5 Liga Terbaik Eropa Saat Ini: Daya Saing, Kualitas, dan Kesuksesan Jadi Catatan
Asad Arifin | 15 Oktober 2020 14:34
Bola.net - Tidak dipungkiri lagi bahwa lima liga paling top terdiri dari negara Inggris, Spanyol, Prancis, Italia, dan Jerman.
Selain karena standar koefisien penampil di kompetisi UEFA yang telah ditentukan, liga-liga tersebut pantas disebut terbaik karena daya saingnya yang menarik.
Liga-liga tersebut juga menjadi kompetisi yang diisi oleh berbagai klub paling populer dan banyak diisi klub kaya. Tak heran, di lima liga tersebut merupakan persinggahan untuk mencapai puncak karir bagi seorang pemain.
Pemain-pemain terbaik dunia pun kerap diproduksi dalam liga tersebut, salah satunya Ajax yang kerap mempromosikan pemain-pemain berkualitas baru. Lalu pemain terbaik di era sekarang Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi pun berada di liga top Eropa.
Menarik dilihat dari liga tersebut terkait mana yang menyandang nama sebagai liga terbaik. Peringkat pun menjadi penting ditunjukkan karena mencakup pertimbangan dari berbagai aspek seperti sejarah, daya tarik, daya saing hingga keterampilan yang ditunjukkan.
Lalu liga apa yang menjadi teratas dan terbaik di Eropa, berikut urutannya mengutip dari Sportskeeda.
5. Ligue 1

Paris Saint-Germain dalam sedekade terakhir menjadi penguasa di Ligue 1. Hal yang membuat kompetisi asal Prancis tersebut diledek dengan sebutan 'Farmer's League'. Sebutan yang disematkan karena dominasi yang hanya dilakukan oleh satu tim.
Paris Saint-Germain hingga kini memang masih menjadi tim yang sangat menonjol di Ligue 1. Sejak diakuisi oleh pemilik kaya dari Timur Tengah, belum ada tim yang benar-benar mengguncangkan Ligue 1.
Materi pemain Paris-Saint Germain pun jauh di atas klub-klub lainnya. Pemain termahal Neymar, dan bintang kebanggaan Prancis Kylian Mbappe berada di klub tersebut. Di kancah Eropa, hanya Paris Saint-Germain yang selalu diunggulkan dibanding tim lainnya.
4. Bundesliga

Sejak banyak klub Eropa diakuisisi oleh pemilik yang kaya, klub-klub Eropa pun kini mulai menjadikan uang sebagai hal penting dalam sepak bola. Bundesliga kemudian mencoba mengantisipasinya dengan aturan 50+1.
Aturan yang mengharuskan setiap klub untuk tidak memiliki saham investor swasta lebih besar dibandingkan suporter dan klub. Namun, dengan aturan tersebut beberapa klub Bundesliga nyatanya tetap mampu memiliki kualitas yang baik.
Bayern Munchen menjadi yang paling dominan di Bundesliga. Selama delapan musim berturut-turut Die Roten berhasil menjadi jawaranya. Namun bukan berarti klub lain tidak mampu bersaing, karena Borussia Dortmund sempat menjadi juara di musim 2010/11 dan 2011/12.
Hingga kini Bundesliga mulai memunculkan klub besar baru seperti RB Leipzig. Bundesliga juga kerap mengorbitkan bintang sepak bola baru yang mampu menarik perhatian klub kaya di Eropa.
3. Serie A

Sama seperti Bundesliga, Serie A juga masih didominasi oleh satu tim yaitu Juventus. Selama sembilan tahun belum ada klub lain yang mampu memutus dominasi Si Nyonya Tua. Padahal di era 90-an dan 2000-an, Serie A merupakan kompetisi yang sangat kompetitif.
Kala itu ada klub-klub pesaing berat seperti AS Roma, AC Milan, Inter Milan, Lazio hingga Fiorentina. Namun, kini sejak Juventus mendominasi, belum ada klub yang benar-benar tampil konsisten.
Sedikit berubah di musim lalu, Serie A kembali menunjukkan sengitnya kompetisi. Juventus di akhir hanya berselisih satu poin dari Inter Milan.
Naiknya klub-klub lama seperti AC Milan, dan Lazio pun menambah keseruan Serie A. Belum lagi Atalanta yang muncul sebagai salah satu klub tertajam.
Semakin menarik karena Serie A selama dua musim ke belakang berisikan mega bintang dunia Cristiano Ronaldo. Kini Serie A pun nampak terlihat akan berjalan sengit dibanding musim-musim sebelumnya.
2. La Liga

