
Bola.net - Sebanyak 50 arbiter disiapkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat guna memastikan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau/2012, berlangsung lancar.
Para arbiter tersebut, diambil dari Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori) dan nantinya akan ditugaskan di 10 lokasi. Dengan begitu, diharapkan dapat menyelesaikan sengketa ketika PON berlangsung.
Ketua Baori Satya Arinanto mengatakan, jika terdapat kasus di event empat tahunan tersebut, maka harus diselesaikan secepat mungkin. Sehingga, persoalan tidak berkepanjangan dan memengaruhi perolehan medali serta penentuan juara umum.
"Sebenarnya, tujuan utamanya untuk mengantisipasi kasus-kasus di olahraga dalam hal ini PON. Namun, kalau misalnya tetep terjadi, maka harus diselesaikan dengan segera. Ini menyangkut perolehan medali sang atlet dan daerah yang akan menjadi juara umum," kata Satya Arinanto.
Baori sendiri merupakan satu-satunya pengadilan olahraga di bawah supervisi KONI Pusat. Dalam struktur organisasi, Baori sudah memiliki 9 arbiter. Namun, jumlah tersebut dianggap masih kurang karena event olahraga yang ada di Tanah Air sangat banyak. Sehingga, kekhawatiran adanya persengketaan semakin besar.
"Karena itu, kami membutuhkan adanya penambahan jumlah arbiter, bahkan hingga 50. Mereka akan langsung diterjunkan dalam PON," imbuhnya.
Menurut pria yang juga menjabat Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) tersebut, sebanyak 50 arbiter yang direkrut berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Mereka merupakan para pakar hukum yang diambil dari Pengurus Besar (PB) dan Pengurus Provinsi (Pengprov) dari semua cabang olahraga tertentu serta anggota Baori periode sebelumnya.
"Mereka sudah mendapat pelatihan dan penataran. Kami juga mengimbau kepada mereka untuk bekerja sesuai tugasnya, tidak aneh-aneh karena Baori adalah lembaga independen yang tidak bisa diintervensi oleh siapapun," ungkapnya.
Mengenai tugas yang akan diemban, pihaknya menyatakan bahwa 50 arbiter tidak langsung mengeluarkan putusan dalam menyelesaikan masalah. Namun, terlebih dulu bakal melakukan mediasi dengan pihak-pihak yang bersengketa.
"Tidak langsung diputus, tapi melalui mediasi dulu. Sesuai undang-undang, aturannya juga seperti itu," katanya.
Sedangkan anggaran yang dipakai untuk merekrut 50 arbiter tersebut diambilkan dari dana PB PON. Namun sayangnya, Satya tak mau menyebut nominalnya.
Sementara itu, pembangunan venue PON di Riau tak berjalan mulus. Pasalnya, dana bantuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) senilai Rp100 miliar, hingga kini masih belum cair.
Menurut Deputi Menpora Djoko Pekik, pihaknya masih mencari mekanisme bagaimana cara mencairkan dana tersebut.
"Kami sedang konsultasi dengan Direktorat Perbendaharaan. Kami sudah membicarakannya, tapi belum tuntas karena soal pencairan sangat krusial supaya tidak ada kesalahan di kemudian hari," kata Djoko.
Pria asal Grobogan, Jawa Tengah mengutarakan, pihaknya tidak bisa menarget kapan anggaran itu bisa dicairkan. Namun, dia berharap supaya dalam waktu dekat ini semua persoalan menyangkut anggaran bisa terselesaikan.
"Tentunya, semua pihak menginginkan secepat mungkin bisa selesai. Kami juga belum tahu apakah itu nanti dicairkan lewat APBN atau APBP. Pastinya, kini masih dibahas," tandasnya. (esa/end)
Para arbiter tersebut, diambil dari Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori) dan nantinya akan ditugaskan di 10 lokasi. Dengan begitu, diharapkan dapat menyelesaikan sengketa ketika PON berlangsung.
Ketua Baori Satya Arinanto mengatakan, jika terdapat kasus di event empat tahunan tersebut, maka harus diselesaikan secepat mungkin. Sehingga, persoalan tidak berkepanjangan dan memengaruhi perolehan medali serta penentuan juara umum.
"Sebenarnya, tujuan utamanya untuk mengantisipasi kasus-kasus di olahraga dalam hal ini PON. Namun, kalau misalnya tetep terjadi, maka harus diselesaikan dengan segera. Ini menyangkut perolehan medali sang atlet dan daerah yang akan menjadi juara umum," kata Satya Arinanto.
Baori sendiri merupakan satu-satunya pengadilan olahraga di bawah supervisi KONI Pusat. Dalam struktur organisasi, Baori sudah memiliki 9 arbiter. Namun, jumlah tersebut dianggap masih kurang karena event olahraga yang ada di Tanah Air sangat banyak. Sehingga, kekhawatiran adanya persengketaan semakin besar.
"Karena itu, kami membutuhkan adanya penambahan jumlah arbiter, bahkan hingga 50. Mereka akan langsung diterjunkan dalam PON," imbuhnya.
Menurut pria yang juga menjabat Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) tersebut, sebanyak 50 arbiter yang direkrut berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Mereka merupakan para pakar hukum yang diambil dari Pengurus Besar (PB) dan Pengurus Provinsi (Pengprov) dari semua cabang olahraga tertentu serta anggota Baori periode sebelumnya.
"Mereka sudah mendapat pelatihan dan penataran. Kami juga mengimbau kepada mereka untuk bekerja sesuai tugasnya, tidak aneh-aneh karena Baori adalah lembaga independen yang tidak bisa diintervensi oleh siapapun," ungkapnya.
