Pemain Yang Kembali ke Mantan Klub Setelah Gagal di Klub Lain

Pemain Yang Kembali ke Mantan Klub Setelah Gagal di Klub Lain
Kaka (c) AFP

Bola.net - Bola.net - Terkadang transfer besar tidak selalu diikuti dengan kesuksesan yang diraih pemain yang terlibat di dalamnya. Meskipun para pemain tersebut telah berusaha keras untuk mencoba mengubah peruntungannya.

Akhirnya, para pemain yang terlanjur pindah dan gagal dengan klub barunya memutuskan kembali ke klub lamanya dengan harapan bisa mengembalikan karirnya. Berikut ini 11 pemain yang langsung kembali pulang setelah gagal di klub lain.

Mario Gotze

Mario Gotze

Dibeli: Bayern Munchen (2013)
Tampil: 114
Dijual ke: Borussia Dortmund (2016)

Mario Gotze baru saja kembali ke Borussia Dortmund setelah tiga tahun yang kurang sukses di Bayern Munchen. Pemain asal Jerman itu kerap menghuni bangku cadangan selama di Allianz Arena.

Pendukung Dortmund menganggap Gotze pengkhianat saat memutuskan menyebrang ke klub rival pada tahun 2013. Kini Gotze mungkin diterima dengan tangan terbuka tapi beberapa gol atas namanya sangat diharapkan.

Filipe Luis

Filipe Luis

Dibeli: Chelsea (2014)
Tampil: 26
Dijual ke: Atletico Madrid (2015)

Atletico Madrid mampu menjuarai La Liga pada musim 2013/14 sehingga membuat seluruh Eropa menaruh perhatian terutama Jose Mourinho dan Chelsea. Mereka langsung menggembosi pasukan Diego Simeone dengan merekrut Diego Costa dan Filipe Luis serta memanggil Thibaut Courtois.

Courtouis dan Costa langsung mengisi tim utama The Blues sedangkan Luis harus memulai dari bangku cadangan setelah kalah dari Cesar Azpilicueta. Hal tersebut membuat Luis memutuskan kembali ke Vicente Calderon di musim panas berikutnya.

Nuri Sahin

Nuri Sahin

Dibeli: Real Madrid (2011)
Tampil: 10
Dijual ke: Borussia Dortmund (2014)

Setelah membantu Borussia Dortmund meraih gelar Bundesliga 2010/11 dan memenangkan Player of the Year, Nuri Sahin mendapatkan kesempatan pindah ke Real Madrid.

Cedera ternyata kerap mengganggu pemain Turki itu selama di ibukota Spanyol dan setelah sempat dipinjamkan ke Liverpool, Sahin kembali ke Dortmund sebagai pemain pinjaman selama 18 bulan sebelum direkrut secara permanen pada tahun 2014.

Shinji Kagawa

Shinji Kagawa

Dibeli: Manchester United (2012)
Tampil: 57
Dijual ke: Borussia Dortmund (2014)

Dortmund benar-benar kesulitan mempertahankan pemain terbaiknya dan Shinji Kagawa adalah pemain lain yang memulai tantangan baru dengan pindah ke Manchester United.

Playmaker Jepang ini berkembang pesat di Bundesliga dengan bermain sebagai pemain No.10 tetapi ia sering dimainkan di posisi sayap selama di Old Trafford. Setelah menjalani tahun yang kurang produktif di Inggris, Kagawa memutuskan kembali ke Dortmund pada 2014.

Robbie Keane

Robbie Keane

Dibeli: Liverpool (2008)
Tampil: 28
Dijual ke: Tottenham (2009)

Setelah lima setengah musim mencetak banyak gol untuk Tottenham, Robbie Keane menegaskan niatnya untuk bergabung Liverpool pada tahun 2008. Alasan dibalik transfernya ini karena Liverpool merupakan klub yang telah didukungnya sejak kecil.

Keane ternyata tidak bisa sukses di Anfield meski berhasil mencetak tujuh gol dari 28 penampilan. Ia diizinkan kembali ke White Hart Lane setelah enam bulan bersama The Reds.

