'Beckham Adalah Alat Pemasaran Yang Tak Profesional'
Editor Bolanet | 30 Maret 2013 00:30
- Mantan defender timnas , Bixente Lizarazu menilai bintang , David Beckham tidak profesional, menyusul kunjungan yang dilakukannya ke China.
Seperti diketahui bahwa Beckham baru saja melakukan kunjungan ke negeri Tirai Bambu, dalam misi mempromosikan sepakbola terkait perannya pemain 37 tahun itu sebagai duta.
Perjalanan tersebut menjadi perbincangan, karena dilakukannya di tengah musim yang tengah berjalan, kendati sesungguhnya sedang memasuki masa jeda laga internasional. Namun dalam waktu dekat, timnya bakal bersua Barcelona FC di perempat final Liga Champions.
Hal itulah yang dinilai Lizarazu sebagai tindakan yang jauh dari kata profesional. Eks bek sayap Bayern Munich itu menganggap yang dilakukan Beckham cukup mengganggu persiapan timnya.
Maaf, namun bepergian ke China untuk mempromosikan sepakbola, hanya 10 hari menjelang laga paling terpenting timnya musim ini bukanlah cara yang baik untuk sebuah persiapan, ujar Lizarazu.
Tidak ada klub lain yang mengizinkan salah satu pemain mereka untuk melakukan perjalanan seperti ini. Ini tidak profesional.
Pertanyaannya adalah apakah Beckham merupakan sebuah alat pemasaran, atau seorang pemain sepakbola? Jika ia sebuah produk marketing, maka popularitas PSG akan menjadi hasil yang baik. Namun jauhkan anggapan itu, jika menilainya sebagai pesepakbola. (tf1/atg)
Seperti diketahui bahwa Beckham baru saja melakukan kunjungan ke negeri Tirai Bambu, dalam misi mempromosikan sepakbola terkait perannya pemain 37 tahun itu sebagai duta.
Perjalanan tersebut menjadi perbincangan, karena dilakukannya di tengah musim yang tengah berjalan, kendati sesungguhnya sedang memasuki masa jeda laga internasional. Namun dalam waktu dekat, timnya bakal bersua Barcelona FC di perempat final Liga Champions.
Hal itulah yang dinilai Lizarazu sebagai tindakan yang jauh dari kata profesional. Eks bek sayap Bayern Munich itu menganggap yang dilakukan Beckham cukup mengganggu persiapan timnya.
Maaf, namun bepergian ke China untuk mempromosikan sepakbola, hanya 10 hari menjelang laga paling terpenting timnya musim ini bukanlah cara yang baik untuk sebuah persiapan, ujar Lizarazu.
Tidak ada klub lain yang mengizinkan salah satu pemain mereka untuk melakukan perjalanan seperti ini. Ini tidak profesional.
Pertanyaannya adalah apakah Beckham merupakan sebuah alat pemasaran, atau seorang pemain sepakbola? Jika ia sebuah produk marketing, maka popularitas PSG akan menjadi hasil yang baik. Namun jauhkan anggapan itu, jika menilainya sebagai pesepakbola. (tf1/atg)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prancis Tinggalkan Banyak Catatan Positif dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 22 Juli 2026, 18:03
-
Spanyol Punya Modal Besar Pertahankan Gelar Piala Dunia pada 2030
Piala Dunia 22 Juli 2026, 17:31
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Kalah 0-3, Bali United Dapat Ujian Berkualitas dari Timnas Indonesia
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:39
-
Tampil di Piala AFF 2026, Singapura Kehilangan Dua Pemain Andalan
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:30
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55









