Kontroversi Final AFCON 2025: Kronologi, Alasan CAF, Upaya Maroko, dan Banding Senegal
Richard Andreas | 19 Maret 2026 10:59
Bola.net - Final Piala Afrika 2025 berubah menjadi salah satu kontroversi terbesar dalam sejarah turnamen tersebut. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) secara mengejutkan membalikkan hasil pertandingan yang sebelumnya dimenangkan Senegal.
Dalam keputusan resmi yang diumumkan Selasa malam, CAF menyatakan Senegal kalah 0-3 dari Maroko karena dinilai melanggar regulasi pertandingan. Padahal, pada laga final yang digelar 18 Januari lalu, Senegal sempat menang 1-0 lewat gol di masa tambahan waktu.
Keputusan tersebut datang 57 hari setelah pertandingan final dimainkan. Putusan itu diambil oleh badan banding CAF setelah menerima protes resmi dari Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF).
Kasus ini tidak hanya memicu polemik besar di dunia sepak bola Afrika, tetapi juga memperuncing ketegangan antara Maroko dan Senegal yang sudah memanas sejak laga final berlangsung.
Kronologi Drama Final AFCON 2025

Pertandingan final yang digelar di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, berlangsung penuh ketegangan sejak menit akhir laga. Drama dimulai ketika Maroko mendapatkan hadiah penalti pada masa injury time babak kedua.
Keputusan wasit itu muncul hanya beberapa menit setelah Senegal sempat mencetak gol yang kemudian dianulir. Situasi tersebut memicu protes keras dari kubu Senegal.
Pelatih Senegal, Pape Thiaw, bahkan meminta para pemainnya meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit. Kapten tim Sadio Mane menjadi satu-satunya pemain yang tetap berada di lapangan saat rekan-rekannya berjalan keluar.
Aksi tersebut membuat pertandingan tertunda sekitar 16 menit. Setelah para pemain Senegal kembali ke lapangan, Brahim Diaz gagal mengeksekusi penalti untuk Maroko.
Tak lama berselang, Pape Gueye mencetak gol pada menit ke-94 yang memberi kemenangan 1-0 bagi Senegal.
Alasan CAF Membatalkan Kemenangan Senegal

Setelah menerima protes dari pihak Maroko, CAF melakukan peninjauan terhadap insiden tersebut melalui badan bandingnya. Hasilnya, federasi sepak bola Afrika itu memutuskan bahwa tindakan Senegal melanggar regulasi turnamen.
CAF menyatakan Senegal melanggar Pasal 82 dalam regulasi AFCON. Aturan tersebut menegaskan bahwa tim akan dianggap kalah jika meninggalkan lapangan sebelum pertandingan berakhir tanpa izin wasit.
Selain itu, Pasal 84 menyebutkan bahwa tim yang dinyatakan kalah secara administratif akan diberikan skor kekalahan 0-3, kecuali lawan sudah unggul dengan margin lebih besar.
Dengan dasar regulasi tersebut, CAF akhirnya memutuskan Senegal kalah 0-3 dan kemenangan diberikan kepada Maroko.
Presiden FIFA Gianni Infantino, yang hadir langsung di final tersebut, sebelumnya juga mengkritik keras insiden tersebut.
Dalam unggahannya di Instagram sehari setelah pertandingan, Infantino menegaskan bahwa keputusan wasit harus dihormati.
“Kita harus selalu menghormati keputusan yang diambil oleh ofisial pertandingan, baik di dalam maupun di luar lapangan. Tim harus bersaing sesuai aturan permainan, karena hal lain bisa merusak esensi sepak bola,” tulisnya.
Reaksi Para Pemain Senegal

