Freddy Adu: The Next Pele, Debut Pada Usia 14 Tahun, Apa Kabarnya Sekarang?
Asad Arifin | 16 Oktober 2020 14:05
Bola.net - Dunia sepak bola geger pada April 2004. Sebab, seorang bocah masuk lapangan pada laga profesional di Amerika Serikat. Namanya Freddy Adu. Usianya saat itu baru 14 tahun.
Ya, benar, 14 tahun!
Freddy Adu menjalani debut untuk klubnya, DC United pada usia yang sangat mudah. Saat itu, dia bermain pada laga melawan San Jose Earthquakes. Freddy Adu tampil sebagai pemain pengganti.
Pasca laga debutnya, Freddy Adu segera menjadi sorotan dunia. Sepak bola Amerika Serikat tiba-tiba menjadi pusat perhatian dengan tajuk besar 'The Next Pele' pada diri Freddy Adu.
Di kemudian hari, alih-alih menjadi mitos seperti Pele, Freddy Adu punya jalan lain untuk dikenang. Freddy Adu akan dikenal sebagai bakat muda yang gagal bersinar di level senior.
Lalu, apa kabar Freddy Adu sekarang?
Setelah Debut Fenomenal Itu...
Nama Freddy Adu pertama kali muncul saat tampil apik bersama timnas Amerika Serikat di Piala Dunua U-17 2003. Saat itu, Freddy Adu mampu mencetak empat gol dan banyak pemandu bakat tertarik padanya.
Freddy Adu bergabung dengan DC United. Pada musim pertamanya, dia mendapatkan nomor punggung 9. Tiga bulan usai menjalani wajib militer, Freddy Adu menjalani debut di DC United.
Dua pekan setelah laga debutnya, Freddy Adu mencetak gol pertama di di Major League Soccer. Publik pun makin silau dengan bakat besar Freddy Adu. Dia menutup musim 2004 dengan catatan lima gol dari 14 pertandingan.
Segalanya berjalan baik untuk Freddy Adu bersama DC United. Sebelum pindah ke Real Salt Lake pada 2007, Freddy Adu telah memainkan 87 laga berama tim senior DC United.
Melangkah ke Eropa
Freddy Adu tidak lama bermain di Real Salt Lake. Pada Agustus 2007, Benfica membeli Freddy Adu dengan harga 1,5 juta euro.
Sebelum pindah ke Benfica, Freddy Adu sempat punya mimpi untuk bermain di Manchester United. Dia pun sempat unjuk gigi di hadapan Sir Alex Ferguson pada sebuah laga uji coba. Saat itu, Freddy Adu masih bermain di DC United.
Hanya saja, sosok yang menjalani debut di timnas senior Amerika pada usia 16 tahun 234 hari itu gagal tampil memikat.
Seperti halnya Ferguson yang tidak tertarik pada Freddy Adu, hal yang sama juga berlaku pada para pelatih Benfica. Mereka sama sekali tidak melirik Freddy Adu dan memberinya kesempatan bermain di Liga Portugal.
Tanda-Tanda Kegagalan
Satu musim mengecewakan dilalui Freddy Adu di Benfica. Pada awal musim 2008/2009, dia pindah ke AS Monaco dengan status pinjaman. Ada sedikit kemajuan dalam karir Freddy Adu.
Sebab, AS Monaco memainkannya pada sembilan laga Ligue 1. Akan tetapi, hanya sebagai pengganti. Total dia berada di lapangan selama 86 menit dalam satu musim.
Freddy Adu kembali ke Benfica saat masa peminjaman di Monaco habis. Akan tetapi, klub tidak punya tempat untuknya. Freddy Adu lantas dipinjamkan ke Aris [Yunani], Belenenses [Portugal], dan Caykur Rizespor [Turki].
Pada musim 2010/2011, Freddy Adu mencetak empat gol dari 13 laga di Liga Turki bersama Rizespor. Dia juga tetap menjadi andalan timnas Amerika Serikat, tetapi tanda kegagalan makin nyata bagi Freddy Adu.
Pulang ke Amerika
Petualangan Freddy Adu di Eropa berakhir saat Benfica tidak memberi kontrak baru. Benfica melepas Freddy Adu dengan status bebas transfer pada 2011 dan dia pulang ke Amerika Serikat untuk bermain di Philadelphia Union.
Dua musim bersama Philadelphia Union, karir Freddy Adu membaik. Dia mulai bermain secara reguler dan mencetak gol.
Pada 2013, Freddy Adu pindah ke Bahia, Brasil. Namun, lagi-lagi yang didapat adalah kegagalan. Freddy Adu tak pernah mencatatkan nama di papan skor sekali pun bersama Bahia.
Freddy Adu kemudian berkelana ke liga minor Eropa bersama Jagodina [Slovakia] dan KuPS [Finlandia]. Walau level liga tempatnya bermain sudah turun drastis, Freddy Adu tetap saja tidak mampu bermain reguler.
Freddy Adu Tenggelam
Freddy Adu kembali ke Amerika pada 2005. Kali ini, Freddy Adu bermain di Tampa Bay Rowdies. Klub yang dibela Freddy Adu bukan klub elit. Mereka tidak bermain di Major League Soccer.
Tetapi, Freddy Adu tetap gagal menjadi pemain inti.
Freddy Adu lalu pindah ke Las Vegas Lights pada 2018. Lagi-lagi dia gagal menemukan performa terbaiknya. Dan, ini adalah jejak kelam Freddy Adu di sepak bola sebagai pemain.
Freddy Adu kini berusia 31 tahun. Belum waktunya pensiun bagi pemain sepak profesional, kecuali faktor cedera. Freddy Adu pun mencoba bangkit dan mengais sisa-sisa kejayaan di masa kecilnya.
Freddy Adu baru saja menekan kontrak dengan klub Divisi Ketiga Swedia, Osterlen FF. Klub baru Freddy Adu baru saja promosi dari Divisi Keempat.
Mengapa Freddy Adu Gagal?
Freddy Adu gagal total, bahkan sebelum mencapai tangga kejayaan. Lantas, apa yang membuat Freddy Adu bisa gagal? Freddy Adu pun mengakui bahwa ada banyak hal yang dilewatkan.
"Saya melewatkan banyak langkah di masa lalu, tetapi sekarang saya mendapat kesempatan untuk melakukannya dengan benar. Saya bahagia dan saya tidak pernah lebih siap dari ini," kata Freddy Adu.
Bakat yang dimiliki Freddy Adu tidak perlu diragukan. Namun, dia tidak berada di lingkungan yang tepat untuk mengarahkannya.
Arnold Tarzy, orang yang menemukan Freddy Adu ketika dia baru berusia delapan tahun, mengatakan bahwa Freddy Adu tidak pernah melakukan apa yang harusnya dilakukan sebagai pemain sepak bola.
"Dia tidak pernah berkerja dengan sungguh-sungguh. Dia tidak pernah harus melakukannya. Segalanya selalu datang terlalu mudah untuknya," katanya kepada ESPN pada 2019 lalu.
Well, begitulah nasib 'The Nex Pele' yang benama Freddy Adu.
Sumber: talkSPORT
Baca Ini Juga:
- 3 Formasi Andalan Mikel Arteta di Arsenal, Mana yang Paling Ampuh?
- Valentino Rossi Positif Covid-19, Akankah Jorge Lorenzo Jadi Pengganti di Teruel?
- Menolak Lupa: Milan Pernah Bantai Inter 6-0 di Derby della Madonnina
- Sembilan Kali Harry Maguire Masuk Trending Topic, Tapi untuk Alasan yang Salah
- Ngobrol Bareng Denis Suarez: Cerita Kerasnya Hidup di Barcelona dan Rasanya Jadi Rekan Setim Messi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rahasia Carrick Bisa Bawa MU Kalahkan Manchester City: Ubah Pola Latihan Setan Merah
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:30
-
Madrid vs Monaco: Arbeloa Pasang Target 8 Besar UCL dan Misi Damai dengan Suporter
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 10:22
-
Gelandang Barcelona Ini Bakal Jadi Suksesor Casemiro di Manchester United?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:21
LATEST UPDATE
-
Conte Puji Hojlund Setinggi Langit, Tapi Emosi Jiwa Soal Jadwal Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 12:11
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 20 Januari 2026, 12:09
-
Ingat 2 Trofi UCL! Arbeloa Semprot Fans Madrid yang Hobi Cemooh Vinicius Jr
Liga Champions 20 Januari 2026, 11:17
-
Siulan Suporter di Bernabeu Cuma Bikin Real Madrid Lemah
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 11:03
-
Bersama Michael Carrick, MU Diyakino Sanggup Tembus Liga Champions
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:40
-
Rahasia Carrick Bisa Bawa MU Kalahkan Manchester City: Ubah Pola Latihan Setan Merah
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26










