail minor yang belum tertangani rapi.
Sistem kompetisi grup dengan hanya tiga peserta membuat nilai setiap angka menjadi berlipat ganda. Posisi juara grup menjamin tiket langsung, sementara runner-up harus melewati jalur playoff.
Respons gesit menjelang duel berikutnya akan menjadi penentu arah perjalanan tim. Tekanan waktu tidak memberi ruang untuk penundaan evaluasi.
Kembalikan Winning Formula
Skuad memerlukan pengembalian skema yang sudah teruji kokoh pada fase sebelumnya. Sinkronisasi barisan belakang dan sumbu tengah wajib kembali pada kombinasi paling solid, bukan uji coba bersamaan.
Pressing bertempo sedang dengan garis pertahanan terukur mampu mempersempit celah transisi tim lawan. Fungsi bek sayap yang ofensif harus tetap optimal tanpa mengganggu keseimbangan sisi berlawanan.
Distribusi dari gelandang pengatur tempo perlu terarah, supaya aliran bola tidak tersendat di zona tengah. Dengan kerangka yang sudah dipahami skuad, pelaksanaan cenderung lebih presisi.
Ketika ada kekosongan pemain inti, pengganti dipilih berdasarkan kesesuaian sistem, bukan semata kemampuan personal. Stabilitas pasangan di jantung permainan membantu mempertahankan irama, khususnya ketika skuad menghadapi fase tekanan intens.
Perubahan serentak pada empat posisi krusial sebaiknya diminimalkan. Konsistensi memberikan fondasi yang lebih kuat untuk eksekusi kolektif.
Rapikan Struktur Bertahan dan Bola Mati

Dua insiden vital bermula dari wilayah kotak penalti sendiri. Ketepatan waktu tekel dan postur tubuh di area 12-18 meter perlu lebih disiplin.
Sesi latihan situasional 8 lawan 8 di zona rendah akan mengasah pengambilan keputusan pada detik-detik akhir. Pada situasi bola mati, pembagian tugas antara penjagaan ketat dan zonasi harus jelas dan tidak berganti di tengah laga.
Pemain dengan postur tinggi ditempatkan pada jalur pergerakan utama lawan, sementara screen awal mengganggu ancang-ancang mereka. Bola rebound segera dikuasai oleh gelandang yang berposisi di tepi kotak penalti.
Ketika unggul secara numerik, Indonesia perlu mengunci sisi lapangan dengan overload 3 lawan 2 supaya tidak terjebak dalam duel sporadis. Keteraturan pertahanan saat transisi mengurangi bahaya serangan balik kilat.
Ini perihal jarak antarlini, bukan sekadar jumlah personel di lapangan. Koordinasi ruang menjadi kunci efektivitas defensif.
Koreksi Rotasi dan Momentum Pergantian
Substitusi pemain sebaiknya berpedoman pada indikator terukur: penurunan intensitas lari, kekalahan duel berturut-turut, atau anjloknya akurasi umpan progresif. Jangan menanti situasi genting untuk memasukkan tenaga segar.
Gelandang box-to-box yang masuk pada menit 60-70 dapat mempertahankan tekanan kolektif. Untuk lini depan, prioritas diberikan pada profil pemain yang mengejar celah saat lawan mulai menutup tengah.
Penempatan winger terbalik memberi alternatif pemotongan ke dalam plus pelepasan tembakan cepat. Rotasi semacam ini mengunci bek lawan supaya tidak leluasa mendukung serangan.
Kebiasaan mengganti dua posisi sekaligus di satu sisi lapangan perlu dibatasi. Stabilitas sisi lainnya harus terjaga sebagai poros sirkulasi.
Dengan cara ini, pola serangan tidak terputus saat momentum berpihak pada tim. Kesinambungan menjadi elemen penting dalam memaksimalkan fase dominasi.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Jalan Terjal yang Bisa Didaki: Bagaimana Peluang Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia?
- Jadwal Timnas Indonesia vs Irak: Laga Penentu Nasib, Zero Mistake!
- Jangan Menyerah! 2 Jalan Tersisa bagi Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2026 jika Gagal Lolos dari Putaran 4
- Erick Thohir Minta Timnas Indonesia Segera Bangkit Usai Kalah dari Arab Saudi: Fokus Melawan Irak
- Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Lupakan Arab Saudi, Fokus Duel Krusial Melawan Irak
Advertisement
Berita Terkait
-
Bundesliga 12 Januari 2026 02:08Hasil Monchengladbach vs Augsburg: Kevin Diks Cetak Gol, Tuan Rumah Pesta 4-0
-
Tim Nasional 11 Januari 2026 06:43Mengenal Cesar Meylan, Si Jenius Tangan Kanan John Herdman di Timnas Indonesia
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 12 Januari 2026 11:13 -
Liga Inggris 12 Januari 2026 11:01 -
Liga Inggris 12 Januari 2026 10:44 -
Liga Inggris 12 Januari 2026 10:40 -
Liga Inggris 12 Januari 2026 10:27 -
Liga Inggris 12 Januari 2026 10:16
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 11 Januari 2026 06:49 -
tim nasional 11 Januari 2026 06:43 -
tim nasional 10 Januari 2026 18:23 -
tim nasional 10 Januari 2026 01:35 -
tim nasional 10 Januari 2026 01:25 -
tim nasional 10 Januari 2026 01:15
MOST VIEWED
- Daftar Pemain yang Sempat Terpinggirkan dan Pantas Kembali ke Timnas Indonesia Era John Herdman: Selain Elkan Baggott, Siapa Lagi?
- Jamie Vardy Bersinar Tapi Emil Audero Kecolongan 2 Kali, Cremonese Ditahan Imbang Cagliari
- Hasil Roma vs Sassuolo: Underperform, Jay Idzes Pulang Dengan Tangan Hampa Dari Ibukota
- Bangladesh Tawarkan Uji Coba dengan Timnas Indonesia di FIFA Matchday, Respons Tak Sesuai Harapan
HIGHLIGHT
- Daftar 5 Wasit Terbaik Dunia 2025: Michael Oliver ...
- 3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
- 7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho...
- 6 Rekor Mustahil yang Bisa Dihancurkan Cristiano R...
- 10 Pemain dengan Gaji Termahal di Piala Afrika 202...
- 4 Opsi Transfer Darurat Manchester United Usai Bru...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5282505/original/016040500_1752477391-20250714_102129.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1903111/original/072272200_1518697871-Mogok-Kelapa-Gading-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469885/original/020550500_1768189949-IMG_3899.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461834/original/047381500_1767461221-Pohonn.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4747108/original/081853100_1708348091-20240219-Antrian_JakLingko-MER_6.jpg)
