Kekuatan Pemain Lokal Bicara: Bhayangkara Presisi Awali Proliga 2026 dengan Kemenangan

Kekuatan Pemain Lokal Bicara: Bhayangkara Presisi Awali Proliga 2026 dengan Kemenangan
Aksi pemain Jakarta Bhayangkara Presisi pada laga Proliga 2026 (c) Dok. PBVSI

Bola.net - Jakarta Bhayangkara Presisi memulai kiprah di Proliga 2026 dengan hasil yang menjanjikan. Tim voli putra asal Jakarta itu langsung menunjukkan identitas permainan kolektif sejak laga pembuka.

Bertanding di GOR Terpadu A Yani, Pontianak, Kamis (8/1/2026), Bhayangkara Presisi menundukkan Medan Falcons Tirta Bhagasasi dengan skor telak 3-0. Kemenangan ini diraih tanpa dominasi berlebihan pemain asing.

Sejak awal pertandingan, Bhayangkara Presisi tampil disiplin dan tenang. Peran pemain lokal terlihat menonjol dalam menjaga ritme dan stabilitas permainan.

Hasil ini menjadi sinyal awal ambisi Bhayangkara Presisi di Proliga 2026. Bukan hanya soal menang, tetapi juga arah pembangunan tim yang jelas.

1 dari 2 halaman

Permainan Stabil, Momentum di Poin Kritis

Set pertama berjalan ketat dan penuh tekanan. Medan Falcons mampu mengimbangi permainan hingga fase akhir set.

Namun, ketenangan Bhayangkara Presisi menjadi pembeda. Mereka memanfaatkan momen krusial untuk mengunci set pembuka dengan skor 25-23.

Situasi serupa terulang pada set kedua. Falcons sempat unggul, tetapi Bhayangkara Presisi perlahan menemukan ritme melalui servis agresif dan transisi cepat.

Keunggulan tipis 21-19 cukup untuk menegaskan kontrol Bhayangkara Presisi atas jalannya pertandingan. Konsistensi menjadi kunci.

2 dari 2 halaman

Fokus Pemain Lokal dan Target Jangka Panjang

Fokus Pemain Lokal dan Target Jangka Panjang

Duel antara Jakarta Bhayangkara Presisi melawan Medan Falcons Tirta Bhagasasi pada hari pertama Proliga 2026 (c) Dok. PBVSI

Memasuki set ketiga, Bhayangkara Presisi tampil semakin percaya diri. Tempo permainan dikuasai hingga menutup set dengan skor 25-21.

Kemenangan ini disambut positif pelatih Reidel Toiran. Ia menilai hasil tersebut penting sebagai fondasi awal kompetisi.

“Kehadiran pemain asing tetap menjadi bagian dari tim, tetapi fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas atlet lokal sebagai investasi jangka panjang,” kata Reidel.

Meski menang, Reidel menegaskan timnya masih dalam proses. Evaluasi akan terus dilakukan, terutama menjelang laga berikutnya melawan Surabaya Samator, seiring ambisi Bhayangkara Presisi untuk bersaing di papan atas Proliga 2026.