5 Alasan RB Leipzig Bakal Kalahkan Manchester United dan Lolos 16 Besar Liga Champions
Serafin Unus Pasi | 8 Desember 2020 18:38
Bola.net - Grup H Liga Champions yang dianggap sebagai ‘Grup Neraka’ kembali menemukan dua unggulannya RB Leipzig melawan Manchester United, Rabu (9/12/2020) dini hari. Baik Leipzig maupun Manchester United kini memiliki sembilan poin dengan United unggul head-to-head.
RB Leipzig sebagai semifinalis Liga Champions musim lalu harus menang di laga ini untuk lolos ke babak selanjutnya. Sebelumnya RB Leipzig kalah telak kala bertamu ke Old Trafford dengan skor mencolok 5-0.
Sebagai semifinalis musim lalu tentu RB Leipzig tidak ingin dua kali dikalahkan jagoan dari Inggris tersebut. Skuad asuhan Julian Nagelsmann pun kini tengah dalam kepercayaan diri yang tinggi karena tampil baik di Bundesliga dan baru saja menahan Bayern Munchen dengan sengit.
Catatan tersebut juga menjadi modal yang baik untuk RB Leipzig karena Bayern Munchen begitu perkasa di kompetisi Eropa. Ditambah RB Leipzig telah berhasil menahan Bayern Munchen dua kali di tahun 2020 ini.
Dengan bekal yang bisa membangkitkan gairah bermain tim, RB Leipzig pun nampak bisa membalas kekalahan dari Manchester United di matchday ke-6 Liga Champions Grup H ini. Melansir dari situs resmi Bundesliga, setidaknya ada lima faktor yang bisa menjadi pembeda untuk RB Leipzig.
Apa saja? Berikut ulasannya Bolaneters.
1. Status Penantang Terbesar Bayern Munchen
Bayern Munchen sudah tidak dipungkiri lagi tengah mendominasi sepak bola di segala kompetisi yang diikutinya. Bersama Hansi Flick, Bayern Munchen begitu perkasa dan telah memenangkan 47 pertandingan serta empat hasil seri dari 54 pertandingannya.
Berbagai tim raksasa digulingkannya sedari musim lalu seperti Borussia Dortmund, Barcelona, Atletico hingga Paris Saint-Germain. Tapi ada satu tim yang telah dua kali bersua dengan Munchennya Hansi Flick dan mengakhirinya tanpa kekalahan, yakni RB Leipzig.
Sebelum laga melawan Manchester United ini, RB Leipzig baru saja mencatatkan raihan yang bisa membakar semangat tim. RB Leipzig baru saja menjadi salah satu tim bersama Hertha Berlin yang sukses mencetak setidaknya tiga gol ke gawang Munchennya Hansi Flick.
2. Taktik Nagelsmann
Mencuatnya RB Leipzig selama beberapa musim ini tentu hadir berkat kecerdasan Julian Nagelsmann dalam menerapkan strategi. Pelatih berusia 33 tahun tersebut tahu kapan harus bertahan, dan kapan harus menyerang balik dengan cepat.
Melawan Bayern Munchen di pertandingan sebelumnya, taktik Nagelsmann setidaknya mampu membuat kesusahan pemilik treble winners musim lalu tersebut. Serangan balik Leipzig sangat mematikan serta dipenuhi tekanan tinggi dari pemain lainnya.
Dengan pelajaran berharga ketika dibantai United 5-0 di pertemuan pertamanya, Julian Nagelsmann tentu sudah mempelajari kesalahan timnya. Kebangkitan pun sepertinya menjadi hal yang bisa direalisasikan lewat taktik lainnya dari Julian Nagelsmann.
3. Angelino Sayap Mematikan Nagelsmann
Kuatnya RB Leipzig musim ini juga terjadi berkat strategi jitu Nagelsmann dalam memanfaatkan Angelino yang beroperasi sebagai bek kiri. Angelino mampu dengan sempurna mengemban tugas sebagai bek sayap bertipe menyerang yang sering dimanfaatkan Nagelsmann.
Meskipun berposisi sebagai bek kiri Angelino menjadi faktor tajamnya RB Leipzig. Angelino telah berkontribusi sebanyak enam gol serta empat assists di semua kompetisi untuk RB Leipzig.
Di Liga Champions, Angelino juga tampil tanpa canggung dan telah mencatatkan dua gol serta dua assists. Keberadaannya untuk merecok lini belakang United pun sepertinya akan sangat krusial di laga ini.
4. Gol dari Segala Lini
RB Leipzig musim ini tampak bisa mengatasi kepergian Timo Werner. Bukan hanya dari strikernya sekarang, Leipzig juga mampu meneror lawannya dari segala lini. Angelino setidaknya menjadi gambarannya meskipun berperan sebagai bek kiri.
Sejak kepergian Timo Werner, Julian Nagelsmann nampak mengetahui timnya kehilangan satu pemain tajam. Namun, Nagelsmann mampu mengatasinya dengan membagikan peran mencetak gol di semua lini.
Sejak kepergian Timo Werner, RB Leipzig telah menciptakan 32 gol yang semuanya berasal dari banyak posisi. Empat penyerang, lima gelandang sampai lima beknya secara kolektif memberikan sumbangan gol.
5. Red Bull Arena Bikin Kapok Tamunya
Bahkan tim sekelas Bayern Munchen pun belum sanggup mengatasi RB Leipzig di Red Bull Arena. Bayern Munchen juga bukan satu-satunya yang kesulitan di Red Bull Arena, Paris Saint-Germain yang menjadi finalis musim lalu juga terjungkal di markas Leipzig.
Catatannya RB Leipzig di kandang pun fantastis, Die Roten Bullen tidak terkalahkan di 25 lagi dari 28 keseluruhannya sejak ditangani Julian Nagelsmann. Tim Inggris terakhir yang pernah melawat ke Red Bull Arena yakni Tottenham Hotspur pun kalah 0-3 musim lalu.
Dengan catatan mentereng di Red Bull Arena, RB Leipzig pun nampak akan meneruskan catatan delapan kali kemenangan berturut-turutnya di kandang menjadi sembilan.
Sumber: Bundesliga
(Bola.net/Muhamad Raka Saputra)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
LATEST UPDATE
-
Barcelona Kian Kokoh di Puncak Klasemen, Hansi Flick: Bodo Amat!
Liga Spanyol 7 September 2026, 11:03
-
Kalah dari Arsenal, Xabi Alonso Soroti Rapuhnya Pertahanan Chelsea
Liga Inggris 7 September 2026, 10:37
-
Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
Liga Inggris 7 September 2026, 09:47
-
Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
Liga Italia 7 September 2026, 09:08
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

