Michael Carrick Beri Sindiran Menohok untuk Ruben Amorim Soal Sikap ke Kobbie Mainoo di Man United

Michael Carrick Beri Sindiran Menohok untuk Ruben Amorim Soal Sikap ke Kobbie Mainoo di Man United
Pelatih Manchester United, Michael Carrick usai laga melawan Everton di lanjutan Liga Inggris, 24 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Hodgson

Bola.net - Michael Carrick melontarkan komentar yang dianggap sebagai sindiran halus kepada Ruben Amorim terkait perlakuan terhadap gelandang muda Kobbie Mainoo di Manchester United.

Mainoo, yang baru berusia 21 tahun, baru saja menandatangani kontrak jangka panjang berdurasi lima tahun pada pertengahan pekan ini.

Kesepakatan tersebut datang setelah periode sulit, di mana ia sempat absen dari starting XI di ajang Premier League selama delapan bulan di bawah kepemimpinan Amorim.

Kepercayaan Carrick Jadi Pembeda

Kepercayaan Carrick Jadi Pembeda

Kobbie Mainoo mencoba melewati Mikel Damsgaard di laga Manchester United vs Brentford, Selasa (28/4/2026) (c) AP Photo/Dave Thompson

Sejak Carrick mengambil alih kursi pelatih pada Januari, situasi Mainoo berubah drastis. Sang gelandang muda langsung menjadi andalan dengan tampil dalam 12 dari 13 pertandingan yang dipimpin Carrick. Bahkan, satu-satunya laga yang tidak diikuti Mainoo berakhir dengan kekalahan 1-2 dari Leeds United.

Bandingkan dengan era Amorim, di mana Mainoo memang mencatatkan 16 kali starter, namun hanya merasakan empat kemenangan. Saat itu, Amorim lebih sering mengandalkan duet Bruno Fernandes dan Casemiro di lini tengah.

Carrick pun tak ragu mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan Mainoo.

“Saya sangat terkesan dengan Kobbie sejak saya berada di sini. Dia adalah gambaran pemain akademi yang hidup dan bernapas untuk klub ini,” ujar Carrick.

Bangkit dari Masa Sulit

Bangkit dari Masa Sulit

Pelatih Manchester United Michael Carrick. (c) AP Photo/Dave Thompson

Carrick mengakui perjalanan Mainoo di United tidak selalu mulus. Dalam beberapa tahun terakhir, sang pemain sempat mengalami pasang surut performa dan tekanan besar.

Namun, pendekatan Carrick yang memberikan kebebasan dan kepercayaan dinilai menjadi kunci kebangkitan Mainoo.

“Tugas saya adalah memberinya ruang untuk berkembang, menjadi dirinya sendiri, dan terus meningkatkan kepercayaan diri. Dia berkembang pesat dan masih punya potensi besar,” jelas Carrick.

Performa impresif dalam beberapa pertandingan terakhir juga menjadi faktor penting di balik keputusan klub untuk memperpanjang kontraknya.

Target Besar: Trofi dan Kejayaan

Target Besar: Trofi dan Kejayaan

Skuad Manchester United usai takluk 1-2 dari Leeds United dalam laga Premier League 2025/2026, Selasa (14/4/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Carrick menegaskan bahwa perkembangan individu Mainoo harus sejalan dengan ambisi besar klub. Ia berharap sang pemain muda bisa menjadi bagian penting dari kebangkitan Manchester United di level tertinggi.

Seperti diketahui, United belum meraih gelar liga sejak 2013 dan masih kesulitan bersaing di kompetisi elit Eropa seperti Liga Champions.

“Targetnya jelas, menjadi bagian dari tim yang memenangkan trofi. Itu tidak mudah, tapi itu tantangan yang harus dia kejar,” tegas Carrick.