Kisah Jeong Seok-seo sebagai Penerjemah Shin Tae-yong di Timnas Indonesia: Dari 3 Hari jadi 735 Hari

Bola.net - Dari tiga hari menjadi 735 hari. Jeong Seok-seo menjelma sebagai sosok penting dalam tim kepelatihan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia.
Entah apa jadinya Shin Tae-yong tanpa Jeje, panggilan akrab Jeong Seok-seo. Mungkin instruksi dari pelatih berusia 51 tahun itu tidak dicerna oleh para pemain Timnas Indonesia karena perbedaan bahasa.
Semuanya berawal dari kisah tiga hari Jeje sebagai penerjemah Shin Tae-yong pada akhir 2019. Ketika itu, ia ditunjuk sebagai penerjemah sementara kompatriotnya dari Korea Selatan tersebut.
Sebelum menjadi orang kepercayaan Shin Tae-yong untuk mengalihbahasakan bahasa Korea Selatan ke Indonesia, Jeje memang seorang interpreter lepas. Ia sering mendapatkan job sebagai translator dalam konser atau bisnis yang berbau Korea.
"Sambil kerja itu, saya punya banyak teman penerjemah. Salah satu teman saya itu memberikan pekerjaan ke saya sebagai freelance translator untuk coach Shin Tae-yong," ujar Jeje bercerita kepada Bola.net.
Jeje bukan penerjemah biasa. Menjadi translator di dunia sepak bola sebenarnya cukup rumit.
"Anda perlu memahami bahasa sepak bola. Selain itu, penyampaian taktik, strategi, hingga bahasa emosi ke para pemain juga mesti tepat,"
Kontrak Jeje sebagai interpreter Shin Tae-yong lalu diperpanjang bermodalkan pengetahuannya terhadap sepak bola. Ia rutin bermain sepak bola ketika masih menginjak bangku Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
"Awalnya hanya untuk kontrak tiga hari. Saya pikir cuma sebentar saja. Namun setelah selesai tiga hari, PSSI mencari translator dan ternyata susah," ucap Jeje.
"Coach Shin Tae-yong pun tertarik kepada saya karena sewaktu sekolah saya sering bermain sepak bola. Jadi saya tahu sepak bola. Lalu saya diterima oleh coach Shin Tae-yong, dan dia merekomendasikan saya kepada PSSI," katanya menambahkan.
Baca halaman berikutnya ya Bolaneters
Sudah Tinggal di Indonesia Selama 14 Tahun
Jeje tiba di Indonesia pada 2008. Ia terpaksa datang ke Indonesia dari Korea Selatan karena harus mengikuti ayahnya yang berbisnis di sini. Selama kurang lebih 14 tahun tinggal di Indonesia, ia cukup fasih berbahasa Indonesia.
Ketika pindah ke Indonesia, Jeje masih berstatus sebagai murid SMA. Ia lalu meneruskan jenjang pendidikannya sebagai mahasiswa jurusan Sistem Informasi di salah satu kampus swasta terkenal di Jakarta.
Hampir setiap harinya, Jeje wajib berada di sebelah Shin Tae-yong. Sebab, ia harus menerjemahkan ucapan pelatih berusia 52 tahun itu jika berbicara dengan pengurus PSSI atau pun orang yang tidak paham bahasa Korea.
"Saya dapat libur juga sih. Tapi, saya harus tetap care sama coach Shin Tae-yong dan para asistennya selama di Jakarta. Mereka kan tidak tahu tentang Jakarta, bahasa Indonesia juga tidak bisa, jadi saya tetap bantu meski libur. Saya harus stand by," ucap Jeje.
Keras di Lapangan, Asyik di Luar Lapangan
Semua tahu bahwa Shin Tae-yong punya kepribadian tegas sebagai pelatih. Namun, Jeje tidak merasa bahwa mantan nakhoda Korea Selatan itu juga keras dalam kehidupan sehari-hari.
"Memang, dia keras saat kerja. Maksudnya, orangnya sangat detail. Apapun itu. Dia orangnya benar-benar keras dan sangat mengikuti peraturan yang dibuat saat bekerja," ungkap Jeje.
"Tetapi di luar lapangan, coach Shin orang yang enak diajak mengobrol. Memang beda juga sih. Di Korea itu ada senioritas yang sangat-sangat ketat. Tapi di sini fleksibel."
