Fakta Menarik Kai Havertz, Wonderkid yang Diburu Manchester United
Afdholud Dzikry | 31 Oktober 2019 15:27
Bola.net - Talenta besar Kai Havertz sejak musim lalu telah banyak diperbincangkan. Klub-klub besar seantero Eropa pun terus dikaitkan dengan wonderkid milik Bayer Leverkusen tersebut. Tak terkecuali Manchester United.
Lantas apa sih yang membuat Kai Havertz diminati banyak klub-klub besar Eropa itu?
Sosok Kai Kavertz mencuat sejak 2016. Sejak itu dia disebut-sebut sebagai salah satu talenta Jerman yang paling moncer.
Kai Havertz dikenal memiliki skill mumpuni yang membuat bek-bek di Bundesliga kelimpungan menjaganya. Profil apiknya semakin lengkap dengan torehan gol yang bikin berdecak kagum.
Pada musim lalu, Havertz tercatat mencetak 17 gol di Bundesliga. Itu menjadi jumlah gol terbanyak yang dicetak remaja dalam satu musim.
Pada musim panas 2019, Kai Havertz tepat berusia 20 tahun. Sosoknya kian menarik perhatian, terutama dari Manchester United yang sedang kalang kabut memperbaiki skuat.
Berikut ini enam fakta tentang pemain bidikan Manchester United tersebut, seperti dilansir The Sun, Rabu (30/10/2019):
1. Disamakan dengan Tiga Pemain Top Jerman
Pemain yang produktif di depan jala lawan tersebut sering disama-samakan para pemain top Jerman. Beberapa pundit di Jerman pernah membandingkan skillnya yang disebut mirip Mesut Ozil, Michael Ballack, dan bahkan Toni Kroos.
2. Keluarga Kental Aroma Sepak Bola

Pemain kelahiran Aachen, Jerman itu memiliki ayah seorang polisi. Adapun ibunya seorang pengacara.
Keluarga Havertz memiliki darah sepak bola. Ayah dan kakeknya merupakan pemain sepak bola amatir. Dia mulai mengikuti jejak mereka mengolah si kulit bundar sejak kecil. Mereka kerap bermain di lapangan yang berjarak 100 meter dari rumah.
Pada umur 4 tahun, Havertz gabung klub lokal, Alemannia Mariadorf. Sang kakek adalah presiden di klub tersebut.
Dalam waktu singkat dia sudah bermain dengan anak-anak yang lebih tua karena kemampuannya di atas rata-rata.
3. Diminati Tiga Klub saat Masih Bocah
Talenta istimewa Havertz sudah terlihat sejak masih bocah. Tak heran, dia sudah dilirik para pemandu bakat dari tiga klub Bundesliga, yaitu Cologne, Borussia Mönchengladbach, dan Bayer Leverkusen.
Leverkusen menjadi pemenang dari persaingan tersebut. Mereka berhasil melakukan langkah cepat untuk menggaet Havertz.
Pada usia 11 tahun, dia gabung dengan tim muda Leverkusen yang dipimpin Jurgen Gelsdorf.
4. Dapat Julukan Unik
Pada saat masih bocah, Kai Havertz bahkan sudah punya julukan. Dia memperoleh julukan "Alleskonner" alias Jack yang serbabisa.
Di usia 15 tahun, Jack promosi ke tim Bayer Leverkusen U-17. Dia berperan besar membantu tim memenangi titel nasional dan mengakhiri 25 tahun paceklik gelar.
5. Pencetak Rekor

Pada 15 Oktober 2016, sebuah sejarah tercipta. Havertz masuk ke lapangan sebagai pemain pengganti ketika timnya tertinggal 1-2 dari Werder Bremen.
Pada usia 17 tahun dan 126 hari, dia menjadi pemain debutan Leverkusen paling muda.
Empat bulan berselang, dia mencatatkan assist pertama untuk rekan setimnya Karim Bellarabi. Sepak terjangnya tak berhenti sampai di sana.
Pada 2018 dia menjadi pemain termuda yang tercepat mencapai 50 pertandingan dalam sejarah Bundesliga.
6. Suka Main Piano
Di luar lapangan hijau, Kai Havertz adalah penyuka musik. Dia pemain piano yang bertalenta. Di waktu senggang, dia biasanya menghabiskan 90 menit di depan piano, memainkan lagu-lagu klasik maupun modern.
Disadur dari: Bola.com (Yus Mei Sawitri)
Published: 30/10/2019
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
LATEST UPDATE
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


