Tim Terbaik La Liga Paruh Musim 2011-2012

23-12-2011 14:00

 | Lionel Messi

Bola.net - Oleh: Alexander Wibowo
Janganlah heran jika nama yang menghiasi daftar ini akan lebih banyak didominasi oleh punggawa dua rival abadi, Real Madrid dan Barcelona, karena memang dua kubu inilah yang sanggup meninggalkan kontestan lain teramat jauh untuk perburuan mahkota La Liga Primera Spanyol musim 2011-2012.

Mau bagaimana lagi? Memang fakta yang ada tak terbantahkan dari total 16 Jornada yang telah terlewati untuk sementara waktu Madrid memimpin dengan kumpulan 40 poin, di bawahnya Barca hanya tertinggal 3 poin dengan 37 poin mereka.

Peringkat ketiga adalah Valencia dengan jarak 7 poin dari Los Blancos. Langsung saja kita susun tim terbaik La Liga hingga separuh musim telah terlewati satu pekan silam. Mengusung formasi yang kerap digunakan oleh dua lakon Clasico 4-3-3.

Apa yang kami pilih mungkin akan berbeda dengan versi Anda sekalian para pembaca, namun kami memilih semua berdasarkan ketetapan yang terbilang rumit, berdasarkan nilai rata-rata mereka per pekan, penyelamatan dan jumlah gol yang bersarang bagi kiper, assist, serta gol yang mereka bukukan hingga jornada 16 La Liga selesai.


Kiper: Victor Valdes (Barcelona)
Bukan hanya karena untuk sementara waktu ia paling minim kebobolan (8 gol) yang mendasari pria ini terpilih. Ia pun sempat mencatat rekor tak kebobolan terlama dalam sejarah klubnya di awal musim ini.

Valdes tercatat 825 menit tanpa kebobolan dan mematahkan rekor kiper Barca era 70an, Miguel Reina, ayah dari kiper Liverpool Pepe Reina. Membuat Casillas harus rela tergeser ke bench untuk kali ini.

Bek Kanan: Dani Alves (Barcelona)
Pos Bek kanan saya berikan pada Dani Alves. Sayatan-sayatannya dari sisi kanan Barca kerap menjadi awal terciptanya gol juara bertahan La Liga tersebut bahkan sejauh ini ia sudah sumbang 6 assist untuk rekan-rekannya terbanyak keempat.

Selain mahir bertahan dan menyerang, ia juga terbilang multi fungsi, karena bisa ditempatkan sebagai pemain sayap hingga penyerang sayap kanan, salah satu anak emas Guardiola, kemampuannya mengeksekusi bola-bola mati menjadi kartu maut tersendiri untuknya.

Bek: Carles Puyol (Barcelona)
Pria ini memang sudah tidak lagi muda, namun jangan tanya perihal kepatenan dari skill yang ia miliki. Barcelona hingga paruh musim ini hanya kebobolan 8 gol, dan satu-satunya kekalahan yang Barca derita ketika sang kapten ini absen.

Lalu apa lagi yang perlu dibantah oleh benteng sekokoh karang yang satu ini, bahkan ketika El Clasico dipanggungkan skor 3-1 di Bernabeu memunculkan nama pria berambut keriting ini sebagai man of the match-nya, sangat amat krusial pastinya.

Bek: Pepe (Real Madrid)
Tak kenal kompromi dan begitu kokoh secara fisik, itulah gambaran utama yang ada pada Pepe. Begitu kuat ketika meladeni adu fisik, membentuk tembok kokoh bagi Real yang sulit ditembus oleh pemain lawan tak peduli ketika ia harus berduet dengan siapa pun, entah itu Ramos ataupun Carvalho.

Mungkin jika ada satu kekurangan dari orang Portugal ini adalah emosinya yang kerap terpancing. Namun jika dibandingkan dengan musim lalu, ia jauh lebih stabil mungkin karena gemblengan dari Mou.

Bek Kiri: Marcelo (Real Madrid)
Jika di sisi kanan ada Alves maka Marcelo ibarat belahannya di sisi kiri, sama-sama lincah dan gemar menusuk pertahanan lawan. Crossing-crossing akuratnya akan mengiris pertahanan lawan dari sisi kiri dengan begitu konsisten.

Pria berambut keriwil ini membuktikan tak salah dulunya ia disemati label wonderkid, di bawah arahan Jose Mourinho. Ia kini sudah semakin matang dan kerap aktif menyumbang gol pula bagi Los Blancos.

