CAF Cabut Gelar Juara Piala Afrika Senegal, Netizen: 90 Menit Plus Extra Time 2 Bulan, Ini sih Perampokan Level Gila

Dimas Ardi Prasetya | 18 Maret 2026 09:28
CAF Cabut Gelar Juara Piala Afrika Senegal, Netizen: 90 Menit Plus Extra Time 2 Bulan, Ini sih Perampokan Level Gila
Pemain Senegal, Sadio Mane, mengangkat trofi Piala Afrika 2025 setelah mengalahkan Maroko, Senin (19/1/2026). (c) AP Photo/Youssef Loulidi

Bola.net - Keputusan mengejutkan diumumkan oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) pada Rabu (18/03/2026) dini hari WIB dengan menyatakan mereka mencabut gelar juara Piala Afrika 2025 milik Timnas Senegal.

Seperti yang diketahui, Timnas Senegal berduel dengan Timnas Maroko di final Piala Afrika pada 19 Januari 2026 lalu. Duel yang digelar di Prince Moulay Abdellah Stadium di Rabat itu berlangsung ketat dan kontroversial.

Advertisement

Timnas Senegal menang 1-0 atas Maroko melalui gol Pape Gueye pada menit ke-94. Namun laga itu juga diwarnai sejumlah insiden kontroversial.

Di antaranya keputusan pelatih Senegal untuk meminta anak-anak asuhnya melakukan walk out (WO) meski akhirnya mereka kembali lanjut bermain. Lalu ada juga insiden di mana beberapa pemain Maroko dan ball boy di laga tersebut berusaha membuang dan merebut handuk kiper Lions of Teranga.

1 dari 3 halaman

CAF Cabut Gelar Juara Timnas Senegal

CAF Cabut Gelar Juara Timnas Senegal

Pemain Senegal Sadio Mane (tengah) berebut bola dengan pemain Maroko Neil Yoni El Aynaoui pada laga final AFCON/Piala Afrika antara Senegal vs Maroko di Rabat, Maroko, 18 Januari 2026 (c) AP Photo/Themba Hadebe

Dua bulan kemudian, Timnas Senegal dan dunia sepak bola mendapat kejutan besar. CAF menganulir gelar juara Sadio Mane dkk. dan memvonis Senegal kalah 0-3 dari Timnas Maroko.

Keputusan ini diambil setelah banding yang diajukan Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF) dinyatakan sah secara administratif dan akhirnya dikabulkan. CAF menjelaskan bahwa melalui tindakan timnya, Senegal dianggap melanggar Pasal 82 dalam regulasi Piala Afrika. Akibat pelanggaran tersebut, ketentuan dalam Pasal 84 secara otomatis diberlakukan terhadap tim yang bersangkutan.

Dalam Pasal 82 disebutkan bahwa tim yang menolak bertanding atau meninggalkan lapangan sebelum waktu normal berakhir tanpa izin wasit akan dinyatakan kalah. Selain itu, tim tersebut juga langsung tersingkir dari kompetisi yang sedang berlangsung.

Sementara itu, Pasal 84 menegaskan bahwa setiap pelanggaran terhadap Pasal 82 akan berujung pada diskualifikasi permanen, serta kekalahan dengan skor 3-0. Aturan ini menjadi dasar kuat bagi CAF dalam menjatuhkan sanksi terhadap Senegal.

Di sisi lain, FRMF menegaskan bahwa pengajuan banding mereka tidak bertujuan meragukan kualitas permainan di lapangan. Mereka hanya menginginkan penerapan aturan kompetisi secara konsisten, sekaligus menegaskan komitmen untuk menjaga integritas dan stabilitas sepak bola Afrika serta mengapresiasi seluruh negara peserta dalam edisi turnamen kali ini.

2 dari 3 halaman

Reaksi Netizen Terkait Keputusan CAF

Reaksi Netizen Terkait Keputusan CAF

Pemain Senegal Iliman Ndiaye (kiri) berebut bola dengan pemain Maroko Brahim Diaz di final AFCON/Piala Afrika antara Senegal vs Maroko di Rabat, Maroko, Minggu, 18 Januari 2026 (c) AP Photo/Mosaab Elshamy

Meski demikian, keputusan CAF ini langsung mengundang reaksi masif dari penggemar sepak bola di seluruh dunia. Mereka sangat terkejut dengan pengumuman tersebut.

“BAGAIMANA INI BISA TERJADI?” tulis akun @ishowspeedsui.

Akun @CFC_Janty pun juga ikut terkejut. “Ini adalah salah satu hal terburuk yang pernah terjadi di sepak bola. Apa-apaan ini.”

Lalu ada akun @utddahnny, yang menyebut bahwa CAF dan turnamen Piala Afrika kini sudah kehilangan kredibilitasnya. “Ya ampun, trofi itu sudah kehilangan semua kredibilitasnya. Anda bilang setelah dua bulan mereka menemukan cara untuk memanipulasinya dan memberikannya kepada negara tuan rumah? Oke, bung”.

Ada juga yang menyebut bahwa keputusan ini adalah perampokan di level yang sudah gila-gilaan. “Tak ada yang peduli… Ini adalah perampokan level gila,” tulis akun @MooreRMFC.

Ada juga yang dengan tegas membela Senegal, seperti akun @LFCGeezy. “Bisakah kita semua bersatu sebagai sebuah komunitas dan menolak keputusan ini, dan tetap mengklaim Senegal sebagai juara AFCON?”

Sementara itu akun @FWithUnited mempertanyakan netralitas CAF. “Mereka selalu menginginkan Maroko menang dan itu sangat jelas. Bagaimana dengan para pemain dan anak gawang Maroko yang mengganggu para pemain Senegal saat pertandingan berlangsung dan juga merebut bola di tengah pertandingan? Mereka juga mengabaikan itu, kan? Menjijikkan.”

Akun @Adikastakes pun menyebut kabar ini lebih menarik perhatian ketimbang Liga Champions yang sedang berlangsung. “Lupakan Liga Champions, ini gila!!!”

Akun @Priceless_MCI menyatakan bahwa kejadian ini membuat banyak orang makin menganggap remeh Piala Afrika. “Inilah alasan mengapa orang-orang tidak menganggap serius sepak bola Afrika, saya belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya.”

Ada juga komentar yang bernada kocak, berasal dari akun @UTDTrey. “90 menit + extra time 2 bulan.”

Kemudian akun @Charles35523382 menegaskan bahwa semua orang sepakat bahwa pemenang Piala Afrika 2025 adalah Senegal. “Juara Afcon yang kita tahu,” sembari mengunggah poster juara Lions of Teranga.

LATEST UPDATE