FOLLOW US:


Tuding CONMEBOL Korup, Lionel Messi Terancam Skorsing Dua Tahun

09-07-2019 07:17

 | Ari Prayoga

Tuding CONMEBOL Korup, Lionel Messi Terancam Skorsing Dua Tahun
Lionel Messi ketika melawan Brasil di semifinal Copa America 2019. © AP Photo

Bola.net - Bintang sekaligus kapten tim nasional Argentina, Lionel Messi dikabarkan terancam hukuman skosing hingga dua tahun menyusul tuduhannya terhadap federasi sepak bola Amerika Selatan CONMEBOL.

Messi mulai mengeluhkan kepemimpinan wasit usai Argentina disingkirkan Brasil di babak semifinal Copa America 2019. Menurutnya, Albiceleste layak mendapat dua penalti dalam laga tersebut.

Kemarahan Messi pun makin menjadi-jadi setelah ia dikartu merah di partai perebutan tempat ketiga kontra Chile akibat perseteruan dengan Gary Medel.

Seusai laga, Messi menuding bahwa CONMEBOL adalah lembaga yang korup serta Copa America 2019 sudah diatur agar Brasil menjadi jawaranya.

Dilansir The Mirror, terdapat aturan dalam CONMEBOL yang menyebut bahwa ada larangan dengan maksud apa pun untuk menghina CONMEBOL, baik secara institusi maupun per individu.

Messi pun diklaim bisa mendapat skorsing alias larangan memperkuat Argentina dalam waktu yang cukup lama, yakni mencapai dua tahun. Jika demikian, maka La Pulga bakal absen di pentas Copa America 2020 dan kualifikasi Piala Dunia 2022.

1 dari 1

Kekesalan Messi

Akibat kesal, Messi pun kemudian menolak mengambil medali perunggu seusai pertandingan. Medali ini berhak ia dapat setelah Argentina mengalahkan Chile 2-1.

"Saya rasa mereka memberi saya kartu merah karena komentar saya sebelumnya tentang Copa America ini. Kartu kuning seharusnya cukup untuk kami berdua," ujar Messi kala itu.

"Kami tak seharusnya terlibat dalam korupsi ini. Tak ada respek untuk kami selama Copa America. Kami seharusnya bisa lebih baik, tapi mereka tak membiarkan kaami ke final. Korupsi dan wasit tak membiarkan fans menikmati sepak bola. Ini merusak sepak bola," sambungnya.

Sementara itu, Brasil berhasil melanjutkan perjalanannya ke final hingga keluar sebagai juara kompetisi usai mengandaskan Peru 3-1 di partai puncak.