Alkisah Perpisahan Cristiano Ronaldo dan Real Madrid: Tim Tanpa Bintang, Bintang Tanpa Tim
Richard Andreas | 11 Maret 2021 04:45
Bola.net - Kisah perpisahan Cristiano Ronaldo dengan Real Madrid mungkin jadi salah satu yang paling menyedihkan di era sepak bola modern ini. Keduanya sama-sama gagal memberikan yang terbaik di kompetisi tertinggi.
Selama sembilan tahun membela Madrid, Ronaldo membantu tim meraih banyak trofi bergengsi. Dia sendiri pun meraih sejumlah penghargaan individu kelas top, khususnya Ballon d'Or.
Lalu Ronaldo memutuskan meninggalkan Madrid untuk Juventus di tahun 2018 lalu. Keputusan ini menggemparkan, Juve dianggap beruntung bisa mendapatkan pemain top selevel Ronaldo.
Namun, kini transfer tersebut perlahan-lahan tampak mengenaskan bagi ketiga pihak yang terlihat, Madrid, Juve, dan tentu Ronaldo.
Ronaldo tanpa Madrid
Tanpa Madrid, Ronaldo gagal di babak 16 besar Liga Champions dalam dua musim beruntun. Juve disingkirkan Lyon musim lalu, dan teranyar diusir Porto musim 2020/21 ini.
Lyon dan Porto tim tangguh, tapi bukan tim kelas top yang seharusnya jadi juara. Artinya ada masalah dalam tim Juventus, jangankan jadi juara, mengalahkan tim-tim selevel itu saja mereka tidak bisa.
Kini Ronaldo sudah 36 tahun, artinya dia semakin kehabisan waktu untuk membantu Juve meraih trofi Liga Champions impian mereka.
Juve harus berbenah besar-besaran jika masih ingin menjaga peluang juara UCL bersama Ronaldo musim depan, mungkin kesempatan terakhir mereka.
Madrid tanpa Ronaldo
Tanpa Ronaldo, Madrid juga gagal total di liga Champions. Dua musim terakhir Madrid tersingkir di babak 16 besar, dikalahkan Ajax dan Manchester City.
Madrid menderita tanpa gol-gol Ronaldo. Benar masih ada Karim Benzema yang berjuang ekstra, tapi pemain-pemain lain gagal membantu meringankan beban Benzema.
Saat ini ada Marco Asensio, Eden Hazard, Rodrygo, dan Vinicius. Keempatnya belum bisa menggantikan kontribusi Ronaldo dahulu.
Artinya, sejak perpisahan di tahun 2018 lalu, Ronaldo tampak seperti superstar tanpa tim yang tepat, dan Madrid tampak seperti tim yang tidak punya superstar.
Sumber: Marca
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Swedia akui Kedigdayaan Belanda, Tapi Harusnya Bisa Main Lebih Baik Lagi!
Piala Dunia 21 Juni 2026, 10:45
-
Man of the Match Ekuador vs Curacao: Eloy Room
Piala Dunia 21 Juni 2026, 09:04
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Uruguay vs Cape Verde: Kevin Pina
Piala Dunia 22 Juni 2026, 07:20
-
Man of the Match Belgia vs Iran: Alireza Beiranvand
Piala Dunia 22 Juni 2026, 04:36
-
Hasil Belgia vs Iran: Setan Merah Gagal Jinakkan Cheetah Persia
Piala Dunia 22 Juni 2026, 04:04
-
Man of the Match Spanyol vs Arab Saudi: Mikel Oyarzabal
Piala Dunia 22 Juni 2026, 01:51
-
Hasil Spanyol vs Arab Saudi: La Roja Menang Telak 4-0
Piala Dunia 22 Juni 2026, 01:39
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28














