3 Alasan Julian Nagelsmann Cocok Gantikan Jose Mourinho di Tottenham
Aga Deta | 1 Maret 2021 17:55
Bola.net - Julian Nagelsmann saat ini merupakan pelatih RB Leipzig. Namun, pelatih asal Jerman itu disebut-sebut sangat pantas untuk menggantikan Jose Mourinho di Tottenham.
Julian Nagelsmann merupakan satu di antara pelatih muda berbakat di Eropa. Berkat taktik yang diterapkannya, RB Leipzig berhasil lolos ke semifinal Liga Champions dan akan bersua tim mapan Paris Saint-Germain.
Sukses mendongkrak performa 1899 Hoffenheim membuat Nagelsmann diincar Leipzig. Dia akhirnya resmi duduk di kursi pelatih Die Roten Bullen pada 21 Juni 2019.
Julian Nagelsmann menggantikan peran Ralf Rangnick, yang ditunjuk menjabat sebagai Direktur Utama Sepak Bola Global Red Bull GmbH. Bersama RB Leipzig, Nagelsmann sepakat menandatangani kontrak berdurasi empat musim.
Di bawah asuhan Julian Nagelsmann, Leipzig mampu tampil impresif. Dari 80 pertandingan di seluruh ajang, Die Roten Bullen berhasil meraih 48 kemenangan, 19 hasil imbang, dan menelan 13 kekalahan.
Torehan tersebut membuat RB Leipzig finis di peringkat ketiga klasemen Bundesliga musim ini dengan nilai 66. Selain itu, Leipzig juga berhasil lolos ke semifinal Liga Champions dan akan bersua Paris Saint-Germain di Estadio da Luz, Rabu (19/8/2020) dini hari WIB.
Berikut ini tiga alasan mengapa Julian Nagelsmann cocok menjadi manajer Tottenham Hotspur.
Tottenham Hotspur Biasa Dilatih Manajer Muda
Mungkin banyak yang merasa kalau Tottenham Hotspur sudah seharusnya dilatih oleh manajer yang kenyang pengalaman seperti Jose Mourinho. Namun di sisi lain, Spurs menjelma menjadi tim kuat Liga Inggris ketika dilatih oleh manajer muda.
Andre Villas-Boas dan Mauricio Pochettino jadi bukti sahih betapa para manajer muda punya andil menerbangkan Tottenham ke jajaran elite Liga Inggris.
Villas-Boas meninggalkan klub dengan persentase kemenangan liga tertinggi di antara manajer Tottenham mana pun di era Premier League.
Nagelsmann yang baru berusia 33 tahun, masuk kriteria ini. Terlebih, ia juga punya modal bagus dengan catatan impresif bersama Hoffenheim dan RB Leipzig.
Doyan Bereksperimen
Dulu, Tottenham Hotspur akrab dengan formasi 4-4-2 dan 4-4-1-1. Era Niko Kranjcar dan Luka Modric, ditambah dengan sokongan Sandro sebagai penyeimbang, Spurs merupakan tim yang solid.
Revolusi di Tottenham berlanjut seiring bergantinya pelatih, mulai dari 4-2-3-1, hingga 4-4-2 diamond. Namun pondasi utamanya tetaplah 4-4-2 dengan kreativitas di sayap seperti diperagakan Gareth Bale hingga Aaron Lennon.
Julian Nagelsmann, sepanjang musim lalu, terbiasa menggunakan formasi 4-4-2, meski musim ini doyan memakai formasi 3-4-2-1, 4-2-3-1, dan 4-3-2-1. Kepercayaan dirinya menggunakan formasi beragam jadi nilai plus.
Skuad Tottenham musim ini terbilang fleksibel dengan menumpuknya gelandang mulai dari Steven Bergwijn, Lucas Moura, hingga Erik Lamela. Nagelsmann diyakini bisa leluasa bereksperimen dengan komposisi pemain yang ada.
Usung Perubahan
Kekuatan lain Nagelsmann adalah kemampuannya mengolah sumber daya pemain. Bekal ini didapat karena ia pernah menjadi talent scout buat Thomas Tuchel.
Julian Nagelsmann menyebut jika eks pelatih Bayern Munchen, Pep Guardiola, sebagai sumber inspirasi. Akan tetapi, Nagelsmann mengakui jika Thomas Tuchel justru memiliki pengaruh besar dalam kariernya di dunia pelatih.
Ketika Tuchel menangani Augsburg II pada musim 2007/2008, Nagelsmann menjabat sebagai assisten pelatih. Thomas Tuchel memberi tugas kepada Julian Nagelsmann untuk mencari lawan yang akan dihadapi Augsburg II.
"Itulah cara saya melatih. Saya belajar banyak dari dia (Thomas Tuchel)," ucap Nagelsmann.
Sumber: Berbagai sumber
Disadur dari: Bola.com/Penulis Gregah Nurikhsani
Published: 26 Februari 2021
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Prediksi Bayern vs Dortmund 1 November 2026
Bundesliga 30 Oktober 2026, 12:31
LATEST UPDATE
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
-
Hasil Barcelona vs Alaves: Blaugrana Pesta Gol 6-1
Liga Spanyol 1 November 2026, 06:19
-
Hasil Bayern vs Dortmund: Kane Gagal Penalti, Der Klassiker Berakhir Imbang 2-2
Bundesliga 1 November 2026, 05:57
-
Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
Liga Italia 1 November 2026, 05:43
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


