Pemain Muda Timnas Indonesia, Fondasi Luis Milla yang Diteruskan Shin Tae-yong

Gia Yuda Pradana | 27 Juli 2020 09:40
Shin Tae-yong - Luis Milla (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Bola.net - Shin Tae-yong ditunjuk oleh PSSI menjadi pelatih Timnas Indonesia. Melihat komposisi pemain yang dipanggil pelatih asal Korea Selatan itu untuk mengikuti pemusatan latihan kali ini, ada benang merah yang sama seperti era Luis Milla.

Sedikit mundur ke belakang, ketika Shin Tae-yong menjadi kandidat untuk menangani Timnas Indonesia, PSSI memiliki satu kandidat lain, yaitu Luis Milla yang sempat menangani Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Namun, karena merasa mendapatkan jaminan prestasi lebih besar, PSSI akhirnya memilih Shin Tae-yong sebagai arsitek tim.

Pelatih asal Korea Selatan itu tak hanya menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia di level senior, tapi juga menjadi manajer pelatih untuk semua Timnas Indonesia kelompok umur, terutama Timnas Indonesia U-19 yang akan dipersiapkan untuk berlaga di Piala Dunia U-20 2021.

Bicara level senior, Shin Tae-yong sudah dua kali memanggil pemain mengikuti pemusatan latihan, pertama pada Februari 2020 dan yang kedua adalah saat ini, 23 Juli hingga 8 Agustus mendatang. Dari dua pemusatan latihan ini, Shin Tae-yong memberikan kesempatan cukup besar bagi para pemain muda.

Pada pemusatan latihan pertama, sejumlah pemain muda menghiasi daftar 34 pemain yang dipanggil, antara lain Nadeo Argawinata, Muhammad Riyandi, Adi Satrio, Alfreanda Dewangga, Firza Andika, Rachmat Irianto, TM Ichsan, dan Sani Rizky.

Selain itu, Shin Tae-yong juga memanggil cukup banyak pemain yang menjadi andalan di era Luis Milla, antara lain Ricky Fajrin, Andy Setyo, Hansamu Yama, Bagas Adi Nugroho, Asnawi Mangkualam, Putu Gede Juni Antara, Gavin Kwan Adsit, Septian David Maulana, Febri Hariyadi, Saddil Ramdani, dan Osvaldo Haay.

Kemudian di pemusatan latihan kali ini, Muhammad Riyandi dan Nadeo Argawinata kembali mendapatkan panggilan. Begitu pun dengan Bagas Adi Nugroho, Rachmat Irianto, Andy Setyo, Asnawi Mangkualam, dan Osvaldo Haay.

Tak hanya itu, sejumlah pemain muda, termasuk yang pernah menjadi andalan di era Luis Milla baru kembali mendapatkan kesempatan dalam pemusatan latihan kali ini. Pemain itu adalah Ryuji Utomo, Zulfiandi, Arfan, Febri Hariyadi, dan Evan Dimas.

Selain itu juga ada sejumlah andalan Timnas Indonesia U-19 dan U-22 era Indra Sjafri, seperti Egy Maulana Vikri, Kadek Agung Widnyana, dan Muhammad Rafli.

Tak hanya itu, Shin Tae-yong juga mempercayakan sejumlah wajah baru untuk mengikuti pemusatan latihan, seperti Koko Ari, Asep Berlian, dan Kushedya Hari Yudo. Sementara sejumlah pemain yang pernah bergabung bersama Timnas Indonesia, seperti Irfan Bachdim, Hendro Siswanto, Adam Alis dan Ahmad Alfarizi juga mendapatkan kesempatan.

Namun, dengan begitu banyak pemain tergolong muda di skuat Garuda yang dipanggil dalam pemusatan latihan ini, plus beberapa pemain senior yang punya pengalaman jam terbang di level klub maupun tim nasional, Shin Tae-yong tampaknya memang punya filosofi yang mirip dengan Luis Milla, terutama dalam mengandalkan darah muda di dalam Timnas Indonesia.

1 dari 2 halaman

Darah Muda Bersinar di Era Luis Milla

Luis Milla (c) Bola.net/Fitri Apriani

Pada dasarnya, Luis Milla sejak awal memang menegaskan komitmennya untuk membangun sebuah tim dengan mengandalkan pemain muda. Bukan tanpa alasan, karena pelatih asal Spanyol itu mendapatkan tugas pertama dari PSSI adalah membentuk tim yang akan berlaga di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

Berlaga dalam dua pesta olahraga tersebut, Luis Milla tak punya pilihan selain menjaring pemain-pemain muda mengingat SEA Games memberlakukan aturan pemain U-22, sementara Asian Games menggunakan pemain U-23 plus tiga pemain di atas kategori usia tersebut.

Dengan bantuan pemberlakuan regulasi pemain U-22 yang dibuat PSSI di Piala Presiden 2017 dan Liga 1 2017, Luis Milla menjaring begitu banyak pemain-pemain muda berbakat. Sejumlah mantan pemain Timnas Indonesia U-19 yang menjuarai Piala AFF U-19 2013 menjadi pilihan, seperti Evan Dimas, Hansamu Yama, Putu Gede Juni Antara dan Hargianto.