Keputusan CAF tersebut memicu reaksi keras dari para pemain Senegal. Meski Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) belum mengeluarkan pernyataan resmi, sejumlah pemain langsung merespons lewat media sosial.
Winger Crystal Palace Ismaila Sarr mengunggah beberapa emoji tertawa di Instagram. Sementara bek West Ham El Hadji Malick Diouf menulis singkat: “Para juara, berbicaralah!”
Bek Lyon Moussa Niakhate juga menyindir keputusan tersebut. “Silakan datang dan ambil medali itu. Mereka gila,” tulisnya.
Kiper Yehvann Diouf turut mengunggah foto perayaan trofi Senegal dengan keterangan, “Di mata seluruh dunia.”
Gelandang Rayo Vallecano Pathe Cis bahkan menulis komentar yang lebih tajam. “Tambahkan saja tiga gol lagi untuk para pengadu itu. Juara Afrika!” tulisnya sambil menyertakan emoji tertawa.
Maroko Tegaskan Tujuan Hanya Menegakkan Aturan
Federasi Sepak Bola Maroko menyambut keputusan CAF dengan sikap yang relatif hati-hati. Dalam pernyataan singkatnya, FRMF menegaskan bahwa langkah hukum yang mereka ambil bukan untuk meragukan kualitas tim Senegal.
Menurut mereka, tujuan utama adalah memastikan regulasi kompetisi ditegakkan secara konsisten.
“FRMF ingin menegaskan bahwa langkah ini tidak pernah dimaksudkan untuk mempertanyakan performa olahraga tim yang berpartisipasi dalam kompetisi ini,” bunyi pernyataan resmi federasi tersebut.
Federasi juga menegaskan komitmennya terhadap kepatuhan terhadap aturan serta stabilitas kompetisi sepak bola Afrika.
FRMF menambahkan bahwa mereka akan merilis pernyataan resmi lanjutan terkait keputusan tersebut.
Sengketa Belum Berakhir, Senegal Masih Bisa Banding
Meski keputusan CAF sudah diumumkan, kasus ini masih berpotensi berlanjut ke jalur hukum internasional.
Senegal memiliki opsi membawa perkara tersebut ke Court of Arbitration for Sport (CAS), lembaga arbitrase olahraga internasional yang berbasis di Swiss.
Sementara itu, ketegangan antara Maroko dan Senegal juga meningkat di luar lapangan. Bentrokan antara suporter kedua negara sempat terjadi di tribun stadion selama penundaan pertandingan.
Menurut laporan BBC Sport, sejumlah suporter Senegal bahkan sempat ditahan di Maroko dan 18 orang dijatuhi hukuman penjara karena kasus hooliganisme.
Situasi tersebut membuat final AFCON 2025 tidak hanya dikenang sebagai pertandingan dramatis, tetapi juga sebagai salah satu kontroversi terbesar dalam sejarah sepak bola Afrika.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
3 Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Tersingkir Bersamaan di Babak 16 Besar
Piala Dunia 7 Juli 2026, 19:43
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Prancis vs Maroko 10 Juli 2026
Piala Dunia 7 Juli 2026, 18:10
LATEST UPDATE
-
Manchester City Menangkan Drama 8 Gol Lawan Sunderland, Perasaan Enzo Maresca Campur Aduk
Liga Inggris 21 September 2026, 10:00
-
Pujian Setinggi Langit Iraola untuk Alexander Isak, Sang Pahlawan Liverpool!
Liga Inggris 21 September 2026, 09:40
-
Reuni dengan Mantan, Andoni Iraola Lega Liverpool yang Menang!
Liga Inggris 21 September 2026, 09:19
-
MU Comeback dari Fulham, Ada Peran Cawe-cawe Wasit?
Liga Inggris 21 September 2026, 08:51
-
Michael Carrick Sebut Pemain Ini Jadi Biang Kerok MU Gagal Menang Lawan Fulham
Liga Inggris 21 September 2026, 08:45
-
Real Madrid Rilis Pernyataan Resmi, Kritik Kepemimpinan Wasit di Derby Madrid!
Liga Spanyol 21 September 2026, 06:30
-
Meski Dipenuhi Kontroversi, Diego Simeone Klaim Atletico Madrid Layak Kalahkan Real Madrid!
Liga Spanyol 21 September 2026, 06:03
-
Kalah di Derby Madrileno, Jose Mourinho Sebut Rela Madrid Dizalimi Wasit!
Liga Spanyol 21 September 2026, 05:35
-
Man of the Match AC Milan vs Lecce: Christian Pulisic
Liga Italia 21 September 2026, 05:20
-
Hasil AC Milan vs Lecce: Dominan, Rossoneri Tembus 5 Besar!
Liga Italia 21 September 2026, 05:03
-
Man of the Match Juventus vs Atalanta: Gleison Bremer
Liga Italia 21 September 2026, 01:26
-
Hasil Juventus vs Atalanta: Conceicao Buka Jalan, Bremer Kunci Kemenangan
Liga Italia 21 September 2026, 00:53
-
Man of the Match Fulham vs Man Utd: Matheus Cunha
Liga Inggris 21 September 2026, 00:39
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33





