Cerita di Balik Perekrutan Sarpreet Singh oleh Bayern Munchen
Afdholud Dzikry | 30 September 2019 11:45
Bola.net - Bisa dikatakan ini adalah transfer paling sensasional dalam catatan sejarah sepak bola Selandia Baru, tetapi seperti apa sebenarnya cerita di balik rekrutan baru Bayern Munchen, Sarpreet Singh?
Sarpreet Singh, gelandang serang muda kelahiran Selandia Baru, 20 Februari 1999 adalah pendatang baru di Bayern Munchen. Yang menarik dan berbeda dari Singh adalah, walau pun dia berkewarganegaraan Selandia Baru, tapi darah India mengalir di tubuhnya - yang tentu sudah bisa kita tebak dari lafal namanya.
Bagi pemain Asia khususnya sekitaran Asia Barat dan Asia Selatan untuk berkarir di Bundesliga memang bukanlah sesuatu yang asing. Sebelumnya Bundesliga pernah punya Ali Daei - legenda sepak bola Iran yang menghabiskan lima tahun karier sepak bolanya di sana. Sama seperti Daei, Singh memulai karirnya dari liga regional di negara asalnya sebelum menapakkan kakinya ke kancah Eropa.
Tentu bukan cerita di balik layar saja yang membuat Singh jadi pembicaraan para pengamat dan penikmat sepak bola di Eropa dan dunia. Pemuda kelahiran Auckland, Selandia Baru tersebut juga punya catatan statistik yang impresif sehingga membuat pemantau bakat Bayern terpesona dengan skill sepak bolanya. Kalian penasaran? Mari kita simak ulasan berikut.
Catatan Perjalanan
Singh pindah ke klub Wellington Phoenix saat berusia 15 tahun, awalnya bermain untuk SSB dan akademi sepak bola lokal di sana. Dia melakukan beberapa tur ke luar negeri ke negara-negara seperti Inggris, Jerman dan Jepang, sebelum mendapatkan menit regulernya bersama dengan tim cadangan Phoenix di Selandia Baru.
Playmaker lincah dengan tinggi badan 170 sentimeter itu mengawali karier sepak bola seniornya sebagai pemain pengganti dalam pertandingan A-League melawan Melbourne City pada Februari 2017. Dia mencetak gol profesional pertamanya setahun kemudian dan menambahkan tiga gol lagi saat melawan Melbourne - sebelum musim 2017/18 berakhir.
Sejak itu performanya menanjak naik. Singh adalah pemain inti untuk tim utama pada musim 2018/19, membantu Phoenix lolos ke seri final A-League dengan lima gol dan tujuh assist dalam 25 penampilan. Ia sudah menjadi pemain internasional berpengalaman di tingkat remaja dan pemenang Piala Konfederasi Sepakbola U-20 periode 2016/17. Ia mendapatkan caps senior pertamanya bagi Selandia Baru dalam pertandingan persahabatan bulan Maret 2018 saat berhadapan dengan Kanada.
The Butterfly
Jika Anda belum pernah melihat Singh beraksi sebelumnya, pastikan untuk melihat highlights-nya segera. Kecenderungannya untuk menari dan melayang-layang tanpa beban seperti kupu-kupu di sepertiga akhir lapangan hampir tak terkendali, ditambah dengan kemampuannya dalam melepas umpan tajam melewati sela-sela tersempit benteng pertahanan lawan sering membuat penunggu bangku cadangan lawan tercengang dengan jentikan cekatan kaki kirinya.
Tahukah Kamu?
Menurut media Selandia Baru, Bayern pertama kali melihat sekilas kemampuan Singh ketika ia bermain melawan salah satu tim remaja Die Roten dalam tur ke Eropa. Dia baru berusia 11 tahun saat itu. Sembilan tahun kemudian, dia telah menjadi pemain pertama keturunan India dan pertama dari Selandia Baru yang mampu mengenakan kostum merah tersohor pemegang rekor juara Bundesliga terbanyak tersebut.
Berita Pilihan untuk Bolaneters!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Drawing Liga Champions: Calon Lawan Wakil-wakil Jerman
Liga Champions 27 Agustus 2026, 11:01
-
Semua yang Perlu Diketahui Fans Real Madrid Tentang Drawing Liga Champions
Liga Champions 27 Agustus 2026, 10:55
-
Calon Lawan Liverpool di Drawing Liga Champions 2026-27
Liga Champions 27 Agustus 2026, 10:25
-
Barcelona Menanti Lawan di Drawing Liga Champions 2026-27
Liga Champions 27 Agustus 2026, 10:07
-
Kevin Diks Naik Kelas di Borussia Monchengladbach: Dipercaya Jadi Wakil Kapten
Tim Nasional 23 Agustus 2026, 11:55
LATEST UPDATE
-
Bisa Comeback Lawan Atletico Madrid, Andoni Iraola Acungi Perjuangan Liverpool
Liga Champions 10 September 2026, 06:42
-
Cetak Gol Lagi, Raphinha Makin Nyaman Jadi Ujung Tombak Barcelona
Liga Champions 10 September 2026, 05:40
-
Hajar Feyenoord, Hansi Flick Minta Barcelona Tetap Membumi!
Liga Champions 10 September 2026, 05:20
-
Man of the Match PSG vs Slovan Bratislava: Ferran Torres
Liga Champions 10 September 2026, 05:19
-
Man of the Match Napoli vs Arsenal: Martin Odegaard
Liga Champions 10 September 2026, 05:14
-
Hasil PSG vs Slovan Bratislava: Ferran Torres Hat-trick, Dembele 2 Gol
Liga Champions 10 September 2026, 05:04
-
Hasil Napoli vs Arsenal: Martin Odegaard Menjadi Penentu Kemenangan
Liga Champions 10 September 2026, 04:59
-
Man of the Match Chelsea vs Leeds United: Cole Palmer!
Liga Inggris 10 September 2026, 04:26
-
Man of the Match Liverpool vs Atletico Madrid: Dominik Szoboszlai
Liga Champions 10 September 2026, 04:17
-
Hasil Liverpool vs Atletico Madrid: Comeback Sempurna The Reds di Anfield!
Liga Champions 10 September 2026, 03:55
-
Man of the Match Barcelona vs Feyenoord: Raphinha
Liga Champions 10 September 2026, 02:32
-
Hasil Barcelona vs Feyenoord: Performa Bintang 5 Bawa Blaugrana ke Puncak!
Liga Champions 10 September 2026, 02:23
-
Dulu Kevin De Bruyne, Kini Enzo Fernandez yang jadi 'Pelayan' bagi Erling Haaland
Liga Champions 9 September 2026, 23:51
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