Jangkar: Xabi Alonso (Real Madrid)
Bukanlah tanpa sebab jika Los Blancos musim ini sempat mencatatkan 15 laga meraih kemenangan secara beruntun di seluruh ajang yang mereka ikuti, kunci krusialnya karena permainan mereka yang kini lebih seimbang.

Xabi dimudahkan tugasnya ketimbang musim lalu oleh Mourinho dengan merekrut pemain-pemain yang sanggup membantunya. Alhasil jangkar ini kini bisa leluasa menjalankan tugasnya sebagai otak serangan pertama dengan umpan-umpan akuratnya yang seringkali mengawali counter attack Madrid, pastinya ia pemain paling penting bagi The Special One.

Gelandang: Xavi Hernandez (Barcelona)
Seorang pemain yang benar-benar dianugerahi teknik yang luar biasa, dirigen permainan yang begitu susah didiskripsikan dengan berbagai macam kata-kata, terkadang umpannya begitu simpel namun tingkat efektifnya begitu luar biasa.

Bersanding bersama Ronaldo dan Messi untuk berebut Ballon d'Or tahun ini, sayangnya tahun ini ia sudah berumur 31 tahun, semoga penyihir ini akan masih tetap prima dalam tahun-tahun berikutnya.

Gelandang: Cesc Fabregas (Barcelona)
Jika ada pemain yang sanggup memberikan dampak instan semenjak datang ke La Liga bagi timnya di paruh musim ini, maka orang itu adalah Cesc Fabregas. Begitu mobilnya pria ini juga sangat membantu pelatihnya menurunkan varian formasi berbeda.

Ia memang baru datang dari Arsenal musim panas kemarin, namun gol-gol krusial langsung bisa ia berikan kepada Barca termasuk di antaranya gawang Real Madrid yang merasakan ketajamannya, telah sumbang 8 gol dari 12 laga yang ia ikuti sejauh musim ini.

Penyerang Sayap Kanan: Cristiano Ronaldo (Real Madrid)
Sudah 20 gol ia bukukan di ajang La Liga hingga jornada 16 berjalan, lebih banyak 3 biji ketimbang musim lalu. Sepakan bola-bola matinya juga begitu maut, selain driblingnya yang begitu memukau ia kerap mampu memompa semangat timnya dengan gaya bermainnya yang eksplosif, dijamin memiliki seorang CR7 akan membuat bek lawan selalu menderita.

Musim lalu memecahkan rekor tertinggi el pichichi La Liga dengan 40 golnya, membuat dirinya juga sukses menyabet European Golden Shoe tahun 2011 ini ia bersaing dengan Messi dan Xavi untuk FIFA Ballon d'Or.

Penyerang Tengah: Lionel Messi (Barcelona)
Daftar pemain terbaik tanpa nama orang ini, jelas akan menjadi hal yang percuma, karena memang pria yang satu ini yang diyakini sebagai pemain terbaik di Dunia untuk periode sekarang.

Jumlah gol yang telah dicetak Messi sepanjang tahun ini (2011) untuk Barcelona adalah 55 gol, 17 gol di antaranya terjaring di kompetisi La Liga musim ini, tak salah jika diyakini Ballon d'Or akan kembali ia sabet untuk kali ketiganya secara beruntun bulan depan.

Penyerang Sayap Kiri: Angel di Maria (Real Madrid)
Tahukan Anda siapa pemain yang paling banyak menyumbang assist di La Liga hingga jornada 17 berakhir dan berapa jumlahnya? benar jawabnya adalah Di Maria, dan total sudah 13 assist yang ia berikan untuk rekannya yang berhasil dikonversi menjadi gol.

Kelemahan pemain Argentina ini mungkin hanya fisiknya yang kadang terlalu rentan dengan cedera, tentu saja karena lawan sering menghalalkan segala cara untuk menumbangkannya kelincahannya.

Cadangan:
Iker Casillas (Real Madrid)
Casillas sesungguhnya merupakan salah satu yang terbaik di posisinya, dari jumlah penyelamatan pun ia masih lebih banyak ketimbang Valdez. Namun sibuknya Casillas membuat ia menderita 7 gol lebih banyak dari sang deputi di timnas Spanyol itu.