Kaka

Kaka

Dibeli: Real Madrid (2009)
Tampil: 120
Dijual ke: AC Milan

Kaka merupakan anak emas di AC Milan hingga membuat raksasa Real Madrid kepincut untuk memboyongnya. Pemain Brasil itu akhirnya merapat ke Santiago Bernabeu dengan nilai transfer yang cukup tinggi.

Kedatangan Cristiano Ronaldo beberapa pekan kemudian membuat Kaka tak selalu menjadi pilihan utama dan rentetan cedera menambah masalahnya di Spanyol. Setelah gagal memberikan kontribusi yang besar kepada Los Blancos, Kaka akhirnya kembali ke Rossoneri dengan bebas transfer pada tahun 2013.

Dmytro Chygrynskiy

Dmytro Chygrynskiy

Dibeli: Barcelona (2009)
Tampil: 14
Dijual ke: Shakhtar Donetsk (2010)

Meski sudah memimpin Barcelona meraih treble bersejarah di musim pertamanya bertugas, Josep Guardiola masih ingin memperkuat skuat Blaugrana dengan mendatangkan Zlatan Ibrahimovic dan Dmytro Chygrynskiy.

Kedua pemain tersebut tidak bersinar bersama Barca tapi Chygrynskiy bisa dibilang kurang sukses dari Ibrahimovic. Ia hanya bermain 14 kali sebelum kembali ke Ukraina dengan biaya yang sudah turun drastis.

Andriy Shevchenko

Andriy Shevchenko

Dibeli: Chelsea (2006)
Tampil: 76
Dijual ke: AC Milan (2008 – pinjaman)

Andriy Shevchenko adalah hadiah dari Roman Abramovich untuk Jose Mourinho, tapi striker Ukraina itu bukanlah hadiah terbaik untuk manajer Portugal itu. Terlebih Mourinho sudah punya Didier Drogba di lini depan The Blues.

Shevchenko tampil tak setajam sebelumnya di Premier League sehingga karirnya di Inggris tak berlangsung lama. Shevchenko dipinjamkan ke AC Milan sebelum bergabung kembali dengan mantan klub lainnya Dinamo Kiev secara permanen pada tahun 2009.

Lukas Podolski

Lukas Podolski

Dibeli: Bayern Munchen (2006)
Dijual ke: FC Koln (2009)

Mario Gotze bukanlah pemain Jerman pertama yang gagal di Bayern Munchen dan kemudian kembali ke mantan klubnya. Sebelumnya sudah ada Lukas Podolski.

Podolski mencetak 51 gol dari 85 pertandingan untuk klub masa kecilnya FC Koln tapi ia gagal mengulangi prestasi tersebut selama tiga tahun di Bayern. Pada tahun 2009 ia memutuskan kembali ke Koln.

Shaun Wright-Phillips

Shaun Wright-Phillips

Dibeli: Chelsea (2005)
Tampil: 124
Dijual ke: Manchester City (2008)

Meski banyak mendapatkan kesempatan tampil selama waktunya di Stamford Bridge, Shaun Wright-Phillips bukanlah pemain utama Chelsea. Dan tidak mengherankan jika ia akhirnya memutuskan kembali ke Manchester.

Sama seperti di Chelsea, Wright-Phillips menghadapi persaingan ketat di City usai klub diambil alih tak lama setelah ia kembali. Banyaknya pemain bintang yang hadir membuatnya harus hengkang dari Etihad Stadium pada tahun 2011.

Nuno Gomes

Nuno Gomes

Dibeli: Fiorentina (2000)
Tampil: 63
Dijual ke: Benfica (2002)

Menggantikan striker sekelas Gabriel Batistuta bukanlah tugas yang mudah bagi sebagian besar pemain. Namun harapan tinggi muncul bahwa Nuno Gomes bisa melakukannya setelah tampil cemerlang di Euro 2000.

Namun, Gomes tidak bisa menunjukkan ketajamannya di Fiorentina setelah hanya mencetak 14 gol di Serie A dalam dua musim. Setelah kondisi keuangan klub memburuk, ia dijual kembali ke Benfica pada tahun 2002.