Mengenai tugas yang akan diemban, pihaknya menyatakan bahwa 50 arbiter tidak langsung mengeluarkan putusan dalam menyelesaikan masalah. Namun, terlebih dulu bakal melakukan mediasi dengan pihak-pihak yang bersengketa.
"Tidak langsung diputus, tapi melalui mediasi dulu. Sesuai undang-undang, aturannya juga seperti itu," katanya.
Sedangkan anggaran yang dipakai untuk merekrut 50 arbiter tersebut diambilkan dari dana PB PON. Namun sayangnya, Satya tak mau menyebut nominalnya.
Sementara itu, pembangunan venue PON di Riau tak berjalan mulus. Pasalnya, dana bantuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) senilai Rp100 miliar, hingga kini masih belum cair.
Menurut Deputi Menpora Djoko Pekik, pihaknya masih mencari mekanisme bagaimana cara mencairkan dana tersebut.
"Kami sedang konsultasi dengan Direktorat Perbendaharaan. Kami sudah membicarakannya, tapi belum tuntas karena soal pencairan sangat krusial supaya tidak ada kesalahan di kemudian hari," kata Djoko.
Pria asal Grobogan, Jawa Tengah mengutarakan, pihaknya tidak bisa menarget kapan anggaran itu bisa dicairkan. Namun, dia berharap supaya dalam waktu dekat ini semua persoalan menyangkut anggaran bisa terselesaikan.
"Tentunya, semua pihak menginginkan secepat mungkin bisa selesai. Kami juga belum tahu apakah itu nanti dicairkan lewat APBN atau APBP. Pastinya, kini masih dibahas," tandasnya. (esa/end)
Advertisement
Berita Terkait
-
Olahraga Lain-Lain 2 Februari 2013 07:37LADI Wajib Jalankan Lima Tahap Pemeriksaan
-
Olahraga Lain-Lain 2 Februari 2013 07:29Atlet Sumut Belum Positif Doping di PON 2012
-
Bola Indonesia 19 September 2012 19:30Tim Sepakbola Jawa Tengah Raih Medali Perunggu PON Riau
-
Bola Indonesia 18 September 2012 16:30Sumut Ingin Ulang Sejarah 23 Tahun Lalu
-
Bola Indonesia 18 September 2012 09:00PSSI Kantongi Calon Skuad Timnas U-22 Dari PON XVIII
LATEST UPDATE
-
Piala Eropa 19 September 2026 19:30Skuad Italia Era Kedua Roberto Mancini: 9 Pemain Baru Masuk Daftar
-
Liga Inggris 19 September 2026 19:26Link Live Streaming Brighton vs Arsenal 19 September 2026
-
Piala Eropa 19 September 2026 18:52Skuad Perdana Zinedine Zidane di Timnas Prancis: Ada 5 Wajah Baru
-
Olahraga Lain-Lain 19 September 2026 18:05Opening Ceremony Asian Games 2026: Dewa Ayu dan Daniel Bawa Budaya Bali-Batak Toba
-
Bola Indonesia 19 September 2026 17:26Hasil PSM Makassar vs Persita: Saling Kejar Gol, Laga Berakhir 2-2
BERITA LAINNYA
-
olahraga lain lain 19 September 2026 18:05Opening Ceremony Asian Games 2026: Dewa Ayu dan Daniel Bawa Budaya Bali-Batak Toba
-
olahraga lain lain 19 September 2026 10:25Opening Ceremony Asian Games 2026: Jadwal Live Streaming di Vidio
-
olahraga lain lain 18 September 2026 19:42Link Live Streaming Opening Ceremony Asian Games 2026 di Vidio
-
olahraga lain lain 18 September 2026 10:31Asian Games 2026: Tak Semua Negara, Indonesia Terpilih Ikuti Torch Relay
-
olahraga lain lain 16 September 2026 13:1135 Cabor yang Diikuti Indonesia di Asian Games 2026: Sepak Bola Absen
SOROT
-
Liputan6 19 September 2026 18:36Puluhan Ribu Kapal Asing Ambil Ikan di Laut Indonesia, Prabowo Janji Urus Nelayan Lokal
-
Liputan6 19 September 2026 17:40B50 Sukses, Prabowo Ingin Buat Bensin dari Batu Bara
-
Liputan6 19 September 2026 17:15Prabowo Sebut Solar Langka di Dunia, Bersyukur Indonesia Tak Lagi Impor
-
Liputan6 19 September 2026 16:04Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia
-
Liputan6 19 September 2026 16:00Prabowo: Bangsa yang Tidak Kuat, Akan Diinjak-injak Bangsa Lain
-
Liputan6 19 September 2026 14:13Momen Prabowo Cium Mushaf Alquran di Gontor
MOST VIEWED
Asian Games 2026: Tak Semua Negara, Indonesia Terpilih Ikuti Torch Relay
Jakarta Barat Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Peraih Emas Dapat Bonus dari Bang Kent
Kisah Kashish Malik Menuju Asian Games 2026: Tekanan, Pengorbanan Ayah, dan Ambisi India di Taekwondo
Aldila Sutjiadi Fokus Ganda Campuran di Asian Games 2026, Kembali Berduet dengan Christopher Rungkat
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...














:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336605/original/020275700_1788167610-IMG-20260831-WA0130.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352579/original/041360800_1789808935-1000447202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302220/original/068100800_1784536790-Pidato_Prabowo_di_Sidang_Kabinet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352497/original/089810100_1789802039-Presiden_Prabowo_Subianto_cium_mushaf_Alquran.jpg)
