
Bola.net - Shin Tae-yong akan beradu strategi dengan Remko Bicentini. Dua pelatih itu akan saling berusaha membawa timnya meraih hasil terbaik.
Timnas Indonesia akan menghadapi Curacao pada FIFA Matchday di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Pertandingan ini dijadwalkan kick-off Sabtu, 24 September 2022, jam 20:00 WIB, siaran langsung di Indosiar dan live streaming di Vidio.
Timnas Indonesia dan Curacao akan berhadapan dua kali di FIFA Mathcday ini. Setelah di GBLA, pertemuan kedua mereka akan digelar di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, tiga hari berselang.
Timnas Indonesia belum pernah bertemu dengan Curacao. Selain itu, pertemuan perdana nanti juga akan menjadi pertemuan pertama Shin Tae-yog dengan Remko Bicentini.
Keduanya sama-sama hanya berbekal rekaman pertandingan tim untuk meraba kekuatan lawan. Selain punya latar pengalaman yang berbeda, gaya permainan yang bakal diusung Shin Tae-yong dan Remko Bicentini diyakini juga berbeda.
Shin Tae-yong bakal mengandalkan skema permainan pelan nan mematikan di Timnas Indonesia, sedangkan Remko Bicentini di Curacao mengusung gaya Total Football khas dari Belanda.
Rekam Jejak Panjang

Shin Tae-yong menjadi pelatih Timnas Indonesia sejak Desember 2019. Pelatih asal Korea Selatan itu datang dengan segudang pengalaman.
Pencapaian terbaik Shin Tae-yong adalah menukangi Timnas Korea Selatan pada Piala Dunia 2018. Meskipun kariernya singkat, namun Korsel asuhan Shin Tae-yong ketika itu sukses mengalahkan Jerman dengan skor 2-0.
Shin Tae-yong sejauh ini sudah memimpin Timnas Indonesia senior sebanyak 21 pertandingan. Rapor skuad Merah Putih cukup mengesankan yakni meraih 11 kemenangan, lima kali imbang, dan lima kali kalah.
Tak bisa dimungkiri, kehadiran Shin Tae-yong membawa harapan baru buat sepak bola Indonesia. Itu dibuktikan dengan munculnya bibit-bibit baru sepak bola masa depan Timnas Indonesia.
Bukan Sosok Asing

Remko Bicentini bukan sosok yang asing buat Curacao. Pelatih asal Belanda itu sudah bersama Curacao ketika masih menggunakan nama Netherlands Antilles pada 2008.
Ketika itu, Remko Bicentini berkarier sebagai asisten pelatih. Setahun kemudian, Remko Bicentini dipercaya menjadi pelatih kepala, namun kariernya hanya bertahan selama setahun.
Pada 2011, Remko Bicentini kembali dipanggil ke Curacao. Ketika itu, Remko Bicentini menjadi asisten sampai 2016. Remko Bicentini bekerja sama dengan sejumlah pelatih hingga legenda Timnas Belanda, Patrick Kluivert.
Sepeninggalan Kluivert, Remko Bicentini mengambil alih kembali Curacao sebagai pelatih kepala sampai 2020.
Remko Bicentini kemudian sempat menerima tantangan baru sebagai asisten pelatih Timnas Kanada sampai 2022. Lalu ia kembali memimpin Curacao sebagai pelatih kepala pada edisi kedua sampai saat ini.
Disadur dari: Bola.com/Zulfirdaus Harahap/Hendry Wibowo, 24 September 2022
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Prediksi Timnas Indonesia vs Curacao 24 September 2022
- 5 Pemain Kunci Curacao yang Bisa Merepotkan Timnas Indonesia: Banjir Pemain dari Liga Eropa!
- Shin Tae-yong Pastikan 2 Pemain Timnas Indonesia Sudah Kunci Tempat di Piala Dunia U-20 2023
- Pelatih Curacao: Punya Pemain Keturunan Eropa dan 270 Juta Penduduk, Timnas Indonesia Berpotensi
- Timnas Indonesia vs Curacao, Pesan Penting Shin Tae-yong buat Para Pemain
- Nah Lho! Kapten Timnas Indonesia Gelap dengan Kekuatan Curacao
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 22 April 2026 13:38Profil Timnas Belgia di Piala Dunia 2026: Era Terakhir Generasi Emas
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 23 April 2026 05:22 -
Liga Italia 23 April 2026 05:20 -
Bola Indonesia 23 April 2026 05:11 -
Liga Spanyol 23 April 2026 05:05 -
Liga Eropa Lain 23 April 2026 04:40 -
Bundesliga 23 April 2026 04:25
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 22 April 2026 12:37 -
tim nasional 22 April 2026 09:48 -
tim nasional 21 April 2026 17:20 -
tim nasional 21 April 2026 13:49 -
tim nasional 21 April 2026 13:31 -
tim nasional 20 April 2026 12:58
MOST VIEWED
- Nova Arianto Soal Tendangan Kungfu Fadly Alberto: Pasti Ada Konsekuensi, Sudah Seharusnya Berikan Contoh yang Baik
- Kurniawan Dwi Yulianto Pastikan Timnas Indonesia U-17 Ketambahan 3 Pemain Diaspora di Piala Asia U-17 2026
- Deretan Penggawa Timnas Indonesia yang Ikut Geram Ricky Kambuaya Jadi Korban Aksi Rasis di Laga Dewa United vs Persib: Ada Kevin Diks
- Timnas Indonesia U-17 Gagal ke Semifinal Piala AFF U-17, Kurniawan Dwi Yulianto: Saya Mohon Maaf
HIGHLIGHT
- 9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Mele...
- 5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Ma...
- Beban Finansial Menggunung! 6 Kontrak Terburuk Man...
- 5 Kiper Pengganti Potensial untuk Chelsea, Solusi ...
- Cedera Jadi Mimpi Buruk! 6 Bintang Ini Terancam Ab...
- 3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona ...
- 5 Pencapaian Luar Biasa Mohamed Salah di Liverpool...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562099/original/048442100_1776779773-IMG-20260421-WA0055.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5563384/original/019024800_1776860945-Screenshot_20260422_185216_Instagram.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5563234/original/075044000_1776851119-Persis_Solo_vs_Bhayangkara_FC.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5506518/original/000454300_1771470864-WhatsApp_Image_2026-02-19_at_10.12.38.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5563151/original/015398300_1776848815-d31552b2-ccbe-44e0-9b3e-6741b552ed09.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5097733/original/080924200_1737101764-b7ca8f33-51db-44de-9286-cb9d453ea223.jpg)
