
Bola.net - Timnas Indonesia ditekuk tuan rumah Malaysia di laga kelima Grup G putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, Selasa (19/11/2019). Di Stadion Nasional, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Tim Garuda menyerah 0-2.
Derita Timnas Indonesia di grup ini berlanjut. Dengan hasil tersebut, berarti Timnas sudah menelan lima kekalahan beruntun.
Usai jadi runner-up Piala AFF 2016, performa Timnas Indonesia seperti terjun bebas. Usai Alfred Riedl lengser, tak ada satupun pelatih yang bisa menstabilkan performa Tim Merah-Putih.
Tren negatif Timnas Indonesia mulai terlihat di era Bima Sakti. Tim Garuda gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2018 dengan rekor cukup menyedihkan.
Timnas Indonesia hanya menang sekali atas Timor Leste, dua kali kalah kontra Thailand (2-4) dan Singapura (0-1), serta bermain imbang 0-0 versus Filipina.
Sebelum Bima, secercah harapan sempat mencuat ketika PSSI mendampuk Luis Milla sebagai nakhoda Timnas Indonesia pada awal 2017. Rekor uji coba internasional Indonesia lumayan. Pelatih asal Spanyol itu sempat mengantarkan Timnas Indonesia U-22 meraih medali perunggu, serta meloloskan Timnas Indonesia U-23 ke babak 16 besar Asian Games 2018.
Timnas Indonesia di era kepemimpinan Luis Milla terlihat segar dengan banyaknya pemain-pemain belia di skuat utama. Namun, usai Asian Games PSSI menyetop kontrak Milla. Mereka kemudian menunjuk Bima, yang sebelumnya menjadi asisten Milla, sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia level senior.
Sayang perubahan tersebut berujung petaka. Bima yang minim pengalaman (ia belum pernah jadi pelatih kepala di level klub), gagal total menjalankan tugas barunya. Padahal, komposisi pemain yang ia pegang hampir sama dengan era Luis Milla.
Keputusan PSSI menunjuk pelatih asal Skotlandia, Simon McMenemy, menggantikan Bima tak memperbaiki keadaan. Timnas Indonesia oleng di tangan pelatih yang sukses mengantarkan Bhayangkara FC juara Liga 1 2017.
Rekor Jelek Bima dan Simon

Penunjukan Simon agak kontroversial, karena sang mentor sejatinya minim pengalaman internasional. Ia hanya sempat menanganti Timnas Filipina di Piala AFF 2010. Memang The Azkals lolos ke semifinal di turnamen tersebut, hanya saja banyak pengamat menilai hal itu lebih karena skuat Filipina disesaki pemain bule yang bermain di Eropa dengan status naturalisasi.
Jelang laga kontra Malaysia, Ketua Umum PSSI, M. Iriawan, mengumumkan penghentian kerja sama dengan Simon usai Timnas Indonesia kalah beruntun empat kali di laga kualifikasi. Sang pelatih diberi kesempatan mendampingi tim untuk terakhir kali pada pertandingan melawan Harimau Malaya.
Simon menolak opsi itu. Ia menilai kondisi internal timnas sudah tidak kondusif bagi dirinya usai PSSI mengumumkan pemecatannya. Jadilah asistennya, Yeyen Tumena, ditunjuk sebagai caretaker.
Sama dengan koleganya Bima Sakti, Yeyen yang notabene mantan pemain Timnas Indonesia Primavera minim pengalaman melatih. Pengalaman pertamanya memimpin tim saat jadi caretaker Bhayangkara FC usai Alfredo Vera dipecat.
Kekalahan atas Malaysia 0-2 menjadi bukti Timnas Indonesia butuh pelatih baru untuk merubah arah angin. Siapapun yang nanti ditunjuk sebagai pelatih baru, baik Shin Tae-yong atau Luis Milla, mereka harus membangkitkan moral para pemain yang terlihat seperti lupa cara untuk menang.
Pastinya rentetan hasil jelek sudah berdampak nyata. Pada peringkat FIFA terbaru per Oktober, ranking timnas Indonesia turun empat tangga ke posisi 171.
