FOLLOW US:


Luis Milla Masih Bisa Batal Latih Timnas Indonesia, Ini 3 Alasannya

30-11-2019 15:47

 | Gia Yuda Pradana

Luis Milla Masih Bisa Batal Latih Timnas Indonesia, Ini 3 Alasannya
Luis Milla © Fitri Apriani

Bola.net - Luis Milla diyakini bakal kembali melatih Timnas Indonesia. Namun, agenda penting ini juga masih bisa batal. Ada setidaknya tiga alasan.

Luis Milla akhirnya memenuhi undangan pertemuan dari PSSI di Manila, Filipina, pada Jumat malam (29/11/2019). Sama seperti yang telah dilakukan Shin Tae-yong, Luis Milla juga memaparkan rencana dan program yang akan dilakukan bersama Timnas Indonesia jika terpilih jadi pelatih.

Kabar kembalinya Luis Milla sebagai pelatih Timnas Indonesia memang sudah menyeruak sejak beberapa waktu lalu. Luis Milla disebut menjadi satu di antara dua kandidat potensial untuk menggantikan Simon McMenemy.

Bersama Simon, Timnas Indonesia tampil buruk. Tim Garuda bahkan belum pernah merengkuh satu poin pun dalam empat laga Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Bukan hanya Luis Milla, pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong juga disebut menjadi kandidat kuat calon pelatih baru Timnas Indonesia. Sejumlah suporter pun melontarkan pendapat mereka tentang dua calon pelatih tim nasional itu.

Sebagian fans menilai Shin Tae-yong lebih cocok sebagai pelatih timnas, namun tak sedikit pula yang mengaku lebih sreg dengan kepemimpinan Luis Milla. Pendapat yang kedua itu bisa dimaklumi.

Luis Milla pernah mempersembahkan medali perunggu SEA Games 2017 bersama Timnas Indonesia U-22. Kini, PSSI dan Luis Milla sudah melakukan pertemuan di Manila.

Itu artinya PSSI mencoba mengabulkan permintaan fans untuk kembali mendatangkan Luis Milla. Meski demikian, ada beberapa hal yang bisa jadi ganjalan kembalinya Luis Milla ke kursi pelatihan Timnas. Apa saja ganjalan tersebut?

1 dari 3

Tuntutan Perbaikan dalam Waktu Singkat

Dalam pertemuan yang berlangsung di New World Manila Bay Hotel itu, Luis Milla didampingi oleh asistennya, Eduardo Perez. Adapun PSSI diwakili Ketua Umum, Mochamad Iriawan, Wakil Ketua Umum, Cucu Somantri dan Iwan Budianto, Sekretaris Jenderal, Ratu Tisha Destria, dan para Exco PSSI.

Namun, ada yang menarik dari pertemuan tersebut. PSSI mengajukan sejumlah syarat kepada Luis Milla. Salah satunya adalah tentang memperbaiki Timnas Indonesia dalam waktu yang sangat singkat.

Indonesia tak ada harapan lagi untuk masuk ke Piala Dunia. Namun, Andik Vermansah dan kawan-kawan masih harus menjalani tiga laga tersisa di kualifikasi Piala Dunia 2022. Mengacu kepada hal tersebut, Luis Milla diminta memperbaiki Timnas Indonesia dalam waktu yang sangat singkat.

Permintaan itu tentu menjadi ganjalan tersendiri bagi Luis Milla. Meski ia pernah menukangi Tim Garuda, namun perbaikan dalam waktu singkat tampaknya bukan hal yang mudah untuk dilakukan.

2 dari 3

Target Tinggi Juara Piala AFF 2020

Bukan hanya tentang memperbaiki Timnas Indonesia dalam waktu singkat. PSSI juga minta garansi dari Luis Milla untuk antar Indonesia meraih gelar pada Piala AFF 2020.

Permintaan tersebut juga bisa dinilai menjadi ganjalan bagi pelatih asal Spanyol itu. Bagaimana tidak, tidak ada pelatih yang berani mengucapkan janji untuk membawa timnya menjadi kampiun dalam sebuah kompetisi.

Bahkan, pelatih klub-klub besar semisal Barcelona dan Paris Saint-Germain pun enggan menggaransi secara langsung gelar juara.

"Kalau ada seorang pelatih datang dan berkata siap 100 persen untuk memberikan gelar juara, berarti dia sedang berbohong. Tidak ada orang yang bisa memberi garansi," kata Luis Milla kepada wartawan di Manila.

3 dari 3

Masalah Gaji

Ganjalan lain yang bisa bikin Luis Milla batal kembali latih Timnas Indonesia tak jauh urusannya dengan masalah gaji. Sampai saat ini, kedua belah pihak dikabarkan belum berdialog tentang masalah tersebut.

Jika tak ada kesepakatan tentang masalah gaji, ada kemungkinan Luis Milla gagal jadi pelatih Timnas Indonesia. Apalagi sebelumnya, polemik tentang gaji Luis Milla juga sempat menjadi sorotan.

PSSI pernah menunggak gaji Luis Milla selama tiga bulan dengan nilai Rp6,9 miliar.

Disadur dari: Bola.com/Penulis Hesti Puji Lestari/Editor Benediktus Gerendo Pradigdo

Published: 30 November 2019