Dari Tim Medioker Jadi Finalis Eropa, Crystal Palace Berubah Total di Era Oliver Glasner

Dari Tim Medioker Jadi Finalis Eropa, Crystal Palace Berubah Total di Era Oliver Glasner
Pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner usai laga melawan Liverpool di Liga Inggris, 26 April 2026 lalu. (c) AP Photo/Ian Hodgson

Bola.net - Crystal Palace sedang menikmati masa paling gemilang dalam sejarah klub mereka. Tim yang dulu kerap dianggap pelengkap di Premier League kini hanya tinggal selangkah lagi menuju gelar Eropa pertama.

Keberhasilan melaju ke final UEFA Conference League menjadi bukti perubahan besar yang terjadi di bawah tangan dingin Oliver Glasner. Atmosfer Selhurst Park pun berubah total setelah The Eagles menyingkirkan Shakhtar Donetsk dengan agregat meyakinkan 5-2 di semifinal.

Palace sempat tidak ingin tampil di Conference League setelah gagal mempertahankan tempat di Liga Europa melalui proses banding di Swiss. Namun, perjalanan panjang itu justru berubah menjadi kisah luar biasa yang membawa mereka ke partai final di Leipzig.

Kini Crystal Palace hanya membutuhkan satu kemenangan lagi saat menghadapi Rayo Vallecano di final pada 28 Mei 2026 mendatang. Jika trofi berhasil dibawa pulang, maka era Oliver Glasner akan dikenang sebagai periode terbaik sepanjang sejarah klub London tersebut.

Dari Klub Medioker Menjadi Penantang Gelar

Dari Klub Medioker Menjadi Penantang Gelar

Suporter Crystal Palace memberikan dukungan kepada timnya jelang laga leg kedua semifinal Conference League melawan Shakhtar Donetsk, Jumat (8/5/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Sebelum era Glasner dimulai, Crystal Palace dikenal sebagai tim medioker yang kesulitan bersaing di papan atas Premier League. Mereka juga nyaris tidak pernah tampil di kompetisi Eropa sepanjang sejarah klub.

Prestasi Palace sebelumnya pun sangat terbatas di level domestik bawah. Gelar yang pernah mereka raih hanya berupa juara Championship musim 1978/79 dan 1993/94, serta juara divisi ketiga pada musim 1920/21.

Trofi besar nyaris menjadi mimpi yang terlalu jauh bagi publik Selhurst Park. Dalam beberapa dekade terakhir, Palace lebih sering berjuang menghindari degradasi dibanding berbicara soal gelar juara.

Situasi itu berubah drastis sejak Oliver Glasner datang pada Februari 2024. Pelatih asal Austria tersebut perlahan membangun mental pemenang yang sebelumnya tidak pernah benar-benar dimiliki Palace.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 10 Mei 2026
Crystal Palace Crystal Palace
20:00 WIB
Everton Everton

Era Emas Dimulai Bersama Oliver Glasner

Era Emas Dimulai Bersama Oliver Glasner

Pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner (c) Crystal Palace Official

Crystal Palace akhirnya meraih trofi besar pertama dalam sejarah klub ketika mengalahkan Manchester City di final FA Cup pada 17 Mei 2025. Eberechi Eze menjadi pahlawan kemenangan setelah mencetak gol tunggal lewat serangan balik yang memukau.

Dean Henderson juga tampil luar biasa pada laga tersebut dengan menggagalkan penalti Omar Marmoush. Palace bertahan dengan disiplin tinggi hingga akhirnya memastikan kemenangan bersejarah di Wembley.

Kesuksesan itu berlanjut pada bulan Agustus, saat Palace menghadapi Liverpool di Community Shield 2025. Setelah bermain imbang 2-2 selama waktu normal, The Eagles menang 3-2 lewat drama adu penalti.

Dean Henderson kembali menjadi sosok penting dengan menggagalkan penalti Alexis Mac Allister dan Harvey Elliott. Justin Devenny kemudian memastikan kemenangan Palace lewat eksekusi penentu yang membawa klub meraih Community Shield pertama mereka.

Glasner di Ambang Trofi Ketiga Bersama Palace

Glasner di Ambang Trofi Ketiga Bersama Palace

Pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner (c) Crystal Palace Official

Perjalanan luar biasa Crystal Palace musim ini akhirnya mencapai level Eropa. Glasner sendiri bahkan mengaku sulit mempercayai dirinya selangkah lagi berpeluang meraih gelar ketiga bersama The Eagles.

"Saya berbicara dengan ketua (bos besar Palace, Steve Parish) sebelum pertandingan, ia selalu datang ke kantor saya," kata Glasner setelah pertandingan lawan Shakhtar, dilansir dari BBC.

"Saya berkata, 'apakah Anda pernah berpikir kita akan bermain di semifinal kompetisi Eropa?' Ia berkata 'tidak'."

"Saya berkata, 'ketika kita berbicara untuk pertama kalinya tiga tahun lalu, saya tidak memikirkannya'. Inilah yang Anda capai jika Anda bekerja keras dan tetap bersatu di saat-saat sulit - dan kita telah mengalami beberapa momen sulit. Ketika kalian tetap bersatu di saat-saat sulit, kalian akan mendapatkan imbalannya," seru Glasner.

Keputusan Berpisah Bisa Jadi Penyesalan Besar

Keputusan Berpisah Bisa Jadi Penyesalan Besar

Skuad Crystal Palace merayakan gol Ismaila Sarr ke gawang Shakhtar Donetsk di leg pertama semifinal UEFA Confrence League (c) AP Photo/Beata Zawrzel

Di tengah keberhasilan luar biasa tersebut, Crystal Palace justru harus menerima kenyataan pahit karena Oliver Glasner akan meninggalkan klub pada akhir musim 2025/26. Pelatih berusia 51 tahun itu memilih tidak memperpanjang kontraknya yang habis pada Juni 2026.

Glasner disebut ingin mencari tantangan baru setelah berhasil mengubah Palace menjadi tim kompetitif di Inggris dan Eropa. Keputusan itu diumumkan pada Januari 2026 setelah sebelumnya ia memberi tahu chairman Steve Parish beberapa bulan lebih awal.

Kepergian Glasner jelas meninggalkan tanda tanya besar bagi masa depan Palace. Sebab, ia bukan hanya menghadirkan trofi, tetapi juga mengubah mentalitas klub yang selama ini sulit keluar dari status tim papan tengah.

Jika Palace akhirnya berhasil menjuarai Conference League, maka warisan Glasner akan terasa semakin monumental. Klub yang dulu dianggap medioker kini berubah menjadi salah satu kisah paling mengejutkan di sepak bola Eropa.

(Bola/BBC)