Atletico vs Tottenham: Akankah Spurs Jadi Bulan-bulanan di Metropolitano?

Richard Andreas | 10 Maret 2026 12:15
Atletico vs Tottenham: Akankah Spurs Jadi Bulan-bulanan di Metropolitano?
Selebrasi Cristian Romero dan pemain di laga Tottenham vs Slavia Praha di ajang Liga Champions, 10 Desember 2025. (c) AP Photo/Richard Pelham

Bola.net - Pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 antara Atletico Madrid dan Tottenham akan digelar di Stadion Metropolitano pada Rabu, 11 Maret 2026 dini hari WIB.

Di atas kertas, duel ini menghadirkan kontras tajam, yaitu satu tim datang dengan stabilitas di liga domestik, sementara yang lain sedang terjerumus ke dalam krisis panjang.

Advertisement

Tottenham tiba di Madrid dalam kondisi yang jauh dari ideal. Klub asal London Utara itu bahkan tengah menghadapi ancaman degradasi di Premier League setelah menjalani periode tanpa kemenangan yang sangat panjang.

Sebaliknya, Atletico Madrid tetap berada di papan atas La Liga dan tampil cukup solid, terutama saat bermain di kandang.

Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan, apakah Spurs benar-benar mampu bersaing, atau justru akan menjadi “bulan-bulanan” Atletico di panggung Eropa?

1 dari 5 halaman

Kontras Performa: Atletico Stabil, Tottenham Terpuruk

Kontras Performa: Atletico Stabil, Tottenham Terpuruk

Bek Tottenham, Cristian Romero usai menerima kartu merah di laga melawan Manchester United, 7 Februari 2026 lalu. (c) AP Photo/Jon Super

Jika melihat performa domestik kedua tim musim ini, perbedaannya sangat mencolok. Atletico Madrid saat ini berada di posisi tiga klasemen La Liga dan tetap bersaing di papan atas.

Tim asuhan Diego Simeone mencatatkan rasio kemenangan sekitar 59 persen di liga dan tampil sangat kuat di kandang dengan 12 kemenangan dari 14 pertandingan musim ini.

Produktivitas gol mereka juga cukup tinggi. Alexander Sorloth menjadi pencetak gol terbanyak tim, sementara lini depan yang juga diisi Julian Alvarez dan Antoine Griezmann memberi Atletico banyak variasi serangan.

Sebaliknya, Tottenham mengalami musim yang kacau di Inggris. Mereka sedang menjalani 11 pertandingan tanpa kemenangan di Premier League, sebuah rekor buruk yang belum pernah terjadi sejak pertengahan 1970-an.

Kekalahan 1-3 dari Crystal Palace baru-baru ini bahkan membuat Spurs hanya terpaut satu poin dari zona degradasi. Situasi ini juga menyebabkan klub memecat pelatih Thomas Frank dan menunjuk Igor Tudor sebagai pelatih interim, meski hasilnya belum membaik.

Dengan kondisi seperti ini, Tottenham datang ke Madrid membawa beban mental yang sangat besar.

2 dari 5 halaman

Paradoks Tottenham: Hancur di Liga, Tangguh di Eropa

Paradoks Tottenham: Hancur di Liga, Tangguh di Eropa

Selebrasi Cristian Romero dalam laga Tottenham vs Borussia Dortmund di Liga Champions, Rabu (21/1/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Meski krisis di liga domestik, Tottenham justru menunjukkan wajah berbeda di Liga Champions musim ini.

Spurs tampil impresif di fase liga dengan lima kemenangan dan berhasil finis di posisi empat klasemen fase tersebut, bahkan mengalahkan klub-klub besar seperti Borussia Dortmund dan Eintracht Frankfurt. Mereka juga mencatat beberapa clean sheet dan hanya kalah sekali sepanjang fase itu.

Kontras performa ini menciptakan paradoks menarik, bahwa tim yang hampir terjerumus ke zona degradasi di Inggris justru mampu bersaing dengan klub-klub elite Eropa.

Dapat disimpulkan bahwa hal ini menunjukkan dua kemungkinan. Pertama, Spurs memang memiliki kualitas skuad yang cukup untuk tampil kompetitif di level Eropa. Kedua, intensitas dan gaya bermain Premier League mungkin jauh lebih menekan dibanding kompetisi lain.

Namun, konsistensi tetap menjadi masalah utama Tottenham. Dalam beberapa pekan terakhir mereka bahkan menelan lima kekalahan beruntun di semua kompetisi.

3 dari 5 halaman

Atletico yang Lebih Ofensif dari Biasanya

Atletico yang Lebih Ofensif dari Biasanya

Pertandingan Atletico Madrid vs Club Brugge di playoff Liga Champions 2025/06, Rabu (25/02/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Atletico Madrid musim ini juga mengalami perubahan karakter. Tim Simeone yang biasanya dikenal sangat defensif justru tampil lebih ofensif.

Dalam beberapa laga kandang terakhir, mereka mampu mencetak setidaknya tiga gol per pertandingan. Bahkan mereka pernah menghancurkan Real Madrid 5-2 di La Liga pada awal musim.

Namun, perubahan ini juga memiliki sisi negatif. Atletico kebobolan cukup banyak gol di fase liga Liga Champions dan memiliki catatan pertahanan terburuk di antara tim-tim yang lolos langsung ke 16 besar.

Artinya, meski lebih kuat secara keseluruhan, Atletico tetap memiliki celah yang bisa dimanfaatkan Spurs.

4 dari 5 halaman

Faktor Metropolitano: Benteng yang Sulit Ditembus

Faktor Metropolitano: Benteng yang Sulit Ditembus

Penyerang Atletico Madrid, Alexander Sorloth merayakan golnya ke gawang Bodo/Glimt di Liga Champions, 29 Januari 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Satu faktor yang bisa membuat pertandingan berat bagi Tottenham adalah lokasi pertandingan. Metropolitano dikenal sebagai salah satu stadion paling sulit ditaklukkan di Eropa.

Atletico memiliki rekor kandang yang sangat kuat musim ini, dengan hampir tak pernah kalah di La Liga.

Ditambah lagi, atmosfer pertandingan fase gugur Liga Champions di Madrid biasanya sangat intens. Bagi tim yang sedang kehilangan kepercayaan diri seperti Tottenham, tekanan ini bisa menjadi faktor penentu.

5 dari 5 halaman

Apakah Spurs Dipastikan Babak Belur?

Secara logika performa domestik, Atletico memang jauh lebih diunggulkan. Tottenham datang dengan krisis hasil, banyak pemain cedera, serta pelatih interim yang belum menemukan formula kemenangan.

Di sisi lain, Atletico memiliki stabilitas, kedalaman skuad, serta pengalaman besar di kompetisi Eropa. Namun, Liga Champions sering menghadirkan cerita yang tidak terduga.

Tottenham sudah membuktikan bahwa mereka bisa tampil jauh lebih baik di Eropa dibandingkan di Premier League.

Jika lini belakang mereka yang dipimpin Cristian Romero dan Micky van de Ven mampu tampil solid, Spurs setidaknya masih punya peluang menjaga agregat tetap hidup menjelang leg kedua di London.

LATEST UPDATE