Satya Wacana Unggul Speed dan Size
Editor Bolanet | 25 November 2012 22:30
- Kemenangan langsung dipetik Satya Wacana LBC Angsapura Salatiga pada laga pembuka mereka di ajang Speedy NBL Indonesia 2012-2013 seri I Bandung. Mengandalkan penetrasi-penetrasi dan post-play bertenaga, Satya Wacana mengalahkan Tonga BSC Jakarta 78-50 dalam laga di GOR C-Tra Arena, Minggu (25/11).
Tonga BSC yang tidak memiliki banyak pemain dengan postur tinggi besar terpaksa harus mengumpulkan beberapa pemain di bawah ringnya. Hal ini dimanfaatkan dengan cerdik oleh para pemain Satya Wacana untuk kembali menyerang dari luar dan melepaskan tembakan-tembakan medium bahkan tiga angka yang sangat akurat.
”Kita akui kesalahan terjadi pada kuarter ketiga dan keempat. Lemahnya kondisi fisik menjadi faktor turunnya konsentrasi tim. Lawan (Satya Wacana) dapat momentum dengan mengandalkan shooter-nya. Kita juga tidak bisa mengantisipasi kecepatan point guard mereka,” ujar Bintoro, coach Tonga BSC Jakarta.
Tonga BSC sempat memberikan perlawanan yang baik di kuarter pertama. Selain sempat menyamakan kedudukan di pertengahan kuarter pertama dengan kedudukan 10 sama, Tonga BSC kembali hampir menyamakan kedudukan di penghujung kuarter. Sebuah passing cantik dari Richardo Orlando Uneputty gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Rendra Rudini yang berdiri bebas di bawah ring Satya Wacana yang unggul 20-18 di akhir kuarter pertama.
Satya Wacana mendapat perlawanan pertahanan yang sangat ketat dari Tonga BSC di awal kuarter kedua. Hasilnya, Respati Ragil dan kawan-kawan kesulitan mencetak angka. Selain itu, Tonga BSC bahkan mampu melampaui raihan poin Satya Wacana hingga empat poin.
Jerry Lolowang akhirnya muncul sebagai penyelamat Satya Wacana di kuarter ini. Shooting guard Satya Wacana ini memasukkan tiga kali tembakan tiga angka berturut-turut untuk membawa Satya Wacana mencetak 36 poin hingga akhir kuarter kedua. Tembakan buzzer beater dari Uneputty hanya membawa Tonga BSC mendekat dengan 32 poin.
Satya Wacana mulai memanfaatkan keunggulan kecepatan di kuarter ketiga. Laju Budi Sucipto dan Respati Ragil benar-benar sulit terhenti. Tonga BSC sendiri kesulitan memberi perlawanan dan hanya mampu mencetak delapan angka. Sementara Satya Wacana melaju dengan tambahan 19 poin di kuarter ketiga.
Dengan rata-rata field goals keseluruhan mencapai 48 persen, Satya Wacana unggul di semua titik serangan. Budi Sucipto dan Jerry Lolowang menjadi pencetak angka terbanyak bagi Satya Wacana dengan masing-masing 18 poin. Sementara pada kubu Tonga BSC, poin terbanyak diraih oleh Herman Kurniawan hanya dengan sembilan poin.
”Permainan anak-anak sangat konsisten, walau pada kuarter awal dan kedua lawan (BSC) dapat mengimbangi kita. Perubahan sistem defense yang mereka lakukan memaksa kita berubah strategi dengan mengandalkan shooter. Ternyata, perubahan ini memberi dampak positif bagi kami untuk mengungguli lawan,” komentar Efri Meldy, assistant coach Satya Wacana. (fjr/dzi)
Tonga BSC yang tidak memiliki banyak pemain dengan postur tinggi besar terpaksa harus mengumpulkan beberapa pemain di bawah ringnya. Hal ini dimanfaatkan dengan cerdik oleh para pemain Satya Wacana untuk kembali menyerang dari luar dan melepaskan tembakan-tembakan medium bahkan tiga angka yang sangat akurat.