Dalam situs resmi FIFA, Indonesia mengoleksi 975 poin, turun delapan poin dari ranking sebelumnya. Indonesia hanya unggul satu peringkat saja dari sesama negara Asia Tenggara, Kamboja, yang duduk di peringkat 172.
Lebih parah lagi, negara-negara seperti Papua Nugini dan Fiji mampu mengungguli Indonesia di daftar ranking FIFA per Oktober 2019. Bahkan Vanuatu yang pernah dibantai Indonesia 0-6 pada Juni silam masih berada di atas.
Rentetan kekalahan di ajang internasional diyakini menjadi penyebab merosotnya peringkat Indonesia di ranking FIFA. Tim Merah Putih kalah empat kali beruntun di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, termasuk kekalahan menyakitkan 2-3 dari Malaysia di Gelora Bung Karno.
Kekalahan dari Uni Emirat Arab dan Vietnam menjadi penyebab utamanya. Sebanyak 12 poin Timnas Indonesia terpangkas akibat dua hasil minor tersebut.
Rapor Jeblok Timnas Indonesia di 2 Ajang Internasional Terakhir

- 09/11/18 Singapura Vs Indonesia 1-0 (Piala AFF 2016)
- 13/11/18 Indonesia Vs Timor Leste 3-1 (Piala AFF 2016)
- 17/11/18 Thailand Vs Indonesia 4-2 (Piala AFF 2016)
- 25/11/18 Indonesia Vs Filipina 0-0 (Piala AFF 2016)
- 05/09/19 Indonesia Vs Malaysia 2-3 (Kualifikasi Piala Dunia 2022)
- 10/09/19 Indonesia Vs Thailand Thailand 0-3 (Kualifikasi Piala Dunia 2022)
- 10/10/19 UAE Vs Indonesia 5-0 (Kualifikasi Piala Dunia 2022)
- 15/10/19 Indonesia Vs Vietnam 1-3 (Kualifikasi Piala Dunia 2022)
- 19/11/19 Malaysia Vs Indonesia 2-0 (Kualifikasi Piala Dunia 2022).
Disadur dari: Bola.com/Penulis Ario Yosia
Published: 19 November 2019
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Indonesia, Wakil ASEAN Pertama yang Tersingkir dari Putaran Kedua
- Klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2022: Selamat Tinggal, Timnas Indonesia
- Febri Hariyadi Kecewa dengan Kekalahan Timnas Indonesia dari Malaysia
- Yeyen Tumena: Jangankan Osas Saha, Maradona dan Messi Saja Pernah Gagal Penalti
- Yeyen Tumena: Dua Gol Malaysia Hadiah dari Timnas Indonesia
- Bertemu PSSI, Shin Tae-yong Tertantang Jadi Pelatih Timnas Indonesia
- Hasil Pertandingan Malaysia vs Timnas Indonesia: Skor 2-0
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 7 Maret 2026 06:13 -
Liga Inggris 7 Maret 2026 05:16 -
Liga Spanyol 7 Maret 2026 05:15 -
Liga Inggris 7 Maret 2026 05:04 -
Bundesliga 7 Maret 2026 04:57 -
Liga Eropa Lain 7 Maret 2026 04:50
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 6 Maret 2026 22:40 -
tim nasional 6 Maret 2026 21:33 -
tim nasional 6 Maret 2026 20:17 -
tim nasional 6 Maret 2026 19:47 -
tim nasional 6 Maret 2026 19:35 -
tim nasional 6 Maret 2026 17:00
MOST VIEWED
- Resmi! Daftar 28 Pemain Pilihan Nova Arianto ke Timnas Indonesia U-20 untuk Piala AFF U-19 2026 dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027
- Rapor 10 Eks Pemain Diaspora Timnas Indonesia di BRI Super League 2025/2026: Hanya 3 yang Bermain Reguler?
- Misi Senyap John Herdman: Timnas Indonesia Berpotensi Kedatangan 2 Pemain Diaspora dari Eropa
- Jay Idzes Ukir Rekor Baru, Resmi Jadi Pemain Termahal Indonesia dengan Nilai Rp230 Miliar
HIGHLIGHT
- 6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, ...
- 5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemi...
- 10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Men...
- 6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: S...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)