La Liga menjadi yang terbesar di Eropa tak lain berkat menariknya dua raksasa sepak bola, Barcelona dan Real Madrid. Persaingannya di setiap musim selalu ditunggu-tunggu penikmat sepak bola.
Tensi tinggi selalu tersaji ketika keduanya bersua, dan selama sedekade terakhir pun hanya Atletico Madrid yang berhasil memutus dominasinya di La Liga.
Meskipun La Liga telah ditinggal salah satu bintangnya Cristiano Ronaldo, La Liga masih menunjukkan kelasnya. Real Madrid selama beberapa tahun ke belakang sukses menjadi yang terbaik di Eropa. Bukan hanya Real Madrid dan Barcelona, Diego Simeone bersama Atletico Madrid pun di setiap musimnya selalu muncul sebagai penantang.
Kini, La Liga juga berjalan dengan menarik karena nuansa yang berbeda. Barcelona baru saja memberikan perubahan besar-besaran, serta perpindahan mengejutkan dari beberapa pemain seperti Luis Suarez.
1. Premier League

Premier League terlihat berbeda dengan liga-liga lainnya. Di setiap tahunnya, Premier League selalu sulit ditebak, dan juaranya juga bervariasi. Di setiap musimnya selalu tersaji kejutan, tim yang tidak diunggulkan bisa muncul ke papan atas begitu juga sebaliknya.
Klub seperti Leicester City bahkan pernah mengguncang ranah sepak bola dengan menjadi juara di musim2015/16. Persaingannya pun tidak hanya berada di papan atas, di zona degradasi hingga papan tengah selalu diisi dengan persaingan ketat.
Musim lalu hingga akhir kompetisi, persaingan di posisi ketiga hingga keenam sangat berdekatan. Kejutan juga muncul di musim ini, Everton dan Aston Villa bahkan bertengger di posisi puncak. Sedangkan juara musim lalu Liverpool baru saja dibantai 7-2 oleh Aston Villa.
Tim unggulan seperti Manchester United dan Manchester City kini tercecer di posisi 16 dan 14. Leeds United yang baru saja promosi juga memancing perhatian berkat performa impresifnya di awal musim.
Kejutan-kejutan tersebut yang menjadikan Premier League sebagai liga teratas di Eropa.
Sumber: Sportskeeda
(Bola.net/Muhamad Raka Saputra)
Baca Ini Juga:
- 5 Kandidat Potensial Pengganti Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United
- 10 Pemain Sepak Bola Terbaik Dalam Dekade Terakhir (Bagian 2)
- 4 Pemain Muda Liverpool yang Harus Pindah ke Klub Championship
- Potret Lama Georgina Rodriguez: Sebelum Glamor dan Kenal dengan Ronaldo
- Starting XI Pemain yang Gagal Dibeli Manchester United di Musim Panas
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mikel Arteta Benarkan Wonderkid Arsenal Ini Segera Cabut dari Emirates Stadium
Liga Inggris 21 Januari 2026, 11:28
-
Ingin Cetak Sejarah Baru, Vinicius Junior Pastikan akan Bertahan di Real Madrid!
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:07
-
Bangkit dari Cemoohan Madridista, Kamu Luar Biasa Vini Jr!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:48
-
Daftar Peraih Man of The Match Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:45
LATEST UPDATE
-
Kalahkan Inter dan Kunci 16 Besar UCL: Arsenal Kirim Pesan Kuat!
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:09
-
Siaran Langsung Liga Champions: Juventus vs Benfica, Kick Off Jam 03.00 WIB
Liga Champions 21 Januari 2026, 15:56
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






