FIFA Ijinkan Pemain Wanita Memakai Jilbab
Editor Bolanet | 6 Juli 2012 19:15
- FIFA akhirnya merubah regulasi mereka untuk pesepak bola muslim wanita. Badan sepak bola tertinggi dunia ini telah mengijinkan para pemain wanita untuk mengenakan jilbab ketika mereka bermain.
Lima tahun yang lalu, FIFA mengeluarkan peraturan bahwa hijab sama sekali dilarang di sepak bola. Alasannya adalah jilbab atau hijab akan mempengaruhi keamanan pemain itu sendiri. Selain itu badan sepak bola yang dipimpin oleh Sepp Blatter ini menganggap bahwa jilbab bisa mengganggu kesehatan pemain itu sendiri.
Dampak dari pelarangan itu pun sangat signifikan. Tahun lalu, tim sepak bola wanita gugur karena para pemainnya menolak untuk melepas jilbab mereka kala melakoni putaran kedua kualifikasi Olimpiade London 2012 melawan .
Hal ini mengakibatkan tim ini harus rela untuk dinyatakan WO dan kala 3-0 dari lawannya tersebut. Yang paling parah adalah, mereka harus mengubur impian mereka untuk berlaga di putaran final Olimpiade London.
Akan tetapi, peraturan tersebut kini telah dicabut. FIFA mempertimbangkan bahwa ternyata jilbab memang tidak akan mengganggu para pemain selama pertandingan berlangsung.
Masalah keselamatan dan kesehatan telah dihapuskan dalam hal pemakaian jilbab, jelas sekretaris umum FIFA Jerome Valcke.
Dengan dicabutnya pelarangan jilbab dalam olah raga sepak bola ini, maka para pemain wanita yang berasal dari negara berbasis Islam akan dapat tetap mewujudkan impiannya guna berlaga di kancah internasional. Sebelum sepak bola, rugby dan taekwondo sudah terlebih dahulu membolehkan atletnya untuk mengenakan hijab. (bbc/bgn)
Lima tahun yang lalu, FIFA mengeluarkan peraturan bahwa hijab sama sekali dilarang di sepak bola. Alasannya adalah jilbab atau hijab akan mempengaruhi keamanan pemain itu sendiri. Selain itu badan sepak bola yang dipimpin oleh Sepp Blatter ini menganggap bahwa jilbab bisa mengganggu kesehatan pemain itu sendiri.
Dampak dari pelarangan itu pun sangat signifikan. Tahun lalu, tim sepak bola wanita gugur karena para pemainnya menolak untuk melepas jilbab mereka kala melakoni putaran kedua kualifikasi Olimpiade London 2012 melawan .
Hal ini mengakibatkan tim ini harus rela untuk dinyatakan WO dan kala 3-0 dari lawannya tersebut. Yang paling parah adalah, mereka harus mengubur impian mereka untuk berlaga di putaran final Olimpiade London.
Akan tetapi, peraturan tersebut kini telah dicabut. FIFA mempertimbangkan bahwa ternyata jilbab memang tidak akan mengganggu para pemain selama pertandingan berlangsung.
Masalah keselamatan dan kesehatan telah dihapuskan dalam hal pemakaian jilbab, jelas sekretaris umum FIFA Jerome Valcke.
Dengan dicabutnya pelarangan jilbab dalam olah raga sepak bola ini, maka para pemain wanita yang berasal dari negara berbasis Islam akan dapat tetap mewujudkan impiannya guna berlaga di kancah internasional. Sebelum sepak bola, rugby dan taekwondo sudah terlebih dahulu membolehkan atletnya untuk mengenakan hijab. (bbc/bgn)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala Dunia 2026: Timnas Iran Sudah Mendarat di Meksiko
Piala Dunia 8 Juni 2026, 09:58
-
Botol Minum Bikin FIFA Bingung
Piala Dunia 7 Juni 2026, 14:33
LATEST UPDATE
-
Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
Piala Dunia 10 Juni 2026, 23:12
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia U-19 vs Australia
Tim Nasional 10 Juni 2026, 21:20
-
Barcelona Putuskan Tak Permanenkan Marcus Rashford
Liga Spanyol 10 Juni 2026, 20:47
-
Jadwal ASEAN U19 Boys Championship 2026 (AFF U19) - Semifinal di Vidio
Bola Indonesia 10 Juni 2026, 19:41
-
Akhir Era Dedik 'Drogba' Setiawan Bersama Arema FC
Bola Indonesia 10 Juni 2026, 19:15
LATEST EDITORIAL
-
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersinar di Piala Dunia
Editorial 10 Juni 2026, 13:24
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59















