FOLLOW US:


Timnas Indonesia U-23 dan Tiga Penyebab Kekalahan dari Vietnam

25-03-2019 09:13
Timnas Indonesia U-23 dan Tiga Penyebab Kekalahan dari Vietnam
Timnas Indonesia U-23. © Bola.com/Zulfirdaus Harahap

Bola.net - Pupus sudah harapan Indoesia untuk lolos ke Piala AFC U-23 2020 mendatang. Kegagalan itu dipastikan setelah anak-anak asuh Indra Sjafri menelan kekalahan kedua di kualifikasi Grup K.

Pada pertandingan pertama, Timnas Indonesia U-23 kalah 0-4 melawan Thailand. Pada pertandingan kedua, Minggu (24/3), Garuda Muda kalah 0-1 dari Vietnam.

Kekalahan dari Vietnam bahkan didapatkan dengan cara yang sangat menyakitkan. Gol tunggal penentu kemenangan Vietnam dicetak oleh Trieu Viet Hung pada menit 90+4.

Indonesia dan Brunei sama-sama dipastikan gagal setelah gagal mengumpulkan hingga pertandingan kedua. Dengan satu laga tersisa, mereka sudah tak bisa mengejar Thailand dan Vietnam yang masing-masing telah mengoleksi enam angka.

Satu bulan lalu, tim yang sama menjuarai Piala AFF U-22. Sekarang, mereka gagal di kualifikasi Piala AFC U-23.

Kekalahan melawan Vietnam sebenarnya bisa saja dihindari. Namun, seperti dilansir Bola.com, ada setidaknya tiga hal yang membuat itu terjadi.

Scroll terus ke bawah.

1 dari 3

Aliran Bola Tidak Lancar

Sejak menit pertama, pemain Timnas Indonesia U-23 gagap dalam upaya membangun serangan. Beberapa kali usaha build-up dari lini belakang tidak berbuah serangan berbahaya. Bahkan, bola panjang juga tidak berjalan efektif karena mampu diterima pemain Vietnam.

Permainan lini tengah juga kurang variasi. Trio gelandang yang diisi oleh Sani Rizki, Luthfi Kamal, dan Egy Maulana Vikri tidak memberikan suplai bola ke lini depan dengan lancar. Alhasil, tak banyak ancaman ke gawang Vietnam.

Demikian halnya dengan aksi individu yang tidak memberikan kontribusi untuk permainan tim. Mislanya, setelah Saddil Ramdani masuk pada menit ke-57 menggantikan Witan. Pemain sayap Pahang FA itu bermain egois dan lebih memilih mendribel bola atau melewati lawan daripada mengumpan pada rekannya.

2 dari 3

Minim Peluang

Tidak lancarnya aliran bola itu berdampak pada minimnya tembakan ke arah gawang Vietnam. Timnas Indonesia U-23 tercatat hanya mampu membukukan sebanyak tujuh tembakan, dengan hanya tiga di antaranya yang mengarah ke gawang

Marinus Wanewar yang didapuk sebagai striker tunggal dan berperan sebagai target man juga kebingungan dengan permainan rekan-rekannya. Hasilnya, dia tidak mampu menunjukkan ketajamnnya di laga ini.

Kiper Vietnam Bui Tien Dung sebenarnya, beberapa kali melakukan blunder di laga ini, seperti bola tepisan yang tidak dalam posisi aman. Pada menit ke-60, dia sempat ingin mengoper bola pada rekannya di lini belakang.

Sial, bola justru mengarah pada Marinus dan itu menjadi momen berharga Timnas Indonesia U-23 bisa unggul. Sayang, kesempatan itu gagal berbuah gol karena tembakan Marinus berhasil diamankan Bui Tien Dung.

3 dari 3

Banyak Pelanggaran yang tak Perlu

Timnas Indonesia U-23 banyak melakukan pelanggaran kurang perlu dalam laga ini. Tercatat, sebanyak 19 pelanggaran dibukukan oleh Osvaldo Haay dkk. Beberapa di antaranya bahkan terjadi hanya beberapa meter di depan kotak penalti Timnas Indonesia U-23

Osvaldo menjadi salah datu pemain yang melakukan itu. Sebagai pemain sayap, dia berniat untuk menghentikan serangan Vietnam pada menit ke-39. Namun, dia malah memaksakan diri menghentikan pemain lawan. Gelandang Lutfhi Kalam juga melakukan hal yang serupa jelang bubaran babak pertama.

Demikian, halnya dengan bek Bagas Adi yang melakukan kesalahan pada menit ke-86. Dia masuk secara tiba-tiba setelah mendapatkan perawatan di pinggir lapangan. Bek milik Arema FC itu kemudian mendapat kartu kuning.

Marinus juga mendapat kartu kuning kedua akibat keributan di penghujung laga. Total, Timnas Indonesia U-23 mengoleksi empat kartu kuning dan satu kartu merah dalam pertandingan ini.

Sumber: Bola.com