Statistik Pahit di Balik Kegagalan Arsenal Juara Liga Champions, Rekor Buruk Kembali Menghantui

Statistik Pahit di Balik Kegagalan Arsenal Juara Liga Champions, Rekor Buruk Kembali Menghantui
Mikel Arteta menghibur Eberechi Eze usai kegagalan di final Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Petr Josek

Bola.net - Arsenal harus menelan kekecewaan mendalam setelah gagal meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub. Harapan besar The Gunners untuk mengakhiri penantian panjang di kompetisi elite Eropa pupus usai kalah adu penalti dari PSG pada final yang berlangsung di Budapest.

Laga puncak berlangsung ketat dan berakhir imbang 1-1 hingga waktu normal. Arsenal sempat unggul cepat melalui gol Kai Havertz pada menit kelima, namun PSG berhasil menyamakan kedudukan lewat penalti Ousmane Dembele di babak kedua.

Karena tidak ada tambahan gol hingga perpanjangan waktu berakhir, pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti. PSG akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3 setelah bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Dominasi Arsenal Sepanjang Musim Berakhir di Laga Terakhir

Dominasi Arsenal Sepanjang Musim Berakhir di Laga Terakhir

Laga PSG vs Arsenal di final Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Vadim Ghirda

Kekalahan tersebut terasa semakin menyakitkan jika melihat perjalanan Arsenal sepanjang Liga Champions musim 2025/2026. Pasukan Mikel Arteta tampil sangat konsisten dan bahkan tidak pernah kalah selama waktu normal maupun perpanjangan waktu di kompetisi tersebut.

Menariknya, sebelum final berlangsung, Arsenal hanya berada dalam posisi tertinggal selama total 43 menit sepanjang kampanye Liga Champions musim ini. Statistik itu menunjukkan betapa dominannya mereka di Eropa, namun tetap gagal mengangkat trofi saat momen terpenting tiba.

Rekor lain yang seharusnya memberi keuntungan juga tidak mampu menyelamatkan Arsenal. Klub asal London Utara itu hanya sekali kalah dari 117 pertandingan di semua kompetisi ketika unggul saat jeda babak pertama. Dari jumlah tersebut, mereka mencatat 101 kemenangan dan 15 hasil imbang.

Situasi semakin kontras jika melihat catatan PSG. Tim asuhan Luis Enrique sebelumnya tidak pernah menang dalam delapan pertandingan musim ini ketika tertinggal di babak pertama. Rinciannya, tiga kali imbang dan lima kali kalah. Namun, tren negatif tersebut justru berhasil mereka patahkan pada partai final.

Kutukan Liga Champions Masih Berlanjut

Kutukan Liga Champions Masih Berlanjut

Reaksi kecewa pemain Arsenal usai gagal di final Liga Champions melawan PSG, 30 Mei 2026. (c) AP Photo/Vadim Ghirda

Kegagalan kali ini menambah panjang daftar kekecewaan Arsenal di Liga Champions. Musim lalu mereka juga tersingkir di semifinal, dan lagi-lagi PSG menjadi tim yang menghentikan langkah mereka.

Hingga kini, Arsenal masih menyandang status sebagai tim dengan jumlah pertandingan terbanyak di Piala Champions Eropa atau Liga Champions tanpa pernah menjadi juara. Total, mereka sudah memainkan 226 pertandingan di kompetisi tersebut tanpa sekali pun mengangkat trofi.

Catatan itu menjadi pengingat bahwa meskipun Arsenal telah berkembang pesat dalam beberapa musim terakhir, mereka masih memiliki pekerjaan besar untuk menembus level tertinggi sepak bola Eropa.

PSG Mendominasi Final

PSG Mendominasi Final

PSG menjadi juara Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Petr Josek

Meski Arsenal berhasil memberikan perlawanan sengit, performa mereka di final tidak bisa disebut sebagai yang terbaik. Sepanjang pertandingan, The Gunners hanya mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran.

Mereka juga lebih banyak bertahan menghadapi tekanan PSG. Statistik penguasaan bola menunjukkan Arsenal hanya menguasai bola rata-rata 24,7 persen selama 120 menit pertandingan.

Angka tersebut menjadi persentase penguasaan bola terendah yang pernah dicatatkan oleh tim finalis Liga Champions sejak musim 2003/2004. Bahkan, itu juga menjadi catatan penguasaan bola paling rendah Arsenal di bawah asuhan Mikel Arteta ketika bermain dengan 11 pemain.

Momen Gabriel yang Sulit Dilupakan

Momen Gabriel yang Sulit Dilupakan

Reaksi bek Arsenal, Gabriel Magalhaes usai gagal penalti di final Liga Champions melawan PSG, 30 Mei 2026 di Budapest. (c) AP Photo

Salah satu momen yang paling dikenang dari final ini adalah kegagalan Gabriel dalam adu penalti. Saat Arsenal wajib mencetak gol untuk menjaga peluang tetap hidup, bek asal Brasil itu justru melepaskan tendangan yang melambung di atas mistar.

Kegagalan tersebut membuat Gabriel menjadi pemain pertama yang gagal mengeksekusi penalti di final Liga Champions dengan tendangan melambung sejak Serginho dari AC Milan pada final tahun 2005.

Ironisnya, penalti tersebut merupakan eksekusi pertama Gabriel untuk Arsenal sejak bergabung dengan klub.

Arteta Minta Arsenal Bangkit

Arteta Minta Arsenal Bangkit

Ekspresi pemain Arsenal usai kalah adu penalti dari PSG di final Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Andreea Alexandru

Meski gagal membawa pulang trofi Liga Champions, Arsenal tetap memiliki alasan untuk bangga. Mereka berhasil mengakhiri penantian 22 tahun untuk kembali menjadi juara liga domestik dan tampil impresif sepanjang musim.

Mikel Arteta pun meminta para pemainnya menjadikan kekalahan menyakitkan ini sebagai motivasi untuk berkembang lebih jauh di masa depan.

Menurutnya, rasa sakit akibat kegagalan di final harus diterima dan diolah menjadi energi baru untuk mencapai level yang lebih tinggi. Arteta juga memberikan pujian kepada PSG yang dinilainya sebagai tim terbaik di dunia saat ini.

Dengan skuad yang masih relatif muda dan pengalaman berharga dari dua musim terakhir di Liga Champions, Arsenal diyakini akan kembali menjadi penantang serius dalam perburuan gelar Eropa pada musim-musim mendatang.