5 Pelajaran dari Kekalahan Chelsea di Markas PSG: Serius, The Blues Butuh Kiper Baru

Ari Prayoga | 12 Maret 2026 08:54
5 Pelajaran dari Kekalahan Chelsea di Markas PSG: Serius, The Blues Butuh Kiper Baru
Gawang Filip Jorgensen dibobol Vitinha dalam laga PSG vs Chelsea di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (12/3/2026). (c) AP Photo/Michel Euler

Bola.net - Chelsea harus pulang dari Paris dengan kekecewaan setelah kalah 2-5 dari PSG pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB.

Meski sempat memberikan perlawanan sengit, The Blues akhirnya harus mengakui keunggulan tuan rumah setelah mengalami penurunan performa di penghujung pertandingan.

Advertisement

Dua gol Chelsea yang dicetak Malo Gusto dan Enzo Fernandez sempat memberi harapan. Namun, rentetan gol PSG di akhir laga membuat tim asuhan Liam Rosenior kini menghadapi tugas sangat berat menjelang leg kedua di Stamford Bridge.

Dari pertandingan tersebut, terdapat sejumlah pelajaran penting yang bisa dipetik Chelsea.

1 dari 5 halaman

Chelsea Butuh Kiper Baru

Chelsea Butuh Kiper Baru

Vitinha mencetak gol dalam laga PSG vs Chelsea di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (12/3/2026). (c) AP Photo/Michel Euler

Keputusan Liam Rosenior untuk menurunkan Filip Jorgensen menggantikan Robert Sanchez kembali menjadi sorotan. Jorgensen dipilih karena dinilai lebih baik dalam distribusi bola, tetapi justru aspek tersebut menjadi awal petaka bagi Chelsea.

Umpan buruk sang kiper memicu terciptanya gol ketiga PSG yang mengubah momentum pertandingan. Tidak hanya itu, ia juga dianggap bisa melakukan lebih baik saat menghadapi gol terakhir tuan rumah.

Jika ingin kembali menjadi kekuatan serius di kompetisi Eropa, Chelsea tampaknya perlu mempertimbangkan opsi penjaga gawang baru.

2 dari 5 halaman

Pedro Neto Masih Punya Peran Penting

Pedro Neto Masih Punya Peran Penting

Aksi Pedro Neto dalam laga PSG vs Chelsea di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (12/3/2026). (c) AP Photo/Michel Euler

Sebelum pertandingan ini, sebagian suporter bahkan sempat menyuarakan agar klub menjual Pedro Neto. Namun performanya melawan PSG justru menjadi salah satu titik terang bagi Chelsea.

Kecepatan dan kerja keras Neto berperan besar dalam terciptanya gol Enzo Fernandez. Selain itu, kontribusi defensifnya juga membuatnya lebih dipilih dibandingkan Alejandro Garnacho yang sedang dalam performa bagus.

Meski sempat terlibat insiden kecil dengan ballboy, Neto tetap menunjukkan bahwa dirinya masih layak menjadi pilihan utama pada leg kedua.

3 dari 5 halaman

Chelsea Kehilangan Daya Serang Tanpa Joao Pedro

Chelsea Kehilangan Daya Serang Tanpa Joao Pedro

Aksi Joao Pedro dalam laga PSG vs Chelsea di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (12/3/2026). (c) AP Photo/Michel Euler

Joao Pedro memang tidak tampil dalam performa terbaiknya di laga ini. Namun dampak absennya setelah ditarik keluar justru sangat terasa.

Ketika pemain Brasil itu digantikan Liam Delap, lini depan Chelsea terlihat kehilangan energi dan intensitas. Serangan menjadi lebih mudah dipatahkan oleh lini belakang PSG.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kontribusi Joao Pedro tidak hanya diukur dari jumlah gol, tetapi juga dari perannya dalam menjaga dinamika serangan tim.

4 dari 5 halaman

Enzo Fernandez Lebih Efektif di Tengah

Enzo Fernandez Lebih Efektif di Tengah

Pemain PSG, Achraf Hakimi (kiri), berebut bola dengan pemain Chelsea, Enzo Fernandez dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Michel Euler

Dalam beberapa pertandingan terakhir, Enzo Fernandez sempat dimainkan di sisi kiri. Namun saat kembali ditempatkan di posisi tengah, kontribusinya langsung terlihat.

Gelandang asal Argentina itu tampil impresif dan bahkan mencetak gol penting ketika Chelsea sedang menguasai permainan. Ia juga menjadi pemain dengan nilai tertinggi dalam penilaian performa tim.

Masalah di sisi kiri memang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Chelsea, tetapi memindahkan Fernandez dari peran sentral tampaknya bukan solusi yang tepat.

5 dari 5 halaman

Stamford Bridge Harus Jadi Senjata Chelsea

Stamford Bridge Harus Jadi Senjata Chelsea

Liam Rosenior memberi instruksi pada Reece James dalam laga PSG vs Chelsea di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (12/3/2026). (c) AP Photo/Michel Euler

Peluang Chelsea untuk lolos ke perempat final kini memang menipis. Namun Stamford Bridge memiliki sejarah panjang menghadirkan malam-malam besar di Liga Champions.

Atmosfer stadion diharapkan bisa menjadi faktor penting pada leg kedua nanti. Chelsea pernah menciptakan suasana luar biasa saat mengalahkan Borussia Dortmund di era Graham Potter, dan dukungan serupa sangat dibutuhkan kali ini.

Gol cepat bisa mengubah arah pertandingan secara drastis, dan dukungan penuh dari para suporter diyakini akan menjadi motivasi tambahan bagi para pemain.

Sumber: The Chelsea Chronicle