"Maksudnya lebih seru untuk diajak mengobrol dan sering juga mendengarkan curhat-curhat dari saya. Saat kerja, dia keras. Tapi di luar pekerjaan, dia enak. Bisa senyum-senyum dan tertawa bareng," tambah Jeje.
Banyak Bahagianya, Sedikit Sedihnya
Dua tahun lebih menjadi translator Shin Tae-yong membuat Jeje pelan-pelan jatuh hati dengan sepak bola Indonesia. Ia bangga dapat menjadi saksi perkembangan sepak bola Indonesia.
Selama periode pekerjaannya di Timnas Indonesia, Jeje mengaku lebih banyak merasakan kebahagiaan ketimbang kesedihan. Ia pasti senang bukan kepalang jika Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan meraih kemenangan.
"Sebelum ini, saya tidak tahu sepak bola Indonesia. Namun setelah ini, saya juga mulai senang dengan sepak bola Indonesia dan memang ada perkembangannnya melihat para pemain berkembang di bawah coach Shin Tae-yong," tutur Jeje.
"Jadi itu bahagiannya. Ada kepuasaan di saya. Sebab, kan coach Shin Tae-yong berbicara kepada para pemain melalui saya. Jadi saya bahagia ketika Timnas Indonesia menang dan berkembang," tambahnya.
Sebagai pribadi, Jeje juga manusia. Ia tidak melulu bahagia. Intepreter berusia 29 tahun ini ingat bagaimana ia meratapi kesedihan ketika Timnas Indonesia U-23 kalah dari Australia U-23 dalam Kualifikasi Piala Asia U-23 2022 pada akhir Oktober 2021.
"Saya sempat mau nangis gara-gara kalah dari Australia. Sebab, para pemain Timnas Indonesia sudah bekerja keras tetapi tidak mendapatkan kemenangan. Saya melihat ada beberapa pemain yang menangis. Saya juga sedih karena mereka sudah berusaha," imbuh Jeje.
Berikut galeri foto Jeong Seok-seo ketika bertugas di Timnas Indonesia selengkapnya.
Jelang final Piala AFF 2020
View this post on Instagram
Saat TC di Turki
View this post on Instagram
Bertugas di Kualifikasi Piala Dunia 2022
View this post on Instagram
Bersama staf pelatih Timnas Indonesia
View this post on Instagram
(Bola.net/Fitri Apriani)
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 5 Juni 2026 12:08Jalan Buntu MU untuk Dapatkan Mateus Fernandes
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 5 Juni 2026 13:09Prediksi Portugal vs Chili 7 Juni 2026
-
Piala Dunia 5 Juni 2026 12:49Prediksi Belgia vs Tunisia 6 Juni 2026
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 5 Juni 2026 09:56Jam Kick Off Timnas Indonesia vs Oman Malam Ini, Tayang di Mana?
-
tim nasional 5 Juni 2026 09:36Tempat Menonton Timnas Indonesia vs Oman Hari Ini 5 Juni 2026
SOROT
-
Liputan6 5 Juni 2026 12:42IHSG Tergelincir 2,5% pada Sesi Pertama
-
Liputan6 5 Juni 2026 12:01Kondisi Terkini Rumah Silmy Karim yang Disegel KPK
MOST VIEWED
Jadwal Lengkap Piala AFF U-19 2026, Siaran Langsung Indosiar dan SCTV, Live Streaming Vidio
Benarkah Mathew Baker Dipromosikan ke Timnas Indonesia untuk Menghindari Pembajakan Australia di Masa Depan?
Live Streaming Siaran Langsung Timor Leste vs Indonesia U-19 Hari Ini
John Herdman Kesengsem dengan Comebacknya Marselino Ferdinan ke Timnas Indonesia: Dia Bagus Banget!
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7690736/original/055187600_1780488099-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277617/original/021298300_1672400413-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7818375/original/090959800_1780636835-IMG_2860.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7817499/original/052719500_1780635701-1001338332.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/7815724/original/084650300_1780633514-20260604-prabowo-keras-ultimatum-mitra-sppg-nakal-minta-cepat-cepat-tobat-biar-selamat-f34179.jpg)

