Asal Usul dan Fakta Unik Trofi Ballon d'Or: Dari Perhiasan Tertua Eropa hingga Emas 24 Karat
Asad Arifin | 22 September 2025 17:43
Bola.net - Ballon d’Or dikenal sebagai penghargaan individu paling prestisius di dunia sepak bola. Setiap tahun, hanya satu pemain pria dan satu pemain wanita terbaik yang berhak merasakan momen istimewa mengangkat trofi legendaris ini.
Penghargaan ini bukan sekadar bergengsi karena sejarahnya, tetapi juga karena proses pembuatan trofi yang penuh dedikasi dan detail.
Sejak pertama kali dipersembahkan oleh majalah France Football pada 1956, Ballon d’Or menjadi simbol supremasi seorang pesepak bola di level dunia.
Nama-nama besar seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, hingga Michel Platini pernah mengangkat trofi emas tersebut. Bahkan legenda seperti Diego Maradona dan Pelé mendapat penghargaan kehormatan setelah gantung sepatu.
Namun, di balik gemerlap panggung gala di Théâtre du Châtelet, Paris, terdapat kisah panjang tentang proses penciptaan trofi Ballon d’Or yang sarat nilai seni dan tradisi.
Trofi ini bukan sekadar piala, melainkan mahakarya yang dikerjakan dengan ketelitian, detail tinggi, serta diwarisi dari tradisi panjang rumah perhiasan tertua di Eropa.
Jejak Panjang Rumah Perhiasan Tertua di Eropa

Trofi Ballon d’Or dibuat oleh Mellerio dits Meller, rumah perhiasan asal Prancis yang berdiri sejak 1613. Dengan sejarah lebih dari empat abad, Mellerio dikenal sebagai salah satu pembuat perhiasan tertua di Eropa yang masih eksis hingga kini.
Setiap Ballon d’Or yang dihasilkan bukan hanya sekadar piala, tetapi juga karya seni tradisional yang diwariskan lintas generasi.
Desain trofi yang dipakai saat ini dibuat oleh François Mellerio, sementara pengerjaan detailnya dilakukan secara manual oleh pengrajin Jean-Phillipe.
Keistimewaan trofi ini juga terlihat dari proses pengerjaannya yang memakan waktu hingga enam bulan. Secara total, dibutuhkan sekitar 100 jam kerja untuk menghasilkan satu Ballon d’Or yang sempurna.
Dari Kuningan hingga Emas 24 Karat

Proses pembuatan trofi dimulai dengan mengelas dua bagian bola kuningan menggunakan obor las. Setelah itu, seorang pengukir menorehkan pola sambungan dengan tangan sehingga menyerupai bola sepak asli.
Bagian bawah bola dipasangkan ke alas dari pirit, sejenis mineral yang tampak menyerupai emas alami.
Tahap terakhir adalah pemolesan hingga permukaan halus sempurna, sebelum akhirnya dilapisi emas murni 24 karat. Pada tahap akhir ini, diukir logo Ballon d’Or France Football serta nama penerima penghargaan.
Sentuhan inilah yang membuat setiap trofi Ballon d’Or benar-benar unik, karena dikerjakan dengan keterampilan tinggi sekaligus dipersonalisasi sesuai pemenangnya.
Lebih dari Sekadar Trofi Sepak Bola

Ballon d’Or bukan hanya bernilai karena prestisenya, melainkan juga karena kreativitas dalam proses pembuatannya. Detail pengerjaan yang sangat teliti membuat trofi ini menjadi simbol perpaduan antara seni, tradisi, dan olahraga.
Menariknya, Mellerio dits Meller juga pernah merancang trofi ikonik lainnya, termasuk piala Roland Garros untuk turnamen tenis Prancis Terbuka.
Dengan sejarah panjang, balutan emas 24 karat, dan prestise yang mengiringinya, Ballon d’Or layak disebut sebagai salah satu trofi paling ikonik di dunia olahraga.
Setiap kali seorang pemain mengangkatnya, mereka bukan hanya meraih pengakuan tertinggi, tetapi juga membawa pulang karya seni bernilai sejarah yang dibuat dengan cinta, keterampilan, dan kebanggaan.
Sumber: SportBible
Baca Ini Juga:
- Ousmane Dembele dan Jalan Menuju Ballon dOr 2025
- Siapa Pemenang Ballon d'Or 2025? Simak Jadwal dan Nominasinya
- Duo Barcelona Mundur dari Ballon d'Or! Pedri dan Lewandowski Pilih Absen, Kenapa?
- Pelatih Barcelona Sebut Lamine Yamal Akan Memenangkan Ballon d'Or
- Jelang Malam Penghargaan Ballon d'Or, Hansi Flick Sindir Keras Real Madrid
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prestasi Langka: 10 Pemain yang Mampu Meraih Ballon dOr, Liga Champions, dan Piala Dunia
Editorial 25 September 2025, 17:18
-
Runner Up Ballon d'Or 2025, Bensin yang Disiram ke Api Karir Lamine Yamal!
Liga Spanyol 25 September 2025, 10:55
-
Presiden La Liga Ungkap Satu-satunya Faktor Penghambat Lamine Yamal Raih Ballon d'Or
Liga Spanyol 25 September 2025, 02:32
-
Mohamed Salah Dirampok? 14 Statistik yang Buktikan Ia Layak Raih Ballon dOr 2025
Liga Inggris 23 September 2025, 20:08
LATEST UPDATE
-
Nature is Healing! Ketika Dua Eks Man United Jadi Pahlawan di Napoli
Liga Inggris 8 Februari 2026, 18:01
-
Gresik Phonska Plus Kembali Telan Kekalahan di Putaran Kedua Proliga 2026
Voli 8 Februari 2026, 17:47
-
Live Streaming Sassuolo vs Inter - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 8 Februari 2026, 17:00
-
Erick Thohir Buka Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028
Tim Nasional 8 Februari 2026, 12:13
-
Israr Megantara Seperti Kylian Mbappe: Bikin Hattrick di Final, tapi Gagal Juara
Tim Nasional 8 Februari 2026, 12:04
-
Melihat Bryan Mbeumo Sebagai 'Big Game Player' Manchester United
Liga Inggris 8 Februari 2026, 09:46
-
Kembalinya Kai Havertz Sebagai Puzzle Penting Arsenal
Liga Inggris 8 Februari 2026, 09:30
LATEST EDITORIAL
-
Gelimang Uang Tak Menjamin Bahagia, 4 Bintang Saudi Pro League Ini Katanya Tak Kerasan
Editorial 5 Februari 2026, 11:49
-
8 Kandidat Klub Baru Cristiano Ronaldo Jika Berpisah dengan Al Nassr, Balik ke MU?
Editorial 4 Februari 2026, 15:31
-
10 Pemain Bebas Transfer yang Masih Bisa Direkrut Klub-Klub Top Eropa
Editorial 4 Februari 2026, 14:57
-
Dari Jeremy Jacquet hingga Alisson: 7 Pemain yang Menolak Chelsea untuk Liverpool
Editorial 3 Februari 2026, 14:14
-
10 Transfer Termahal Januari 2026
Editorial 3 Februari 2026, 11:42