Tak hanya itu, Septian David Maulana, Rezaldi Hehanussa, Saddil Ramdani, dan Febri Hariyadi menjadi rising star Timnas Indonesia di bawah asuhan Luis Milla. Tim muda dengan pemain-pemain berkualitas itu pun seakan menjanjikan masa depan yang cerah bagi Timnas Indonesia.

Septian David tampil cemerlang di SEA Games 2017 dengan mengemas tiga gol. Namun, para pemain lain, seperti Evan Dimas, Ezra Walian, Febri Hariyadi, Marinus Wanewar, Hargianto, Rezaldi Hehanussa, dan Saddil Ramdani juga tampil bagus untuk mengantar Tim Garuda hingga meraih medali perunggu SEA Games 2017.

Setelah itu, Luis Milla mempersiapkan tim untuk berlaga di Asian Games 2018. Sembari mempersiapkan tim, Luis Milla juga memanfaatkan pertandingan persahabatan internasional mengandalkan pemain-pemain senior untuk mencari tiga terbaik yang akan dibawa ke Asian Games 2018. Satu hal yang pasti saat itu, kerangka tim tetap didominasi oleh pemain muda.

Stefano Lilipaly, Alberto Gonvalces, dan Andritany Ardhiyasa kemudian menjadi tiga pemain senior yang ikut membantu adik-adiknya di Asian Games 2018. Namun, dalam perjalanan mencari tiga pemain itu, begitu banyak pemain senior juga dicoba oleh pelatih asal Spanyol itu.

Sayang, Luis Milla tidak diperpanjang masa baktinya setelah Timnas Indonesia U-23 tersingkir di 16 besar Asian Games 2018. Namun, sang penerus saat itu, Bima Sakti, yang juga asisten Luis Milla sejak 2017, meneruskan tim dengan kerangka pemain muda itu di Piala AFF 2018.

Dengan sejumlah tambahan pemain senior, seperti Rizky Pora, Andik Vermansah, Riko Simanjuntak, dan beberapa nama lain, Timnas Indonesia harus hancur di kejuaraan Asia Tenggara itu. Namun, dalam perjalanannya selama 1,5 tahun, Luis Milla telah membuat fondasi tim yang didominasi oleh pemain muda yang menjadi harapan masa depan Indonesia.

2 dari 2 halaman

Menanti Kemunculan Rising Star di Era Shin Tae-yong

Shin Tae-yong (tengah) (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Dalam dua kali pemanggilan pemain untuk melakukan pemusatan latihan Timnas Indonesia, Shin Tae-yong memanggil cukup banyak pemain muda, meski jumlahnya tidak mendominasi. Namun, memberikan kesempatan kepada pemain muda seperti yang dibangun oleh Luis Milla tampaknya akan menjadi pilihan yang diambil pelatih asal Korea Selatan itu.

Meski sempat menyatakan dalam pemusatan latihan pertama pada Februari lalu, pemain yang dipanggil merupakan pilihan dari Indra Sjafri, buktinya dalam pemusatan latihan kedua ini pun cukup banyak pemain muda, baik yang pernah bersinar bersama Luis Milla, maupun yang pernah bersama Indra Sjafri berprestasi di kelompok umur, tetap dipanggil. Jumlahnya pun tidak sedikit.

Untuk di bawah mistar gawang, Shin Tae-yong yang tidak memanggil Andritany Ardhiyasa pada pemusatan latihan kedua ini, memilih mempertahankan dua kiper muda yang sebelumnya sudah ikut serta dalam pemusatan latihan, yaitu Nadeo Argawinata dan Muhammad Riyandi.

Selain itu, Rachmat Irianto, Osvaldo Haay dan Muhammad Rafli, juga tetap dipanggil, di mana kali ini Egy Maulana Vikri yang sedang berada di Polandia juga mendapat panggilan untuk mengikuti pemusatan latihan.

Dengan memberikan kesempatan kepada nama-nama muda tersebut untuk masuk ke dalam level senior, bersama pemain-pemain berpengalaman seperti Hendro Siswanto, Irfan Bachdim, dan Ilija Spasojevic, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat akan muncul lagi rising star di Timnas Indonesia.

Bukan tidak mungkin Nadeo Argawinata atau Muhammad Riyandi akan segera menjadi penerus Andritany Ardhiyasa di bawah mistar gawang. Bukan tidak mungkin juga Muhammad Rafli dan Osvaldo Haay akan menjadi penerus striker legendaris Indonesia seperti Bambang Pamungkas dan Boaz Solossa.

Satu hal yang pasti, jika Shin Tae-yong tidak hanya memasukkan satu atau dua pemain muda ketika pertandingan, dan memilih untuk memberikan kesempatan kepada lebih banyak pemain muda, Egy Maulana Vikri, Rachmat Irianto, Sani Rizky, dan pemain-pemain muda lainnya bakal benar-benar menjadi rising star di Timnas Indonesia.

Disadur dari: Bola.com/Benediktus Gerendo Pradigdo

Published: 26 Juli 2020

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR