Memahami Bosman Rule, 'Jalan Keluar' Pemain untuk Meninggalkan Klub Secara Gratis
Yaumil Azis | 4 Januari 2021 15:00
Bola.net - Ketika seorang pemain terikat kontrak dengan sebuah klub, ia tidak diperkenankan untuk mengikat diri dalam perjanjian apapun bersama tim lain. Namun ada situasi yang membuat pemain bisa melakukan ini.
Untuk memahaminya, diperlukan pemahaman mengenai aturan Bosman (Bosman rule). Aturan ini membuat peta manuver transfer klub sepak bola di seluruh dunia berubah. Semuanya jadi tertata, demi kebaikan pemain dan klub.
Pada 1990, pesepak bola asal Belgia, Jean-Marc Bosman memicu perdebatan krusial. Ia merasa dirugikan oleh bekas timnya, sehingga membawa kasus tersebut ke ranah hukum.
Bosman yang kala itu berusia 25 tahun sedianya menjalani periode bersama klub RFC Liege di mana kontraknya akan segera habis. Dua musim di sana, kariernya tak berjalan mulus, hingga ada klub asal Prancis, Dunkirk, melayangkan proposan transfer.
Sebelum adanya Bosman rule, pemain tidak bisa pergi meninggalkan klubnya pada akhir kontraknya kecuali mendapatkan persetujuan untuk hengkang secara gratis. Atau parahnya, ada klub peminat yang mau membayarnya.
Saat itu, Liege meminta transfer fee kepada Dunkirk yang nilainya tak disanggupi. Kemudian, karena tak ada sepakat, gaji Bosman dipotong hingga 75 persen oleh Liege.
Kasus ini kemudian dibawa ke ranah hukum. Butuh waktu lima tahun, atau tepatnya baru pada 15 Desember 1995, keluarlah Bosman rule, sebuah peraturan yang dampaknya teramat besar buat sepak bola di seluruh dunia.
Perjuangan Bosman, Dikucilkan Klub-Klub Sepak Bola Eropa
Dibantu oleh pengacara kondang, Luc Misson dan Jean-Louis Dupont, Jean-Marc Bosman memperkarakan kasusnya ke European Court of Justice. Lawannya tidak tanggung-tanggung, mulai dari PSSI-nya Belgia, RFC Liege yang notabene adalah klubnya sendiri, dan UEFA.
Mereka mengacu pada Treaty of Rome, yang menjamin kebebasan buat pemain sepak bola di segala pelosok Eropa.
Jean-Marc Bosman sampai harus di-banned oleh Federasi Sepak Bola Belgia karena menolak pemangkasan gaji. Ia sampai dikucilkan oleh banyak klub kecuali Saint Quentin dan Saint Denis di Prancis, itu pun cuma sebentar saja.
Selama berjuang memenangi kasus tersebut, Bosman, Misson, dan Dupont seringkali tidak diperlakukan dengan baik. Tapi perjuangan mereka tidak sia-sia, bahkan menciptakan revolusi tersendiri dalam sepak bola.
Apa Imbas Bosman Rule?
Bosman rule atau Bosman ruling memiliki dampak besar buat sepak bola. Aturan ini menyebabkan pesepak bola bisa langsung melakukan negosiasi dengan klub lain, baik melalui perantara agen maupun tidak, saat berstatus bebas transfer.
Pemain juga berhak untuk meminta gaji lebih besar kepada klubnya karena memiliki bargaining advantage, yang artinya kurang lebih, "Tawarkan saya kontrak baru jika tidak mau kehilangan saya secara gratis."
Lebih detail lagi, dengan adanya Bosman rule, pemain bebas melakukan negosiasi dengan klub lain saat kontraknya menyisakan enam bulan lagi (mengacu kalender umum sepak bola Eropa, enam bulan umumnya memasuki setengah musim).
Misalnya, Lionel Messi kontraknya habis pada Juni 2021, maka pada Januari 2021, saat periode bursa transfer musim dingin, ia boleh melakukan negosiasi pra-kontrak dengan klub lain. Barcelona, di sisi lain, dilarang melakukan intervensi.
Yang boleh dilakukan Barcelona adalah menawarkan kontrak baru kepada Lionel Messi. Inilah yang membedakan pemain dengan kontrak yang masih tersisa panjang, di mana klub peminat harus melalui klub pemilik pemain yang diminati.
Sebagai contoh, Chelsea tidak bisa serta merta memberikan proposal legal berupa gaji dan kontrak kepada Declan Rice, melainkan harus melalui persetujuan West Ham United sebagai pemilik klub. Akan jadi berbeda kalau Rice tinggal menyisakan enam bulan kontrak, maka Chelsea bebas melakukan kontak langsung dengan Rice membicarakan pra-kontrak.
Kembali ke kasus Messi, anggap saja Manchester City deal dengan Messi, maka mereka baru bisa mendapatkan Messi pada akhir kontraknya, yakni Juli 2021. Kecuali, City berani membayar uang transfer kepada Barcelona, maka mereka bisa mendatangkan Messi saat itu juga.
Dengan begini, pemain tak perlu cemas menganggur alias tidak memiliki klub karena mendapatkan 'jaminan'. Secara psikologis dan logika, klub akan tertarik mendapatkan pemain secara gratis sehingga akan melakukan pendekatan saat si pemain incaran menyisakan kontrak enam bulan lagi.
Sebaliknya, klub pemilik akan berupaya keras melakukan 'deal-deal-an' dengan si pemain saat kontraknya menyisakan enam bulan atau bahkan satu tahun lagi jika dirasa pemain tersebut memang diandalkan.
Sumber: Berbagai sumber
Disadur dari: Bola.com (Gregah Nurikhsani)
Diunggah pada: 3 Januari 2020
Baca Juga:
- Kocak Abis! Momen Timo Werner Cederai Diri Sendiri Saat Ambil Sepak Sudut
- Suara Netizen Usai Laga Juventus vs Udinese: Jangan Hepi Dulu, Biasanya Besoknya Seri Atau Kalah
- AC Milan Bungkam Benevento, Milanisti Sesumbar Pede Hadapi Juventus
- Cristiano Ronaldo, Manusia Pertama yang Punya 250 Juta Followers di Instagram
- David Beckham Banggakan Keahliannya Memasak untuk Keluarga
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arsenal Tak Terbendung, Inter Terpuruk di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:24
-
Arsenal Kalahkan Inter Milan di San Siro, Mikel Merino: Mantap betul!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:16
-
Siapa Mampu Hentikan Arsenal di Liga Champions Musim Ini?
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:10
-
Manchester City Kalah Lagi, Erling Haaland: Maaf, Ini karena Salah Saya!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:05
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06


