Ganda Putra Bulutangkis Gores Sejarah di Asian Games 2018, Tunggal Putra Bikin Kaget
Anindhya Danartikanya | 29 Agustus 2018 11:20
- Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susi Susanti menyatakan diraihnya medali emas oleh ganda putra Indonesia di Asian Games 2018 telah memenuhi ekspektasi, namun menyebut medali emas yang diraih tunggal merupakan sebuah kejutan.
Susi pun mengaku sangat puas atas hasil ini, dan melontarkan pujian kepada Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang merebut emas di ganda putra, dan Jonatan Christie yang merebut emas di tunggal putra.
Meski begitu, Susi menyebut prediksi PBSI meleset karena yang dibebani target emas awalnya adalah ganda putra dan campuran. Pada Asian Games 2018 saya lihat semua sektor sudah cukup baik. Mereka menampilkan permainan terbaik. Untuk tunggal putra, prestasi ini jadi kejutan karena hampir terjadi All Indonesian Final, ujarnya.
Lebih lanjut, Susi takjub akan terjadinya All Indonesian Final dari nomor ganda putra. Seperti diketahui, hal itu menciptakan sejarah baru setelah terakhir terjadi pada final Asian Games Tehran 1974.
Ganda putra peluang memang cukup besar. Kami memang menargetkan medali dari nomor ini. Ini di luar ekspektasi juga bisa mempertemukan All Indonesian Final. Ini terjadi setelah 44 tahun. Secara keseluruhan, menjadi prestasi yang luar biasa untuk tunggal dan ganda putra, ujar Susi.
Secara keseluruhan, bulutangkis Indonesia meraih dua medali emas, dua perak dan empat perunggu pada Asian Games 2018. Pencapaian ini lebih baik dari edisi 2014, di mana Kontingen Indonesia di cabor bulutangkis meraih dua medali emas, satu perak dan satu perunggu.
Perusahaan jasa aplikasi Grab sebagai sponsor resmi Asian Games 2018 memberi dukungan ke atlet-atlet Indonesia lewat program kampanye #CeritaKemenangan dan #KemenanganItuDekat. Kampanye ini mengajak rakyat Indonesia untuk memberikan dukungan kepada putra-putri bangsa yang tengah berlaga di ajang terbesar Asia.
Grab melibatkan tujuh legenda olahraga nasional, Tati Sumirah (bulutangkis), Ellyas Pical (tinju), Nico Thomas (tinju), Pascal Wimar (voli), Abdul Rojak (taekwondo), Sutiono (balap sepeda), dan Alex Pulalo (sepak bola) dalam kegiatan torch relay. Sukses mereka di masa lalu diyakini akan jadi sumber inspirasi bagi atlet-atlet kita.
Kesuksesan yang diraih para pebulutangkis Indonesia menjadi sebuah kebanggaan bagi Grab dan juga rakyat Indonesia.
*Update terkini Asian Games 2018 mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di sini.
Sumber: Bola.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Lengkap Pertandingan Badminton Asia Championships 2026
Bulu Tangkis 11 April 2026, 08:47
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Arema FC 24 April 2026
Bola Indonesia 23 April 2026, 18:17
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs PSBS Biak 24 April 2026
Bola Indonesia 23 April 2026, 18:12
-
Nonton Live Streaming BRI Super League: Malut United vs Persebaya Surabaya
Bola Indonesia 23 April 2026, 18:01
-
Hasil PSM vs Persik: Juku Eja Menjauh dari Zona Degradasi
Bola Indonesia 23 April 2026, 17:35
-
Pergerakan Liverpool Dekati Randal Kolo Muani Bikin Juventus Agak Panik
Liga Italia 23 April 2026, 17:00
-
Revolusi Lini Tengah MU: Dimulai dari Transfer Aurelien Tchouameni
Liga Inggris 23 April 2026, 16:42
-
Popsivo Polwan Kunci Peringkat Tiga Proliga 2026 Usai Tumbangkan Electric PLN
Voli 23 April 2026, 16:29
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37













