Analisis Babak Pertama Final Liga Champions: Pertahanan Arsenal Bikin PSG Lumpuh

Asad Arifin | 31 Mei 2026 00:19
Analisis Babak Pertama Final Liga Champions: Pertahanan Arsenal Bikin PSG Lumpuh
Laga PSG vs Arsenal di final Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Vadim Ghirda

Bola.net - Arsenal unggul 1-0 atas PSG pada babak pertama final Liga Champions 2025/2026. Kunci keunggulan Arsenal itu adalah lini belakang yang bermain solid, selain aksi berkelas Kai Havertz.

Laga final Liga Champions digelar di Puskas Arena, Sabtu (30/5) malam WIB. The Gunners unggul cepat pada menit ke-6 lewat aksi Kai Havertz. Pemain asal Jerman itu mencetak gol usai memanfaatkan bola liar sapuan Marquinhos.

Advertisement

Setelah unggul, Arsenal bermain gaya khas mereka. The Gunners menunjukkan performa yang secara konsisten mereka tampilkan sepanjang musim 2025/2026, terutama di Liga Champions.

Pasukan Mikel Arteta bermain dengan sangat solid. Struktur dan organisasi permainan Arsenal sangat bagus. Para pemain sangat disiplin, terutama dua bek sayap yakni Cristhian Mosquera dan Piero Hincapie.

1 dari 4 halaman

Pertahanan Arsenal Sulit Ditembus

Pertahanan Arsenal Sulit Ditembus

Pemain Arsenal, Declan Rice, berebut bola dengan pemain PSG, Vitinha, dalam pertandingan final Liga Champions di Budapest, Hungaria, Sabtu (30/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Petr Josek

PSG dikenal dengan serangan cepat dan pandai memanfaatkan ruang. PSG punya pemain yang kuat dalam duel satu lawan satu seperti Dembele, Doue, dan Kvaratskhelia untuk menunjang skema tersebut.

Namun, Arsenal berhasil meredam kekuatan PSG itu. Pasukan Mikel Arteta menjaga agar garis pertahanan mereka tidak terlalu tinggi. Bukan hanya kuartet bek tengah, akan tetapi juga dua gelandang.

Declan Rice dan Lewis-Skelly menjaga kerapatan antara lini belakang dan tengah dengan baik. Faktor itu membatasi kreativitas Fabian Ruiz yang biasanya muncul sebagai pemecah kebuntuan.

"Arsenal sangat terorganisir, dan mereka menjaga formasi mereka di tepi area pertahanan mereka sendiri," kata pandit BBC Sport, Nedum Onuoha.

2 dari 4 halaman

Penguasaan Bola Semu PSG

Penguasaan Bola Semu PSG

Luis Enrique memberikan instruksi pada pemain PSG pada momen water breaks di final Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Vadim Ghirda

PSG sangat dominan dalam penguasaan bola, akan tetapi tidak mampu menembus lini belakang Arsenal. Pada 30 menit awal laga, penguasaan bola PSG terasa semu. Mereka dominan, tapi tidak mengancam.

PSG baru menemukan celah selepas menit ke-30. PSG hanya mampu melepas satu shots on target pada babak pertama, lewat aksi Fabian Ruiz. Namun, upaya itu tidak benar-benar memberi ancaman.

Penguasaan bola PSG yang mencapai 77 persen seolah tidak berguna jika melihat minimnya ancaman ke gawang Arsenal.

"PSG menguasai bola begitu lama, tetapi semakin lama Arsenal membuat mereka frustrasi, semakin besar kemungkinan mereka akan terlalu gegabah dan meninggalkan ruang di lini belakang," kata Onuoha.

3 dari 4 halaman

Arsenal Memegang Kendali

Arsenal Memegang Kendali

Khvicha Kvaratskhelia dikawal Piero Hincapie dan Gabriel Magalhaes dalam laga final Liga Champions antara PSG vs Arsenal di Puskas Arena, Budapest, 30 Mei 2026 (c) AP Photo/Petr Josek

Arsenal memang hanya memiliki 23 persen penguasaan bola. Namun, menurut analisis Onuoha, The Gunners justru memegang kendali. Martine Odegaard dan kolega juga menunjukkan komitmen yang besar ketika bertahan.

"Mereka melakukan penjagaan ganda di sisi sayap dan, setiap kali ada ancaman tembakan, pemain PSG akan mendapat tekanan. Jika PSG berhasil masuk ke area pertahanan Arsenal, maka akan terjadi beberapa tekel yang signifikan juga," katanya.

"Dari sudut pandang mantan pemain bertahan, Arsenal sangat terorganisir. Bukan hanya pemain bertahan mereka yang bertahan dengan baik, tetapi juga gelandang dan penyerang mereka," tegas Onuoha.

4 dari 4 halaman

Daftar Susunan Pemain

Daftar Susunan Pemain

Pemandangan stadion menjelang laga final Liga Champions antara PSG vs Arsenal di Puskas Arena, Budapest, 30 Mei 2026 (c) AP Photo/Vadim Ghirda

PSG (4-3-3): Matvey Safonov; Achraf Hakimi, Marquinhos, Willian Pacho, Nuno Mendes; Fabian Ruiz, Vitinha, Joao Neves; Desire Doue, Ousmane Dembele, Khvicha Kvaratskhelia.

Pelatih: Luis Enrique.

Arsenal (4-3-3): David Raya; Cristhian Mosquera, William Saliba, Gabriel Magalhaes, Piero Hincapie; Martin Odegaard, Declan Rice, Myles Lewis-Skelly; Bukayo Saka, Kai Havertz, Leandro Trossard.

Pelatih: Mikel Arteta.

LATEST UPDATE