Usain Bolt Bukan Satu-Satunya: McDonald's Jadi Rahasia Sejumlah Atlet Raih Emas Olimpiade
Anindhya Danartikanya | 18 September 2025 16:12
Bola.net - Usain Bolt ternyata bukan satu-satunya atlet yang meraih medali emas Olimpiade dengan pola makan yang didominasi McDonald's. Sprinter legendaris asal Jamaika itu mencatat rekor dunia 100 meter di Olimpiade Beijing 2008 meski lebih memilih chicken nugget ketimbang makanan khas China.
Hal ini pun diakui Bolt sendiri dalam autobiografinya pada 2013 berjudul 'Faster than Lightning'. Keberhasilan Bolt di Beijing menjadikannya panutan, sebab empat tahun kemudian sejumlah atlet lain meniru pola makannya.
"Awalnya saya makan satu kotak isi 20 untuk makan siang, lalu satu lagi untuk makan malam. Keesokan harinya saya makan dua kotak untuk sarapan, satu kotak untuk makan siang, dan beberapa lagi di malam hari. Saya bahkan menambahkan kentang goreng dan pai apel," tulis Bolt dalam bukunya.
Christian Taylor Sering Makan Es Krim McFlurries
McDonald's bahkan membangun restoran berukuran raksasa di Stratford selama enam pekan perhelatan Olimpiade London 2012, ditambah satu lagi di Kampung Atlet. Christian Taylor pun meraih emas perdananya di nomor lompat tiga pada Olimpiade edisi tersebut, dan McDonald's juga menjadi bagian dari kisah suksesnya.
"Saya sebenarnya makan banyak McFlurries sebelum Olimpiade London. Itu Olimpiade pertama saya, saya sangat gugup, jadi McFlurries membantu menenangkan diri saya," ungkap Taylor dalam wawancara bersama GQ pada 2017.
Taylor menjelaskan bahwa sebelumnya ia sangat ketat menjaga pola makan dengan menghitung kalori. "Saya hanya butuh sesuatu yang membuat saya lebih rileks, dan es krim membantu saya merasa normal lagi," katanya.
Sumber Makanan Paling Populer di Kampung Atlet
McDonald’s sendiri jadi mitra resmi Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada 1976-2017, dengan keterlibatan pertama pada Olimpiade 1968. Selama menjadi sponsor, McDonald's menyediakan makanan gratis di Kampung Atlet, termasuk saat Olimpiade Beijing dan Rio 2016 yang membuat gerainya selalu dipadati antrean panjang.
"McDonald's mungkin sumber makanan paling populer di Kampung Atlet, terutama di Brasil 2016. Di Beijing juga begitu, antreannya paling panjang karena semua orang makan di sana," jelas Taylor.
Namun, kerja sama panjang antara IOC dan McDonald's berakhir lebih cepat pada 2017, sebelum Olimpiade Tokyo. Di Paris 2024, para atlet disuguhi menu lebih sehat seperti croissant, telur rebus, krim artichoke, keju domba dengan truffle, hingga blanquette de veau.
Junk Food 'Penting' bagi Atlet, Tapi Olimpiade Ingin Hidangan yang Lebih Sehat
"20% dari total makanan yang disajikan di Olimpiade London berasal dari McDonald's. Itu menunjukkan mengapa junk food sangat penting bagi para atlet. Namun, Olimpiade Paris jauh lebih sehat, tanpa McDonald's, tanpa chicken nugget, lebih banyak makanan sehat," ungkap Philipp Wurz, Kepala Katering Paris 2024, seperti yang dikutip TalkSPORT.
"Kami benar-benar mendorong kualitas makanan lebih tinggi, dengan menu yang dikembangkan bersama ahli gizi olahraga. Setelah kompetisi selesai, para atlet tetap bisa menikmati burger atau hot dog, tetapi hanya di gerai khusus, dengan daging 100% asal Prancis," tutup Wurz.
Sumber: TalkSPORT
Baca Juga:
- Alex Marquez Fokus Buru Gelar Runner up, Gara-Gara Marc Marquez Bakal Gampang Kunci Gelar Dunia di Jepang
- Ducati Puji Cara Berkelas Marc Marquez Jawab Cemoohan Fans Italia di Misano, Dukung Selebrasi ala Lionel Messi
- Marc Marquez Waspadai Gerak-Gerik Alex Marquez di MotoGP Jepang, Bisa Jadi Halangan Terbesar Menuju Gelar Dunia
- Marc Marquez Bisa Kunci Gelar Dunia MotoGP 2025 di Jepang, Apa Saja Syaratnya?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pelan tapi Pasti, Trent Alexander-Arnold Kian Matang di Real Madrid!
Liga Spanyol 26 Februari 2026, 18:19
-
Dua Singa di Lini Serang Timnas Norwegia: Sorloth dan Haaland!
Piala Dunia 25 Februari 2026, 17:47
-
5 Faktor yang Membuat Man United-nya Carrick Belum Terkalahkan
Liga Inggris 25 Februari 2026, 16:15
LATEST UPDATE
-
Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia vs Bulgaria di Final FIFA Series 2026
Tim Nasional 27 Maret 2026, 22:18
-
Man of the Match Timnas Indonesia vs St. Kitts and Nevis: Ole Romeny
Tim Nasional 27 Maret 2026, 22:12
-
Hasil FP1 Moto3 Amerika 2026: Alvaro Carpe Tercepat, Ungguli Maximo Quiles
Otomotif 27 Maret 2026, 21:48
-
Arai Agaska Siap Jalani Debut di WorldSPB 2026, Geber Yamaha R7 di Portugal
Otomotif 27 Maret 2026, 21:21
-
Prediksi Meksiko vs Portugal 29 Maret 2026
Piala Dunia 27 Maret 2026, 19:45
-
Prediksi Amerika Serikat vs Belgia 29 Maret 2026
Piala Dunia 27 Maret 2026, 19:34
LATEST EDITORIAL
-
5 Pencapaian Luar Biasa Mohamed Salah di Liverpool
Editorial 27 Maret 2026, 15:50
-
5 Kiper Pengganti Potensial untuk Chelsea, Solusi dari Krisis di Bawah Mistar
Editorial 26 Maret 2026, 14:56
-
Cedera Jadi Mimpi Buruk! 6 Bintang Ini Terancam Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 26 Maret 2026, 14:43
-
5 Mega Transfer yang Wajib Dipantau pada Musim Panas 2026
Editorial 25 Maret 2026, 13:37









