Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis Djarum Dihentikan, Susy Susanti Prihatin
Dimas Ardi Prasetya | 8 September 2019 19:20
Bola.net - Susy Susanti, legenda bulutangkis Indonesia, menyatakan keprihatinannya atas dihentikannya Audisi umum Beasiswa Bulutangkis Djarum.
Bakti Olahraga Djarum Foundation sebelumnya mengumumkan akan menghentikan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis yang digelar PB Djarum mulai tahun 2020 mendatang. Keputusan tersebut diambil untuk mereduksi polemik yang mencuat belakangan ini.
Hal tersebut diumumkan Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, dalam acara konferensi pers, di Hotel Aston, Purwokerto, Sabtu (7/9/2019). Bakti Olahraga Djarum Foundation sendiri sudah menjaring calon bintang bulutangkis masa depan melalui Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis Djarum sejak lama.
Keputusan itu mengundang reaksi dari Susy Susanti. Juara Olimpiade Barcelona tahun 1992 silam ini mengaku menyesalkan hal tersebut.
"Saya jelas prihatin. Di saat kita semua sedang berjuang mencari mencari prestasi, berusaha mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia, dan menjaga tradisi emas olimpiade, malah ujung tombak pencarian bibit dihentikan, karena ada sebagian pihak yang tidak suka," kata Susy, Minggu (8/7/2019).
"Audisi ini kan menjaring bibit-bibit dari berbagai pelosok Indonesia, bukan hanya dari Jawa. Untuk mencapai kejayaan bulutangkis tidak bisa instan, ada prosesnya, dan audisi ini menjadi awalnya. Banyak anak-anak yang punya mimpi besar di bulutangkis dari kalangan tidak mampu, jadi audisi bulutangkis Djarum itu sangat membantu. Sangat disayangkan kalau dihentikan."
"PBSI juga pasti terpengaruh karena selama ini terbantu dengan audisi itu. Banyak atlet-atlet andalan berasal dari proses audisi tersebut. Tak banyak pihak klub bulutangkis yang punya perhatian, kepedulian, dan dana yang besar untuk mendukung bulutangkis Indonesia. Seharusnya semua pihak bergandengan tangan demi bulutangkis Indonesia," sambung Susy Susanti.
Produsen Atlet Hebat
Susy mengatakan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis Djarum terbukti telah menghasilkan atlet-atlet hebat, bukan mengeksplotasi anak seperti yang dituduhkan beberapa pihak. Pemain Pelatnas yang merupakan jebolan Audisi Djarum antara lain Kevin Sanjaya Sukamuljo, pasangan juara dunia junior 2019 Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil, serta Ribka Sugiarto yang baru saja mencapai semifinal Chinese Taipei Terbuka 2019 di sektor ganda putri.
Beberapa legenda bulutangkis lain juga berasal dari klub PB Djarum. Contohnya saja seperti Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, dan Mohammad Ahsan.
"Alasannya katanya ada unsur eksploitasi anak oleh industri rokok dalam audisi umum. Jadi Kevin Sanjaya itu hasil eksploitasi anak? Saya hanya berharap semua pihak mau mendalami dengan benar-benar kasus ini, jangan hanya menduga-duga. Coba datang ke audisi, tanya anak-anak atau keluarganya, apakah mereka merasa diekploitasi? Apakah mereka merasa dimatikan mimpinya atau malah dibantu meraih impian?" urai Susy.
"Saya melihat sendiri anak-anak yang ikut audisi bersemangat karena ingin menjadi seperti Kevin, Liliyana, Tontowi, Ahsan, atau saya. Jika bisa berprestasi kan bisa mengangkat nama keluarga, secara ekonomi juga, serta bisa mengharumkan nama bangsa," serunya.
Susy Susanti berharap semua pihak baik pemerintah, pihak swasta, pelaku bulutangkis, dan masyarakat bahu membahu dan bergandengan tangan demi bulutangkis Indonesia, bukan sebaliknya. Apalagi, selama ini bulutangkis menjadi cabang olahraga andalan Indonesia untuk berprestasi di kancah dunia.
Polemik terkait Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum tersebut mencuat pada pertengahan 2019. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memprotes kegiatan tersebut karena menganggap ada unsur eksploitasi anak oleh industri rokok.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Yus Mei Sawitri/Editor Benediktus Gerendo Pradigdo
Published: 8 September 2019
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
BRI Super League: Pemain Asing Baru Arema FC Adalah Teman Lama Vinicius Junior
Bola Indonesia 15 Januari 2026, 18:54
-
Bocoran FIFA Series 2026: Timnas Indonesia vs Bulgaria
Tim Nasional 14 Januari 2026, 22:59
-
BRI Super League: Brasil Dominasi Daftar Pencetak Gol Putaran Pertama
Bola Indonesia 14 Januari 2026, 21:22
LATEST UPDATE
-
Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:36
-
Kalah Duel Fisik dan Teknik, Chivu Sebut Level Arsenal Jauh di Atas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:30
-
Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:19
-
Rapor Pemain Inter: Gol Roket Sucic Tak Cukup, Arsenal Pulang Tersenyum
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:06
-
Man of the Match Sporting CP vs PSG: Luis Suarez
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:19
-
Man of the Match Inter vs Arsenal: Gabriel Jesus
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








