Pelatih Praveen/Melati: Kekalahan di Olimpiade 2020 Tanggung Jawab Saya
Anindhya Danartikanya | 29 Juli 2021 08:25
Bola.net - Asa Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti meraih medali bagi Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 pupus usai kalah di babak perempat final dari dari pasangan pebulu tangkis ganda campuran asal China, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong dengan skor 17-21, 15-21, Rabu (28/7/2021).
Lewat rilis PBSI, sang pelatih, Nova Widianto, mengaku menilai Praveen/Melati sebenarnya mampu bermain lebih baik dan ngotot dibanding saat menjalani laga-laga fase grup, tapi ia mengakui permainan Zheng/Huang sebagai unggulan pertama juga sangat baik.
"Kalau dari segi permainan dan gregetnya sudah bagus dibanding di fase grup lalu, sampai terakhir mereka juga tidak menyerah. Tapi kami harus akui lawan hari ini main lebih bagus. Kami kalah cepat terutama di permainan depan," ucap Nova.
Kekalahan itu memupus harapan Indonesia untuk mempertahankan medali emas ganda campuran di Olimpiade Rio 2016, yang kala itu diraih Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Kekecewaan sudah barang tentu menyelimuti Praveen/Melati. Namun, Nova menegaskan bahwa kekalahan ini adalah tanggung jawabnya.
"Kecewa pasti karena mereka ditarget meraih medali, tapi saya melihat mereka sudah maksimal hari ini. Apa pun hasilnya saya berterima kasih karena mereka sudah berjuang. Kekalahan ini tetap tanggung jawab saya sebagai pelatih, ini menjadi introspeksi saya dan tim pelatih ganda campuran," ujar Nova.
Berharap Kekalahan di Olimpiade Tak Bikin Surut Semangat

Nova mengatakan setelah Olimpiade, Praveen/Melati masih direncanakan mengikuti banyak turnamen termasuk Kejuaraan Dunia dan Piala Sudirman. Nova mewanti-wanti anak asuhnya itu untuk tetap bersemangat.
"Setelah ini Praveen/Melati kami fokuskan untuk turnamen-turnamen berikutnya. Masih banyak turnamen hingga akhir tahun, bahkan masih ada Kejuaraan Dunia dan Piala Sudirman. Saya rasa mereka bisa fokus ke sana," kata Nova.
"Tapi itu akan menjadi tantangan karena sepengalaman saya, setelah Olimpiade yang penantiannya panjang lalu hasilnya kurang memuaskan, mental dan semangat pemain bisa drop. Itu yang saya alami dulu. Semoga ini tidak terjadi pada mereka," pesan Nova.
Inkonsistensi Jadi Kendala
Nova juga memastikan akan ada pembenahan di sektor ganda campuran berkaca dari hasil yang diraih Praveen/Melati ini. "Kendala Praveen/Melati itu inkonsistensi. Tetapi kalau saya menyimpulkan inkonsistensi itu berasal dari faktor teknis," ungkapnya.
"Praveen/Melati hanya punya satu pola permainan saja dan itu sudah terbaca lawan-lawannya. Ketika mainnya tidak jalan, kita tidak punya alternatif lain. Jujur harus kami akui pemain putri kita sekarang agak lemah terutama di defense jadi boleh dibilang peran pemain putra sangat besar, 80:20," lanjutnya.
Menurut Nova, pembenahan ini takkan diterapkan pada Praveen/Melati saja, melainkan semua ganda campuran Indonesia. "Perkuat defense untuk pemain putri dan perkaya pola permainan jadi tidak terpaku dengan pola yang itu-itu saja. Kami ingin nanti porsinya jadi 60:40, 60 untuk putra dan 40 untuk putri. Tapi kembali lagi program ini juga harus didukung dari individu masing-masing. Ini PR di ganda campuran," tutupnya.
Disadur dari: Bolacom (Yus Mei Sawitri) | Dipublikasi: 28 Juli 2021
Video: Perempat Final Ganda Campuran | Praveen Jordan/Melati Daeva vs Zheng Siwei/Huang Yaqiong
Ajang multievent Olimpiade Tokyo 2020 bisa disaksikan melalui TV teresterial INDOSIAR dan O Channel. Selain itu juga bisa di layanan over the top (OTT) VIDIO baik gratis maupun berbayar dengan 12 channel tambahannya, serta channel Champions TV 1, 2 dan 3 yang dikelola IEG (Indonesia Entertainment Group), salah satu anak perusahaan di Emtek Group. Yuk nikmati sajian live streaming dengan mengklik tautan ini.
Baca Juga:
- Jadwal Atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 Hari Ini Kamis 29 Juli 2021
- Jadwal dan Link Live Streaming Laga Ahsan/Hendra di Perempat Final Olimpiade Tokyo 2020
- Jadwal dan Link Live Streaming Laga Kevin/Marcus di Perempat Final Olimpiade Tokyo 2020
- Rahmat Erwin Abdullah Tuntaskan Mimpi Sang Ayah dengan Raih Perunggu Olimpiade Tokyo 2020
- Highlights Sepak Bola Olimpiade 2020: Spanyol 1-1 Argentina
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rakornas 2026 Bahas Masa Depan Polo Air, PB Akuatik Indonesia Siapkan Langkah Besar
Lain Lain 28 Februari 2026, 22:35
-
Jadwal Lengkap German Open 2026, 24 Februari-1 Maret 2026
Bulu Tangkis 28 Februari 2026, 08:44
-
Kabar Timnas Indonesia: Pengamat Bilang John Herdman Bawa Aura Positif, Apa Itu?
Tim Nasional 27 Februari 2026, 08:25
-
Mantan Tangan Kanan Shin Tae-yong Gabung Persijap Jepara di BRI Super League
Bola Indonesia 27 Februari 2026, 08:13
LATEST UPDATE
-
Kylian Mbappe Akhirnya Punya SIM, Tertangkap Nyetir Mobil Mini di Paris
Bolatainment 7 Maret 2026, 00:17
-
Prediksi Milan vs Inter 9 Maret 2026
Liga Italia 6 Maret 2026, 23:13
-
Prediksi Genoa vs Roma 9 Maret 2026
Liga Italia 6 Maret 2026, 22:45
-
Manchester United Diam-diam Protes Jadwal Liga Inggris, Ada Masalah Apa?
Liga Inggris 6 Maret 2026, 21:46
-
Prediksi Athletic Club vs Barcelona 8 Maret 2026
Liga Spanyol 6 Maret 2026, 21:36
-
Prediksi Newcastle vs Man City 8 Maret 2026
Liga Inggris 6 Maret 2026, 21:21
-
Prediksi Juventus vs Pisa 8 Maret 2026
Liga Italia 6 Maret 2026, 21:10
-
Tempat Menonton Wolves vs Liverpool: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 6 Maret 2026, 21:00