”Kita akui kesalahan terjadi pada kuarter ketiga dan keempat. Lemahnya kondisi fisik menjadi faktor turunnya konsentrasi tim. Lawan (Satya Wacana) dapat momentum dengan mengandalkan shooter-nya. Kita juga tidak bisa mengantisipasi kecepatan point guard mereka,” ujar Bintoro, coach Tonga BSC Jakarta.
Tonga BSC sempat memberikan perlawanan yang baik di kuarter pertama. Selain sempat menyamakan kedudukan di pertengahan kuarter pertama dengan kedudukan 10 sama, Tonga BSC kembali hampir menyamakan kedudukan di penghujung kuarter. Sebuah passing cantik dari Richardo Orlando Uneputty gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Rendra Rudini yang berdiri bebas di bawah ring Satya Wacana yang unggul 20-18 di akhir kuarter pertama.
Satya Wacana mendapat perlawanan pertahanan yang sangat ketat dari Tonga BSC di awal kuarter kedua. Hasilnya, Respati Ragil dan kawan-kawan kesulitan mencetak angka. Selain itu, Tonga BSC bahkan mampu melampaui raihan poin Satya Wacana hingga empat poin.
Jerry Lolowang akhirnya muncul sebagai penyelamat Satya Wacana di kuarter ini. Shooting guard Satya Wacana ini memasukkan tiga kali tembakan tiga angka berturut-turut untuk membawa Satya Wacana mencetak 36 poin hingga akhir kuarter kedua. Tembakan buzzer beater dari Uneputty hanya membawa Tonga BSC mendekat dengan 32 poin.
Satya Wacana mulai memanfaatkan keunggulan kecepatan di kuarter ketiga. Laju Budi Sucipto dan Respati Ragil benar-benar sulit terhenti. Tonga BSC sendiri kesulitan memberi perlawanan dan hanya mampu mencetak delapan angka. Sementara Satya Wacana melaju dengan tambahan 19 poin di kuarter ketiga.
Dengan rata-rata field goals keseluruhan mencapai 48 persen, Satya Wacana unggul di semua titik serangan. Budi Sucipto dan Jerry Lolowang menjadi pencetak angka terbanyak bagi Satya Wacana dengan masing-masing 18 poin. Sementara pada kubu Tonga BSC, poin terbanyak diraih oleh Herman Kurniawan hanya dengan sembilan poin.
”Permainan anak-anak sangat konsisten, walau pada kuarter awal dan kedua lawan (BSC) dapat mengimbangi kita. Perubahan sistem defense yang mereka lakukan memaksa kita berubah strategi dengan mengandalkan shooter. Ternyata, perubahan ini memberi dampak positif bagi kami untuk mengungguli lawan,” komentar Efri Meldy, assistant coach Satya Wacana. (fjr/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tiga Poin Hari Suharsono Menangkan Pacific Caesar
Basket 13 Maret 2013, 18:45
-
Bimasakti Malang Belum Juga Bangkit
Basket 22 Februari 2013, 18:41
-
Gipsona Bantu Bimasakti Kalahkan Satya Wacana
Basket 28 November 2012, 18:05
-
CLS Knights Susah Payah Tundukkan Satya Wacana
Basket 26 November 2012, 20:00
-
Tampil Lebih Bertenaga, Bimasakti Kalahkan BSC
Basket 26 November 2012, 18:21
LATEST UPDATE
-
Prancis Tinggalkan Banyak Catatan Positif dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 22 Juli 2026, 18:03
-
Spanyol Punya Modal Besar Pertahankan Gelar Piala Dunia pada 2030
Piala Dunia 22 Juli 2026, 17:31
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Kalah 0-3, Bali United Dapat Ujian Berkualitas dari Timnas Indonesia
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:39
-
Tampil di Piala AFF 2026, Singapura Kehilangan Dua Pemain Andalan
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:30
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55