Catatan clean sheet yang ia bukukan musim ini adalah 6 laga, hal yang membuatnya kalah dari Valdes lagi. Namun di laga terakhir saat Madrid menang 2-6 di Sevilla, Casillas sempat menggagalkan peluang Manu del Moral secara impresif dalam posisi one on one, bahkan pundit menyebutnya sebagai penyelamatan terbaik musim ini.

Jordi Alba (Valencia)
Bek sayap kiri ini sejatinya adalah binaan La Masia milik Barcelona, namun karena alasan jam terbang dan ketatnya persaingan menembus skuad Barca saat itu membuatnya pergi dari Nou Camp.

Namun tekadnya itu tak sia-sia, ia malah matang di perantauan hingga akhirnya mendapatkan kejutan ekstra, ia terpanggil ke timnas Spanyol dan kabarnya siap dipulangkan lagi oleh Barcelona demi menjadi penerus Eric Abidal yang sudah tak lagi muda.

Gerard Pique (Barcelona)
Memilikinya di tim Anda sama dengan mendapatkan kata aman, tentu saja kehebatannya yang begitu disiplin dan garang dalam mengamankan benteng pertahanan setiap tim yang ia bela, tidak hanya di Barcelona juga di timnas pun ia begitu apik.

Salah satu kunci kehebatannya di lini belakang adalah berkat kemampuannya dalam membaca permainan lawan, membuatnya menjadi sosok pemimpin yang kelak siap menggantikan Carles Puyol.

Pique sangat tenang ketika mengambil bola dari lawan, serta menjadi sweeper pertahanan hingga ia dijuluki "Piquenbauer" perbandingan yang begitu menyanjung dengan bek legendaris Jerman, Franz Beckenbauer.

Sergio Busquets (Barcelona)
Sebuah tim tak akan lengkap tanpa gelandang angkut air, kehadiran mereka kadang memang diharuskan menunaikan "tugas kotor", namun memang taktik ini yang paling efektif untuk meredam serangan lawan sejak dari garis tengah.

Vitalnya Busquets bahkan ditegaskan langsung oleh Xavi yang notabene salah satu pemain terbaik dunia saat ini, "Tanpa Busquets saya kira kami tak akan pernah bisa mencapai apa yang telah kami dapatkan selama ini," ucap sang wakil kapten suatu ketika.

"Dia adalah tipikal pemain yang istimewa, pemain yang tak pernah salah dalam menjalankan tugas yang ia emban."

Santi Cazorla (Malaga)
Malaga adalah klub yang sedang mencoba besar di musim ini, dana besar yang mereka miliki juga dibarengi dengan pembelanjaan pemain secara besar-besaran pula, salah satunya dengan pembelian Cazorla.

Sejauh ini pemain ini bisa disebut sebagai pembelian terbaik mereka, menjadi kotor serangan utama arahan Pellegrini. Memang benar konsistensi belum ada di tubuh Malaga namun mereka masih di trek benar. Villarreal yang ditinggal Cazorla malah hancur berantakan musim ini, salah satu bukti krusialnya peran anggota timnas Spanyol ini.

Roberto Soldado (Valencia)
Pria ini adalah binaan dari tim Castilla Real Madrid namun ironisnya ia malah matang dalam pembuangan. Kemampuannya justru terasah ketika ia lebih sering dipinjamkan oleh Madrid di masa lalu.

Kini ketika ia mengabdi di Valencia dirinya bisa reguler menjebol gawang lawan, padahal satu per satu penyuplai umpat matang untuknya sudah hijrah dari Mestalla, nama yang patut dikedepankan andai David Villa tak bisa ikut ke Euro 2011 bersama Spanyol.

Pelatih: Josep Guardiola (Barcelona)
Tidak ada yang lebih layak memangku jabatan ini untuk saat ini selain pria berkepala plontos ini. Kejeniusannya sudah berulang kali membuahkan 'emas' bagi Barcelona.

Barcelona telah menjadi sangat dominan sejak Pep Guardiola menjadi pelatih pada 2008, dan pada 10 Desember, tim Catalan memperlihatkan penampilan gemilang untuk bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Real dengan skor 3-1 di Santiago Bernabeu.

Lima trofi yang diraih Blaugrana dalam setahun di 2011 diyakini akan membuatnya menjadi pelatih peraih FIFA Balon d'Or bulan depan. Trofi yang sebelumnya didapat rivalnya, Jose Mourinho.
(bola/lex)

LIONEL MESSI: ARTIKEL TERKAIT



ARTIKEL LAINNYA