Malam Pilu Robin van Persie: Feyenoord Tersingkir, Sang Anak Cedera dan Ditandu Keluar

Malam Pilu Robin van Persie: Feyenoord Tersingkir, Sang Anak Cedera dan Ditandu Keluar
Pelatih Feyenoord, Robin van Persie (kiri) mengecek kondisi Shaqueel van Persie yang mengalami cedera di laga Liga Europa melawan Betis, 30 Januari 2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Bola.net - Robin van Persie mengalami malam yang sangat memilukan di Spanyol. Legenda Belanda itu harus menelan dua pil pahit sekaligus dalam satu pertandingan.

Feyenoord dipastikan tersingkir dari ajang Liga Europa pada Kamis malam. Mereka kalah tipis 1-2 dari tuan rumah Real Betis di Estadio de La Cartuja.

Namun, rasa sakit karena kekalahan itu terasa belum seberapa. Van Persie harus menyaksikan putranya sendiri, Shaqueel van Persie, mengalami cedera serius.

Pukulan ganda ini menjadi penutup kampanye Eropa yang buruk bagi De Stadionclub. Wajah cemas sang pelatih tak bisa disembunyikan di pinggir lapangan.

1 dari 4 halaman

Jeritan Shaqueel dan Tandu Medis

Momen mengerikan itu terjadi menjelang akhir pertandingan babak kedua. Shaqueel dimasukkan dengan harapan memberi energi baru bagi tim yang tertinggal.

Nahas, ia justru mengalami pendaratan yang buruk usai melakukan duel udara. Pemain muda itu langsung terkapar dan mengerang kesakitan.

Tim medis bergegas masuk ke lapangan untuk memberikan pertolongan pertama. Cedera tersebut tampaknya cukup parah hingga ia tak bisa berjalan sendiri.

Shaqueel akhirnya harus ditandu keluar lapangan meninggalkan rekan-rekannya. Van Persie hanya bisa menatap nanar kejadian yang menimpa buah hatinya itu.

Pertandingan Selanjutnya
Liga Belanda Liga Belanda | 1 Februari 2026
PSV Eindhoven PSV Eindhoven
20:30 WIB
Feyenoord Feyenoord
2 dari 4 halaman

Kampanye Eropa yang Mengecewakan

Kampanye Eropa yang Mengecewakan

Starting XI Feyenoord saat melawan Real Betis di Liga Europa, 30 Januari 2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Sebelum insiden itu, Feyenoord sebenarnya punya harapan tipis untuk lolos. Namun, kekalahan ini memupus segala skenario keajaiban bagi wakil Belanda tersebut.

Feyenoord menutup fase ini dengan catatan yang sangat mengecewakan. Mereka hanya mampu meraih dua kemenangan dari total delapan pertandingan.

Robin van Persie sebenarnya sudah mencoba melakukan improvisasi taktik. Ia bahkan menurunkan bek berusia 18 tahun, Thijs Kraaijeveld, sebagai starter.

Sayangnya, perjudian dan kepercayaan pada pemain muda belum membuahkan hasil. Lini belakang mereka tetap rapuh menghadapi gempuran tuan rumah.

3 dari 4 halaman

Panggung Megah Antony

Panggung Megah Antony

Selebrasi bintang Real Betis, Antony usai mencetak gol ke gawang Feyenoord di Liga Europa, 30 Januari 2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Di saat Van Persie menderita, Antony justru menjadi bintang lapangan. Winger asal Brasil itu tampil kesetanan mengobrak-abrik pertahanan Feyenoord.

Antony mencetak gol indah lewat sepakan lengkung khasnya di babak pertama. Bola meluncur deras ke pojok gawang tanpa bisa dijangkau kiper.

Tak cukup mencetak gol, ia juga menjadi kreator bagi gol kedua Betis. Umpan cerdiknya berhasil ditanduk dengan sempurna oleh Abde Ezzalzouli.

Performa gemilang Antony benar-benar mengubur mimpi pasukan Van Persie. Skill individunya menjadi pembeda kualitas antara kedua tim malam itu.

4 dari 4 halaman

Tumpulnya Lini Depan Feyenoord

Feyenoord sejatinya sempat memberikan perlawanan lewat gol Casper Tengstedt. Pemain Denmark itu mencetak gol hiburan lewat tendangan chip jarak jauh.

Namun, secara keseluruhan lini depan Feyenoord tampil sangat tumpul. Cyle Larin membuang setidaknya dua peluang emas di depan mata.

Berulang kali umpan matang dari Goncalo Borges terbuang percuma. Ketidaktenangan di kotak penalti menjadi biang kerok kekalahan mereka.

Kini, Van Persie harus segera memulihkan mental skuadnya. Mereka sudah ditunggu laga berat melawan pemuncak klasemen liga, PSV Eindhoven.